hari

2.3K posts

hari

hari

@hari44532750

Gubeng, Indonesia Katılım Eylül 2015
376 Takip Edilen70 Takipçiler
hari
hari@hari44532750·
@Hilmi28 Uang rakyat habis gegara bayar orang model begini, bisa jadi yang lain anteng tapi pikirannya tdk fokus memikirkan rakyat berpikir mereka kapan dapat cuan utk sekedar buat hura-hura
Indonesia
0
0
0
586
hari
hari@hari44532750·
@mas_veel Mulyono pemimpin korup kata YLBHI
hari tweet media
Indonesia
0
1
0
60
Mas Veel
Mas Veel@mas_veel·
Gara2 ketegasan Jokowi ngemplang mafia migas yg suka impor itulah, kasus tuduhan ijasah Jokowi palsu muncul, fitnah ke Jokowi rame diberbagai masalah. Biangnya itu org sengklek yg kran cuannya disempitkan Jokowi. Jd jangan heran, serangan ke Jokowi bgtu masif dg dana besar.
Indonesia
135
69
242
6K
hari
hari@hari44532750·
@DedynurPalakka @immanuel_padang Indonesia tdk akan maju jika ada rakyat jadi penjilat bahkan kotoran yg dipuja siap dimakan nika sang nabi palsu menginginkan
Indonesia
0
0
0
22
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Kasus Barack Obama dan Jokowi ini ngga sama. Ia dituding ngga lahir di US karena alasan rasial. US berhadapan dengan realitas politik baru, bahwa ada kandidat potensial yang hadir dalam komunitas African American dan ini sensasional. Kalau Jokowi sudah selesai ketika ia terpilih menjadi Walikota, Gubernur JKT dan Presiden. Proses verifikasi data dan dinyatakan sah secara konstitusional oleh lembaga seperti KPU. Anda coba gugat saja lembaga itu jika anda tidak puas. Kalau saat ini Jokowi memilih untuk tidak mau menunjukkan itu juga hak dia sebagai warga negara yang dilindungi oleh Undang-undang.
Indonesia
9
0
6
488
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Yang jahat itu bukan Jokowi, justru RH inilah yang jahatnya di luar akal sehat, karena sejak awal sudah menjadi tukang kompor soal ijasah palsu. Giliran dimintai keterangan palsunya di mana, geng tiroris ini tidak punya kemampuan untuk menunjukkan. Sekarang mereka menuntut agar Jokowi menunjukkan ijasah aslinya, ini lucu. Penuding palsu tapi minta orang lain nunjukin aslinya. Permainan narasi begini sudah biasa dilawan oleh Jokowi, makanya mereka tidak berdaya ketika berhadapan dengan melanisme hukum, maunya mereka ini adalah trial by the publik itu pun sering gagal 👎☹👎 karena publik Indonesia ternyata ngga se bodoh yang ada dalam angan-angan mereka. Jadi sudah benar ✅ sikap Jokowi untuk tidak menunjukkan ijasahnya di depan orang-orang ngga penting ini, kalau depan lembaga negara yang memintanya jelas akan ditunjukkan. Ini sikap yang benar ✅ sebagai warga negara yang taat pada hukum, bukan pada keinginan geng tiroris yang tinggal separoh membernya ✍️
Indonesia
243
43
137
9.3K
Iwan Piliang
Iwan Piliang@iwanpiliang7·
@DedynurPalakka Ini kesalahan KPUD Solo, KPUD DKI, KPU Pusat: hulunya rakyat bergejolak. Tiga lembaga tadi hrs bertanggung jawab
Indonesia
12
0
15
1.7K
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Justru kita yang heran, kenapa kita memaksakan seseorang yang sudah bukan pejabat negara lagi untuk menunjukkan ijasahnya dihadapan kita, memangnya kita punya hak apa terhadapan dokumen pribadi seseorang, walaupun seseorang itu adalah mantan Presiden. Bukannya saat dulu menjelang pendaftaran untuk menjadi pejabat negara, semua dokumen resmi yang dibutuhkan sudah diperiksa dan diverifikasi oleh pihak penyelenggara negara. Dalam negara hukum, tidak ada kewajiban bagi seorang warga negara termasuk mantan Presiden-untuk membuka dokumen pribadinya kepada publik tanpa dasar hukum yang sah. Seluruh persyaratan administratif untuk menjadi Presiden telah diverifikasi oleh lembaga resmi negara, dan hasilnya memiliki kekuatan hukum sepanjang tidak dibatalkan oleh pengadilan. Oleh karena itu, tuntutan publik yang memaksa pembukaan dokumen pribadi di luar mekanisme hukum tidak hanya lemah secara konstitusional, tetapi juga berpotensi melanggar prinsip hak privasi dan merusak tatanan negara hukum itu sendiri. Jadi kalau mau berkelahi sama Jokowi pake jalur hukum, jangan pake jalur Trial by public opinion.
