Sabitlenmiş Tweet
Indah.
794 posts


Ada ayah, ibu dan dua putranya yang tinggal di sebuah rumah di daerah terpencil Yorkshire, utara Inggris di Heel garapan Jan Komasa (Corpus Christi). Tapi ada yang aneh, ini bukan keluarga biasa. Putra tertua mereka: Tommy (Anson Boon), lehernya dirantai di rubanah, kadang ayahnya, Chris (Stephen Graham) ngasih hadiah kalau ia patuh (makanan enak, pujian, bahkan pelukan hangat), tapi gak jarang ia juga kena hukuman fisik atau mental kalau memberontak. Tapi yang menarik, Tommy bukan putra kandung mereka. Ia hanya pemuda asing brengsek dari London, pecandu, hobi pesta liar, tukang berantem, dan demen bikin konten kekerasan di TikTok yang diculik ketika ia lagi mabuk suatu malam di gang sempit.
Suka gimana Komasa berhasil ngejaga misterinya. Dia gak langsung ngasih tau motif dan penjelasan panjang lebar kenapa keluarga normal di rumah terpencil Yorkshire ini tiba-tiba punya “proyek” manusia di basement mereka. Misterinya dibangun pelan, seperti kabut Yorkshire yang tebal. Tiap kali Tommy berontak atau berusaha kabur, kamera Komasa justru lebih sering fokus ke reaksi keluarga, bukan ke backstory Tommy. Kita diajak bertanya-tanya: apa ini semua cuma eksperimen rehabilitasi yang pake Stockholm Syndrome dengan ngasih kekerasan sebagai pendidikan ala-ala Clockwork Orange? Atau ada trauma keluarga yang lebih dalam? Apa Tommy cuma korban acak, atau Chris sudah “berburu” berulang kali? Komasa sengaja buat nahan semua informasinya demi bikin penonton gelisah sepanjang film, dan itu berhasil!
Pertunjukan aktingnya juga kuat banget. Stephen Graham sebagai Chris berasa seperti ayah idaman yang berubah jadi psikopat ramah. Anson Boon juga bikin Tommy dari monster kecil jadi manusia rapuh, dan chemistry antara Tommy dengan seluruh anggota keluarga itu makin lama jadi makin disturbing sekaligus… menyentuh?
Heel adalah thriller psikologis hitam yang cerdas. Komasa gak takut bikin penontonnya buat ngerasa gak nyaman, dengan banyak twist kecil yang bikin kita bakalan terus nebak -nebak apa motif sebenarnya keluarga ini. Misteri yang dia jaga sepanjang film dibayar lunas dengan ending yang nempel lama di kepala. Dia nunjukkin kalau trauma, isolasi, dan “cinta” yang salah bisa ngerombak identitas seseorang sampai gak bisa balik lagi. Mirip sama Dogtooth-nya Lanthimos atau bahkan elemen dari Clockwork Orange-nya Kubrick.
4/5

Indonesia

Saya ada temen cewe yg belum nikah sampe umur 30 karena gerbang utama buat deketin dia itu gak ngerokok, mau sekaya apapun, seganteng apapun kalo ngerokok ya gakan bisa deketin dia.
Terus saya iseng nanya ke dia kenapa gak sama saya aja.
Jawaban dia, aku gak lulus di gerbang ke 4-5 😅😅😅
kik!@omnicrescent
Ni cewe² emg bener appreciate cowo yg ga ngeroko ya?
Indonesia
Indah. retweetledi
Indah. retweetledi
Indah. retweetledi
Indah. retweetledi
Indah. retweetledi

@baseconvo kak, dulu aku jg mikir gitu, tapi dulu waktu ibuku muda dia juga ngasih uang ke ibunya (nenek ku) jd skrg aku juga harus kasih ke ibuku 😁
Indonesia
Indah. retweetledi
Indah. retweetledi
Indah. retweetledi

@0NEPIECEFESS tapi ada benernya sih luffy khawatir, soalnya kata oda denden mushi tuh makhluk hidup, mereka makannya rumput/daun-daunan. bisa jd emg lagi sakit perut hehe
Indonesia
Indah. retweetledi
Indah. retweetledi








































