Na

18.7K posts

Na banner
Na

Na

@handeeehhh

My mood depend on my food

Katılım Aralık 2010
273 Takip Edilen289 Takipçiler
Na
Na@handeeehhh·
dokter yg nangangin bapak gue mirip banget sm amanda zahra, asli.
Indonesia
0
0
0
85
Na
Na@handeeehhh·
tp gue ga paham sih sama konsep the one, krna buat dia gue ribet dan itu cukup menjelaskan WKWKWKWKWK
Indonesia
0
0
0
15
Na
Na@handeeehhh·
bener jg y, gue males bgt chat an, kemana2 ngabarin, sakit dikit ngabarin, mood lg jelek jg mesti ngejelasin, sebisa mgkn ketemuan buat planga plongo doang. tapi itu semua ga jadi ribet di gue, malah gue pengen aja. deyymm sesayang itu gue ama ni orang dari antah berantah 🗿
riv@nemvuru

ribet means u just havent found the one. kata ‘harus’ is so wrong because if u did find the one, it doesn’t feel like u HAVE TO, but u WANT TO. you love talking with them, you need their presence, and you profoundly love it, it feels light, comfortable, free, and not burdening.❤️

Indonesia
1
0
0
53
Na retweetledi
Ulul
Ulul@buyusawurus·
Buat perempuan hati-hati aja di twitter byk jg yg udah nikah, tapi diem bae terus ngedate sana sini. Pdhl brandingnya laki-laki ‘alim’. Kata w mah kalo brengsek, gausah buat branding sok baik. Kasihan geh yg beneran laki-laki baik kena getahnya jg.
Indonesia
1
4
27
1.5K
Na retweetledi
pran
pran@sulthanarusy·
Menurut gue, inti hubungan yang sehat memang "saling", tapi kata "saling" itu sering disalahartikan jadi hitung-hitungan. Padahal bukan itu maksudnya. Saling bukan berarti hari ini aku ambilin makan, besok kamu harus ambilin makan. Bukan juga berarti semua tugas harus selalu 50:50. Saling itu lebih ke pola pikir. Ketika istri capek, suami punya inisiatif membantu tanpa disuruh. Ketika suami sedang lelah, istri juga melakukan hal yang sama. Dua-duanya sama-sama ingin membuat hidup pasangannya lebih ringan, bukan merasa semua itu adalah kewajiban sepihak. Kalau ada perempuan yang dengan sadar memilih menyiapkan makan, mencuci baju, atau melayani suaminya dan dia bahagia melakukannya, menurut gue itu tidak masalah. Yang jadi pertanyaan adalah: apakah suaminya juga punya keinginan yang sama untuk melayani istrinya dalam bentuk yang mungkin berbeda? Misalnya membantu pekerjaan rumah, mengurus anak, memberikan dukungan emosional, atau sekadar memperhatikan kebutuhan istrinya. Karena hubungan yang sehat seharusnya berjalan dua arah. Menurut gue, yang perlu dihindari bukan tindakan "melayani", melainkan pola pikir bahwa hanya satu pihak yang harus terus memberi sementara pihak lain hanya menerima. Kalau keduanya sama-sama rela berkorban, sama-sama menghargai, dan sama-sama merasa dicintai, bentuk pembagian perannya mau seperti apa pun seharusnya menjadi urusan mereka berdua, bukan orang lain. Jadi buat gue, hubungan yang ideal bukan soal siapa yang lebih banyak melayani, tapi apakah dua-duanya merasa dihargai, didengar, dan sama-sama berusaha membahagiakan pasangannya. Itu esensi dari "saling".
️ your@majikandung

"tapi dia udh provide materi" lu jg udh provide pekerjaan rumah tangga, melahirkan, menyusui, dan jadi 'therapist' buat keluarga. pls pikirin kenyamanan diri sendiri juga. hubungan tu harus SALING.