Dedy Nur tweet media
Indonesia
359
60
203
19.1K
hari
hari@hari44532750·
@DedynurPalakka Kecuali yang ngomong si mulyono seperti mobil Esemka sudah banyak yg inden harus percaya karena mau jadi nabi dan unsur2nya sudah terpenuhi
Indonesia
0
0
0
28
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Jangan gampang percaya sama berita apapun sampai kamu benar-benar periksa langsung ke sumbernya ✍️
Miss Tweet |@Heraloebss

Isu ini tidak benar!! Klarifikasi resmi dari @penkopassus (Komando Pasukan Khusus) melalui akun penerangannya menegaskan bahwa rumor tentang Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang disebut ribut dengan seorang jenderal adalah tidak berdasar. Pihak Komando Pasukan Khusus sampai turun tangan memberikan klarifikasi dan menunjukkan bahwa isu sudah menyesatkan publik.

Indonesia
7
2
13
747
Tukang Kebun
Tukang Kebun@KebunTukan90356·
@secr3thm4nz56 Emang sapa Lo. Buzzer tukang fitnah. UGM menyatakan asli dan gelar perkara di Polda ditunjukan aslinya.
Indonesia
4
0
1
126
hari
hari@hari44532750·
@AnalisNetra @DedynurPalakka Jangankan ijasah Mulyono banyak menipu rakyat salah satu contoh nyata mobil Esemka gaungnya membahana tetapi tidak ada bentuknya dan wujudnya. Para termul masih yakin mobil itu masih ada
Indonesia
0
0
0
29
Chaba
Chaba@AnalisNetra·
@DedynurPalakka Dan rakyat yg ingin tau mestinya tdk di pidana. Sebab yg bertanya rakyat. Tinggal putusan pengadilan di jadi dasar alasan latar belakang ijazah yg tidak lasim Sama dgn anda bro koki punya serifikat meragukan,anda selaku BOS berhak menanyakan. Mask anda mau di pidana
Indonesia
4
0
5
367
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Jokowi kelihatannya sudah tau sejak awal kalau "ada orang besar" yang bermain-main di balik isu ijasah palsu ini. Geng TIRORiS ini ngga mungkin punya keberanian besar dan ongkos besar sehingga bisa cukup lama berjalan di atas isu ini jika tidak ada orang besar dibelakangnya. Ingat, yang mereka lawan adalah mantan Presiden RI, bukan orang sembarangan. Tapi sebagai mantan Presiden Republik, Jokowi terbilang sangat santai dan memberi ruang bebas bagi mereka untuk terus berkeliaran. Ini jelas ngga gampang, karena terkait dengan nama baik seseorang dan seseorang ini adalah Jokowi. Jokowi memilih jalur hukum untuk menyelesaikan masalah ini, beragam prosedur hukum yang berlaku juga dijalani dengan sabar oleh beliau. Ngga ada satu tokoh pun yang bersuara, mereka diam dan membiarkan harkat dan martabat seorang mantan Presiden Republik dipermainkan di depan PUBLIK. Yang paling rajin bersuara membela harkat dan martabat mantan Presiden Jokowi hanyalah para "termul-termul" dengan modal apa adanya, mereka melawan dengan gaya dan caranya masing-masing. Mereka adalah rakyat Indonesia yang tidak akan diam ketika seorang pemimpin yang membawa banyak manfaat untuk bangsa ini terus dihinakan, dilecehkan harkat dan martabatnya sebagai manusia. Mereka akan terus melawan, sampai kapan pun. Sulit dibayangkan jika itu terjadi pada tokoh lain seperti Bu Mega, JK, SBY, atau bahkan Prabowo Subianto. Saya ngga yakin orang-orang seperti geng TIRORiS ini bisa bertahan dalam 1 Minggu. Tokoh nasional seperti Jokowi terlalu sabar, mungkin karena ia ngga sesama anak bangsa bertikai diluar jalur konstitusional, atau bisa juga kita berspekulasi bahwa beliau ingin mendidik bangsa ini lewat cara-cara yang paling beradab seperti dialog, diskusi, berdebat lewat saluran-saluran demokratis yang dimiliki oleh bangsa ini. Tapi, ujungnya proses pembuktian atas tuduhan ijasah palsu tetap lewat jalur pengadilan, karena lewat pemintaan sederhana "tunjukan saja" tidak akan menjawab persoalan ijasah palsu secara tuntas, karena ini menyakut nama orang besar di balik semua kegaduhan ini. Ini politik ✍️ Bagaimana menurut para termul-termul pikiran liar saya ini, apakah saya boleh punya pendapat lain di luar jalur orang dalam 🤭
Indonesia
133
22
106
8.8K
hari
hari@hari44532750·
@TinotoMd Jika Soeharto saat itu mau menjadikan mbak tutut jadi wapres tentu sangat mudah tetapi tidak dilakukannya, tidak kebayang jika Jokowi jadi presiden saat itu maka seluruh keluarga, menantu bahkan cucu dikasih jabatan mentereng dan Indonesia akan dikuras habis
Indonesia
2
0
0
420
LOSS DOLL
LOSS DOLL@TinotoMd·
Mbak tutut ditunjuk langsung oleh eyang harto sedangkan gibran melalu proses pemilu, kalau goblok mbok ya jangan diborong semua, gelar aja raden tp gk ada brain
Raden Nuh@RADEN_NUH_

Suharto nepotisme setelah 30 tahun berkuasa, ia tunjuk Tutut jdi Mensos Jokowi nepotisme setelah 5 tahun berkuasa, ia jadikan Gibran cawapres Prabowo nepotisme sejak hari pertama berkuasa, diangkatnya Teddy jdi seskab Siapa RAJA Nepotisme ? Lagaknya mau berantas korupsi

Indonesia
137
35
159
18.8K
Muannas Alaidid, SH. MH.
Muannas Alaidid, SH. MH.@muannas_alaidid·
Mengerikan !!! potensi kerugian negara dahsyat hingga trilyunan, dampaknya enggak main-main bukan sekedar kerugian, tapi stabilitas dunia perbankan. segera audit investigatif pak @prabowo melalui @KejaksaanRI dan perlu klarifikasi aduan ini jgn smp mengganggu kepercayaan publik thd bank-bank yg ada. Kejagung Didesak Segera Periksa Skandal Duo Jusuf Terkait Kredit Macet Kalla Group amp.suara.com/news/2026/04/1…
Indonesia
73
55
96
11.4K
hari
hari@hari44532750·
@potrzayed @Pak_JK @prabowo Biasalah para Termul kalau bgni diuntungkan dg banyak cuan membela dan menjilat semakin kencang tentu pundi2 akan makin meningkat
Indonesia
0
0
0
213
TXT BANGO FC
TXT BANGO FC@potrzayed·
Duhhh Pak @Pak_JK jangan suka ngaku - ngaku deh, yang ajak dan dorong Pak Jokowi jadi Gubernur DKI Jakarta itu Pak @prabowo lho. Terlalu banyak jejak digital yang bisa membantah klaim anda Pak JK. Hal seperti ini justru membuat nama anda makin tidak disukai masyarakat.
Indonesia
131
88
257
14.9K
hari
hari@hari44532750·
@DedynurPalakka Matamu buta apa pura2 buta Jokowi didukung parcok dan itu sangat fulgar goblok
Indonesia
0
0
0
203
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Salah ❌ Jokowi bisa jadi Presiden karena dipilih langsung lewat Pemilu, kalau Rakyat pada saat itu pilih pasangan Prabowo dan Hatta Rajasa mau bilang apa. Bahwa ada faktor JK sebagai wakil tentu saja ada, ada faktor Bu Mega tentu saja ada, ada faktor relawan juga ada. Banyak faktor yang bikin pasangan Jokowi-JK terpilih pada saat itu. Ingat, faktor itu ngga pernah berdiri sendirian "itu karena saya" iya deh pak JK ambillah semua kredit itu jika Anda bisa sedikit lebih tenang dan asik-asik saja, kita para termul tidak akan terganggu sama sekali.