Indonesia
2
139
424
14.6K
Na retweetledi
BABAH👽✨
BABAH👽✨@ustadchen·
“Ok satu episode lagi abis gitu tidur” tau-tau matahari udah terbit.
Indonesia
5
57
186
10.4K
Na retweetledi
RABIA
RABIA@RABIA___ASGHAR·
Maturing is realizing Akhlaq is the most attractive thing someone can have, not looks.
English
10
132
755
12.5K
Na retweetledi
Noir
Noir@Justnoirrrr·
No revenge, I just hope you meet someone exactly like you.
English
20
253
670
15.1K
Na retweetledi
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Menurut gue, salah satu bentuk putus yang paling menyakitkan bukan cuma karena diselingkuhin. Tapi ketika hubungan berakhir karena dia nggak punya keberanian buat memperjuangin lo. Bukan karena nggak ada kesempatan. Bukan karena nggak ada jalan. Tapi karena dia memilih menyerah lebih dulu. Yang bikin sakit bukan cuma kehilangannya.
Indonesia
29
394
1.2K
29.5K
Na retweetledi
X
X@Xouy17·
If you don't see the value of having me by your side, I won't convince you.
English
32
3.6K
10.8K
166.9K
Na retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
cari pasangan tuh gak bisa cuma mapan finansial, itu aja nggak cukup. yang lebih penting tuh mapan secara emosional✅ ciri-ciri orang yang emang mature tuh gini: - tanpa diminta, dia selalu update kabar - kalau ada masalah, langsung ngajak ngobrol dalam, bukan malah silent treatment - bikin pasangan ngerasa aman, bukan malah overthinking terus 
emotional maturity itu yang bikin orang keliatan menarik. duit bisa dicari, tapi kedewasaan emosional susah dipaksain. sepakat gak??
Indonesia
11
67
200
18.3K
Na retweetledi
Latifa
Latifa@latifaskaa·
"Jika seseorang tidak menginginkan kita lagi, seharusnya kita juga tidak menginginkan dia" Cuman masalahny kdang susah ya ges. Logika sama hati itu kadang gak sinkron 😂 Tapi ya begitulah. Orang yang tidak menginginkan kita akan semakin terlihat jelas dari sikapnya.
Indonesia
11
4
48
1.3K
Na retweetledi
DJ SNAKE
DJ SNAKE@djsnake·
Dear restaurant owners, We all hate QR code menus. Please Stop 🤍
English
537
7K
52.3K
2.2M
Na retweetledi
the tiny artist v2
the tiny artist v2@psychonautie·
so many grown ass adults have no idea how to properly apologize. if you fuck up, intentional or not, and someone gets physically or emotionally hurt bc of your actions, you’re supposed apologize by taking accountability for what you specifically did, & change your behavior.
English
17
1.9K
8.9K
131.4K
Na retweetledi
zky
zky@gamtenwg·
@sarfazee Karena di usia sekarang, kita sering keliru membedakan 'dewasa' sama 'males ribet'. Padahal hubungan yang bertahan itu bukan yang gak pernah ada masalah, tapi yang mau duduk bareng buat meluruskan tanpa harus ada yang menang/kalah
Indonesia
1
4
8
345
Na retweetledi
Jean-Pierre Clotaine
Jean-Pierre Clotaine@jpclotaine·
Sekarang banyak banget pilihan orang buat ditemui di sosmed and dating apps, jadi begitu ketemu orang yang ga sreg dikit aja, walau udah cocok 90%, bisa di-cutoff "Untuk apa berusaha diskusi, baikan dll. kalau bisa nyari yang baru?" Kebiasaan ini agak berbahaya, orang jadi ga terbiasa menghadapi kekurangan teman dan berkembang bersama
leia is watching: lost@empressleias

people blame the loneliness epidemic but i don't think this is about loneliness at all. it is easier to connect with others than ever. this is about hyper-individualism where people are used to having everything tailor made for them, so they never need experience social friction

Indonesia
7
122
599
63.4K
Na retweetledi
ACE
ACE@RealAce404·
Very private, i don't live for attention.
English
49
4.8K
12.1K
266.4K