Satyam Eva Jayate!!!@PaltiHutabarat

Jusuf Kalla Skak Mat Termul dan Bazzer Mulyono

Indonesia
138
13
61
7.2K
hari
hari@hari44532750·
@DedynurPalakka @awikuchuz Termul ini goblok apa tdk tahu bahwa pilpres 2019 parcok dukung ini fakta banyak kades dipanggil parcok yang tdk dukung Mulyono dan disinyalir dukung Prabowo
Indonesia
0
0
0
53
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
@awikuchuz Ini bukan masalah Hukum, tapi lebih ke masalah politik, sepertinya ada dendam masa lalu yang belum selesai ✍️
Indonesia
7
0
0
1.7K
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Tidak sesederhana itu JK : "tunjukkan ijasah nya lalu masalah selesai" Masalah sebenarnya sudah selesai sejak semua lembaga resmi negara sudah bikin pernyataan soal ijasah Jokowi dan hasilnya PATEN. Lagi pula, kenapa dulu kala saat bersedia menjadi pasangan Jokowi pak JK ngga langsung protes saat mengetahui ijasah Jokowi ada masalah? Kenapa proses pencalonan itu dilanjutkan, kenapa ngga berbisik ke Bu Mega kalau ada masalah dengan dokumen ijasah Jokowi? Tapi pak JK tidak bersuara, malah saat melihat rekaman video tahun 2014 saat pak JK dan Jokowi datang menyerahkan dokumen pendaftaran pak JK terlihat sangat antusias dan sumringah. Saat ini pak JK seolah-olah ingin menyampaikan sesuatu atau mungkin ada agenda terselubung, kita sebagai rakyat tidak tau. Ada apa? RAKYAT seperti saya masih menaruh kepercayaan pada lembaga pendidikan resmi dan berintegritas seperti UGM, KPU dan lembaga terkait lainnya. Karena jika tidak, bangsa ini jelas akan runtuh karena kepercayaan terhadap institusi negara sudah hilang. Sekarang Jokowi jelas menolak semua permintaan ngga penting itu, beliau bersedia jika ijasahnya diperiksa oleh lembaga yang berwenang seperti pengadilan. Ayo pak JK, dorong agar polemik ijasah ini diselesaikan di lembaga resmi, jangan main di wilayah "tunjukin saja, ini wilayah politis".
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Jusuf Kalla baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling berani soal kasus ijazah Jokowi yang sudah 2 tahun bikin masyarakat ribut. Dan ada beberapa hal yang keluar dari mulut JK yang perlu semua orang dengar. Soal Rismon yang mau ketemu JK: Rismon salah satu tokoh di balik kasus ijazah Jokowi rupanya pernah minta waktu bertemu JK. Mau datang bersama tujuh orang. Mau bawa buku. JK menolak. Langsung. Dan dia tunjukkan bukti chat penolakan itu. Saya tidak mau campur dengan urusan ini. Tapi JK juga tidak diam. Dia marah. Bukan karena diminta ketemu tapi karena namanya ikut diseret. Dituduh memberi Rp5 miliar. Dituduh terlibat dalam konspirasi yang dia bahkan tidak tahu menahu. Saya kenal pun tidak. Ketemu pun tidak. Kasih 5 miliar dari mana? Dan ini yang paling penting dari semua yang JK katakan: JK bukan membela Jokowi secara membabi buta. JK justru memberikan nasihat yang menurut gue paling tepat sasaran dalam seluruh drama ini. Kenapa tidak kasih lihat? Kenapa membiarkan masyarakat berkelahi diri sendiri selama 2 tahun? Dua tahun. Masyarakat saling tuduh. Saling teriak. Demo sana demo sini. Semua karena satu pertanyaan yang sebenarnya bisa dijawab dengan sangat sederhana: tunjukkan ijazahnya. JK tidak bilang ijazahnya palsu. JK tidak bilang ijazahnya asli. JK bilang: kenapa dibiarkan? Dan itu adalah pertanyaan yang paling jujur dan paling relevan dari seluruh perdebatan ini. Soal hubungan JK dan Jokowi dan ini yang jarang diketahui publik: JK mengklaim dialah yang membawa Jokowi ke Jakarta. Dari Solo ke Jakarta. Memperkenalkan ke Ibu Mega sebagai calon gubernur yang baik. Tanpa gubernur mana bisa jadi presiden? Dan JK menjadi wakil Jokowi bukan karena ambisi pribadi. Justru sebaliknya JK mengaku mau pulang ke Makassar. Tidak mau terlibat. Tapi Ibu Mega yang meminta. Pak Yusuf, saya tidak mau tek kalau bukan Pak Yusuf yang wakilnya. Bahaya ini. Orang Golkar diminta oleh PDI-P untuk mendampingi kader PDI-P. Bukan karena partai. Bukan karena kepentingan pribadi. Tapi karena menurut Megawati Jokowi butuh didampingi orang yang berpengalaman. Dan JK menerima. Demi negara. Bukan demi Jokowi. Yang perlu gue garis bawahi dari seluruh pernyataan JK: JK tidak membela Jokowi dalam kasus ijazah ini. JK justru secara tidak langsung mengkritik Jokowi dengan cara yang paling halus tapi paling tajam: Kalau ijazahnya asli kenapa tidak ditunjukkan dari dulu? Tidak perlu sidang. Tidak perlu demo. Tidak perlu 2 tahun masyarakat ribut. Cukup satu langkah sederhana yang tidak pernah dilakukan. Dan ketidakmauan untuk melakukan langkah sederhana itu apapun alasannya adalah yang membuat seluruh drama ini terus berlanjut sampai hari ini. Dan soal tuduhan ke JK sendiri: Ini yang paling absurd dari kasus ini. JK — mantan Wakil Presiden dua periode, orang yang punya rekam jejak panjang di pemerintahan dituduh memberi Rp5 miliar kepada pihak yang bahkan tidak pernah dia temui. Dia tidak perlu panjang lebar membantah. Dia cukup tunjukkan isi chat bahwa dia menolak bertemu Rismon bahkan sebelum tuduhan itu muncul. Tapi ini juga mengkonfirmasi satu hal yang sudah lama dicurigai banyak orang: kasus ijazah ini sudah tidak murni soal ijazahnya lagi. Sudah jadi alat untuk menyeret nama-nama besar yang tidak ada hubungannya JK, Puan, SBY ke dalam narasi yang semakin tidak jelas arahnya. Jusuf Kalla sudah berbicara dengan cara yang paling jelas dari semua pihak yang terlibat dalam drama ini. Pesannya sederhana: Kalau ijazah itu asli tunjukkan. Selesaikan. Jangan biarkan rakyat ribut dua tahun untuk sesuatu yang bisa dijawab dalam satu hari. Dan kalau ada yang menggunakan kasus ini untuk menyeret nama orang lain tanpa bukti itu bukan perjuangan kebenaran. Itu fitnah. JK sudah pilih berdiri di tempat yang jelas. Sekarang pertanyaannya: kapan pihak yang paling bisa menjawab pertanyaan ini mau melakukan hal yang sama?

Indonesia
341
35
132
21.7K
hari
hari@hari44532750·
@Kingcube12 @tham878 Masak gak paham watak Mulyono si raja ngibul mobil Esemka yang dibanggakan ghoib apalagi selembar ijasah itu ma mudah
Indonesia
0
0
0
25
Carrot
Carrot@Kingcube12·
@tham878 Kocak bgt emang gerombolan kalah Pilpres Emangnya klo ijasahnya jokowi atau gibran palsu itu knp ya? Ijasah bkn tanda org pintar dan bs kerja
Indonesia
24
0
1
598
♏💤🇯🇵🅰️🇱🅴❎™️✪ⓃⓀⓇⒾ🇮🇩
Benar sekali Mbak, hanya ijazah Pak Jokowi & Mas Gibran yg terus menerus di permasahkan. Sementara ijazah mantan presiden & mantan wapres lain tak pernah diungkit bahkan fotokopi ijazah mrk tak pernah beredar ke publik tdk pernah di pertanyakan. Klo standarnya berbeda hanya krn sosoknya, publik tentu bisa menilai sendiri ada apa di balik semua kegaduhan ini, sudah jelas krn sakit hati ingin melemah popularitas Pak Jokowi & Mas Gibran.
Indonesia
195
50
182
7.6K
hari
hari@hari44532750·
@ainul265 @DedynurPalakka Dengan PD dan gagah tunjukkan SIM, BPKB dan STNK padahal tidak ada yang menanyakan lha ijasah kok disembunyikan apakah malu atau takut ketahuan ?
Indonesia
0
0
0
9
AH_Inoel
AH_Inoel@ainul265·
@DedynurPalakka Iya Mulyono memang menyebalkan hanya ternak ternak nya saja yang memuja bahkan disamakan dengan nabi, koplak stadium 4 🤣🤣🤣
Indonesia
2
0
12
535
hari
hari@hari44532750·
@Mundiwangi4 Ini adalah narasi para Termul karena JK dianggap mempermalukan Mulyono terkait ijasah palsu
Indonesia
0
0
0
207
Mundiwangi
Mundiwangi@Mundiwangi4·
Andai Yusuf Kalla adalah Nonis Maka dalam waktu 1x24 jam sudah digelandang ke kantor polisi.. Hingga dicap sebagai PENISTA agama
Indonesia
208
216
1.1K
24.9K
hari
hari@hari44532750·
@Tita83079013 Termul jika otaknya sepotong ya seperti ini tdk mendengarkan secara utuh dipotong seolah JK melakukan penistaan agama mana mungkin JK adalah pihak pendamai dikala konflik Ambon dan Poso
Indonesia
0
0
0
124
Tita
Tita@Tita83079013·
Tidak butuh dialog
Tita tweet media
Indonesia
185
117
469
9.6K
hari
hari@hari44532750·
@jansen_jsp Pidato pak JK ditarik oleh pihak tertentu tujuan politis, karena pak JK dianggap ikut terlibat dlm pusaran dan pihak yang menganjurkan Mulyono utk menunjukkan ijasah asli tentu para Termul marah mana mungkin menunjukkan ijasah aslinya lha dia sendiri tdk tau
Indonesia
0
0
1
42
Jansen Sitindaon
Jansen Sitindaon@jansen_jsp·
Saya sudah menonton lengkap ceramah/pidato pak Jusuf Kalla (JK). 1) Kalau kita menonton video tersebut secara keseluruhan dan meletakkan pidato tersebut pada konteks yang ingin dituju dan disampaikan: sebagai Kristen saya tidak melihat ada ucapan pak JK yang menyinggung. Berikut penjelasannya: 2) Dalam video tersebut pak JK sedang berbicara dari sudut tokoh atau orang yang mendamaikan konflik Poso dan Ambon, selaku pelaku sejarahnya langsung. 3) Pak JK menjelaskan realitas dan fakta di lapangan ketika itu — yang beliau lihat, alami dan dengar sendiri — dimana “sentimen” agamalah yang membuat konflik tersebut jadi berkepanjangan, berdarah-darah dan memakan banyak korban. Karena kedua belah pihak sama-sama meyakini sedang “berjuang bahkan berperang dijalan suci”. 4) Gaya komunikasi Pak JK dalam ceramah tersebut aku melihat: memang berfokus pada pendekatan historis, sebagai pelaku sejarah langsung. Daripada sekadar menyebutkan istilah agama tertentu secara benar dan tepat. Karena memang ini bukan ceramah “akademik” tentang perbandingan agama. 5) Kalau mau tepatnya, kalau di Islam ada “mati syahid", kalau di kita Kristen mungkin lebih kurang disebut “mati sebagai Martir”. Itulah yang mungkin pak JK lihat ada di benak dan dipusaran 2 kelompok yang bertikai saat itu. Sama saja sebenarnya keduanya. Karena iman dan keyakinan-nya, masing-masing pihak rela menantang maut bahkan mati mengorbakan nyawanya untuk konflik ini. 6) Melalui pidatonya ini aku melihat, pak JK malah sedang mengingatkan kita kembali — generasi sekarang — tentang bahayanya radikalisme dan konflik berlatarbelakang agama. Inilah inti pidato pak JK. 7) Jadi menurutku, tidak perlulah kita umat Kristen tersinggung karena pidato pak JK tersebut. Karena pidato tersebut bukan mau menyerang ajaran agama kita. Pidato itu bukan ceramah yang mau membedah ada tidaknya “mati syahid” dalam ajaran Kristen? Bukan itu. 8) Fakta yang tidak bisa dibantah, konflik Ambon itu memang nyata dan benar ada. Poso juga. Dan yang bertikai sama-sama membawa keyakinan Agamanya ke pusaran konflik. Itulah yang membuat 2 kelompok yang bertikai jadi sama-sama teradikalisasi dan “ganas” (kalau istilahku). Berbeda dengan konflik dan kerusuhan umumnya. 9) Dan faktanya juga, yang mendamaikan konflik itu ya pak JK. Logikanya, kalau beliau mau menyerang agama tertentu, tidak mungkin dia dipercaya kedua belah pihak dan akhirnya bisa mendamaikan konflik tersebut. 10) Terakhir: sebagai penutup, mari kita lihat bagian lain dari pidato itu — yang satu kesatuan juga sebenarnya dengan video yang viral — dimana pak JK menegaskan bahwa tidak ada agama, baik itu Islam ataupun Kristen yang mengajarkan membunuh orang masuk surga. Berikut saya kutip ucapan pak JK: “Tunjukkan ke saya, agama Islam dan Kristen yang mengatakan membunuh orang tidak bersalah masuk surga? Di Islam tidak ada, di Kristen tidak ada.” 11) Ucapan diataslah sebenarnya inti dari pidato/ceramah pak JK. Mau agama apapun, tidak ada itu masuk surga kalau membunuh. Apalagi membunuh saudara sebangsanya sendiri. Baik di Islam atau Kristen, tidak ada namanya mati syahid kalau membunuh orang tak bersalah! 12) Terkait laporan polisi yang sudah masuk, menurutku tidak perlu dilanjutkan dan diperpanjang. Karena memang dari ucapan pak JK tidak ada “mens rea” nya. Tidak ada kandungan niat jahatnya untuk memojokkan, menjelekkan apalagi menista agama Kristen. Karena pidato itu memang bukan tentang agama atau ajaran agama tertentu. Tapi tentang konflik berlatarbelakang agama yang tidak boleh lagi terulang di bangsa ini. 13) Kedua pelapor aku kenal baik. Sahat dan Gusma, keduanya orang baik, terpelajar, generasi terbaik dan pemimpin muda yang ada di Kristen Protestan & Katholik saat ini. Aku yakin akan ada penyelesaian yang baik terkait masalah ini. 14) Sekali lagi: inti keseluruhan pidato pak JK bukan tentang menyerang ajaran agama, dalam hal ini Kristen. Tapi tentang konflik yang tidak boleh lagi terulang. Demikian sikapku Hormatku, JANSEN SITINDAON
Indonesia
422
798
2.2K
72.1K
hari
hari@hari44532750·
@I5AMA @jhonsitorus_19 Tidak perlu diperlebar mending klarifikasi dg yang bersangkutan jika digoreng tidak menutup kemungkinan konflik horisontal akan terjadi diseluruh Nusantara
Indonesia
0
0
1
263
preet
preet@I5AMA·
@jhonsitorus_19 Fakta demikian, perang salib bukti kebengisan kristen. Konflik Ambon poso terjadi saat kristen mayoritas dan Islam sedikit, sementara ditempat mayoritas Islam, Kristen aman terlindungi
Indonesia
14
2
66
4.2K
Jhon Sitorus
Jhon Sitorus@jhonsitorus_19·
Sebaiknya pak Jusuf Kalla meminta maaf saja atau setidaknya beri penjelasan. Kalo mau ceramah, ceramah Agamamu saja jangan bawa2 agama Kristen. Apalagi bawa2 SYAHID yang seolah2 menghalalkan pembunuhan. Anda melukai hati umat Kristen, setidak2nya menyinggung hati kami.
Jhon Sitorus tweet media
Indonesia
361
104
435
31.9K
hari
hari@hari44532750·
@TinotoMd Mulyono itu persis emak-emak kalau sien kiri nyala bukannya ke kiri tapi ke kanan, jika disakunya ada uang 11 ribu trilyun itu artinya negara sedang bangkrut ditangannya kebanyakan hutang 😁🤭
Indonesia
0
0
0
27