Muhammad Hasya Sabila

652 posts

Muhammad Hasya Sabila banner
Muhammad Hasya Sabila

Muhammad Hasya Sabila

@hasyaalive

I walk through tech like a whisper. I touch code with scripture. Hasya, the one you never knew you needed. | Soul-powered

Katılım Nisan 2022
440 Takip Edilen143 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Muhammad Hasya Sabila
Muhammad Hasya Sabila@hasyaalive·
"Yaa Rabb, ajari aku untuk sibuk pada apa yang Engkau ridhoi,bukan apa yang hanya ingin aku menangkan."
Indonesia
0
1
5
965
Muhammad Hasya Sabila
Muhammad Hasya Sabila@hasyaalive·
Kamu dibilang pilih-pilih? Dibilang sombong karena nolak yang “ga selevel”? Khadijah RA menolak SEMUA pangeran Mekah.
Indonesia
1
1
1
51
Muhammad Hasya Sabila
Muhammad Hasya Sabila@hasyaalive·
Di buku The Khadijah Effect secara khusus: “Perempuan yang Menolak Seluruh Pangeran Mekah”. Standar bukan sombong, itu tanggung jawab terhadap diri sendiri. Mau baca bagian yang bikin kamu berani bilang ‘tidak’ dengan tenang? Reply ‘STANDAR’ yaa #TheKhadijahEffect”
Indonesia
0
0
0
47
Muhammad Hasya Sabila
Muhammad Hasya Sabila@hasyaalive·
Dan banyak orang hari ini tersakiti bukan karena ditolak Tapi karena tidak pernah punya standar sejak awal.
Indonesia
1
0
0
10
Muhammad Hasya Sabila
Muhammad Hasya Sabila@hasyaalive·
Mungkin hidup kita hancur kemarin. Dan wajar kalau sisa beratnya masih menempel hari ini. Luka tidak punya tombol off. Syukur tidak menipu kenyataan. Syukur memperluas perspektif.
Indonesia
0
0
1
85
Muhammad Hasya Sabila
Muhammad Hasya Sabila@hasyaalive·
@skyholicc88 narasi seperti ini tidak merugikan Timothy terlebih dulu. Yang pertama rusak justru kredibilitasmu sendiri. Orang bisa salah. Orang bisa dikritik. Tapi kebencian tidak pernah membuat kritik menang.
Indonesia
0
0
0
212
skyholic888
skyholic888@skyholicc88·
Tidak semuanya bisa dibayar dengan uang. Kalian gak belajar dari kasus - kasus sebelumnya?? Berapa banyak triliuner yg disikat2in beberapa tahun belakangan? Emang timboti lebih kaya dari mereka? lebih powerful dari mereka? Kalau kebenaran dan masyarakat sudah bersatu, uang seberapa banyak pun gak akan bisa menang. 👌🏽
Elyon@Elyon690787

@skyholicc88 @OscarDarmawan @WilliamSutanto Bang jujur gua ragu misal lu berhasil laporin timo dan culay kayak nya mereka pun bisa bayar dan lawyer yg di sisi mereka juga lu tau lah bang gua ragu uang gua bakal balik mines gua di atas $10k soal nya ber kali kali lipat 😭

Indonesia
350
58
413
95.7K
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
SOMEBODY PLEASE HELP HIM! Bismillahirrahmanirrahiim Kadang sejarah tidak runtuh dengan ledakan, tetapi dengan suara yang pelan, rambut yang menipis, langkah yang melambat, dan tatapan seseorang yang tiba-tiba tampak jauh dari dirinya sendiri. Dalam neurosains, tubuh mencatat semua yang tak diucapkan. Kortisol memendekkan telomer, ekor kromosom yang menjadi penanda harapan hidup, Inflamasi kronik mengubah ekspresi gen, dan wajah adalah layar bioskop tempat memori hidup diputar ulang. Rambut gugur bukan hanya genetika, ia simbol mahkota biologis yang perlahan kembali ke tanah. Dalam imunologi klinis, kita mengenal fenomena ketika tubuh menyerang dirinya sendiri. Autoimun berat sering menampakkan tanda yang tak keras suaranya, namun dalam diamnya kita membaca perang dari dalam: •kulit pucat, warna tidak stabil, mudah meradang, •moonface akibat retensi cairan dan efek steroid kronis, •rambut menipis cepat, seperti mahkota yang mulai melepas bebannya, •langkah yang pelan: bukan lemah, tapi seperti tulang yang memikul beban yang dibikin sendiri, •tatapan kosong: brain fog, ketika pikiran lelah berperang dengan segala keadaan yang tak lagi bisa diatur dan dikuasai, •postur sedikit membungkuk, seolah tubuh berkata aku bersikeras membalikkan waktu. Tulisan ini bukan untuk menuduh seorang tokoh sakit. Ini daftar tanda klinis umum, tetapi juga metafor politik tubuh. Karena sering kali sejarah dan biologi memiliki pola yang sama: tubuh yang lelah = kekuasaan yang selesai, wajah yang pucat = cahaya kuasa yang menurun, mahkota rambut yang luruh = era yang selesai. Kekuasaan jarang runtuh dengan kerusuhan. Ia surut dengan keheningan. Dengan hilangnya karisma biologis, dengan publik yang tidak lagi terpikat pada narasi lama, dengan tubuh yang perlahan berubah menjadi cerminan saatnya layar panggung ditutup Kita hidup di titik balik peradaban Nusantara. Gelombang politik bergeser dari visual ke substansi, dari teater kuasa ke audit memori, dari figur tunggal ke kesadaran kolektif. Indonesia sedang memasuki fase Working Prophecy, dimana sejarah tidak hanya dicatat, tetapi dirombak, ditafsir ulang, dan dilahirkan kembali. Ini bukan tentang satu sosok. Ini tentang sebuah era yang menua, tentang medan energi bangsa yang bergerak, tentang cerita yang meminta penulis huruf pertama baru. Mungkin gejala-gejala pada tubuh hanya potongan kecil. Namun bagi yang membaca dengan mata batin, itu terasa seperti frekuensi alam yang berkata lirih: “Bab ini sudah selesai.” Autoimun biologis adalah ketika tubuh memerangi dirinya. Autoimun politik adalah ketika bangsa memerangi ingatannya. Dan di tengah inflamasi sosial itu, kita ditanya: Apakah kita akan terus sakit, atau mulai menyembuhkan diri sebagai satu tubuh bernama Indonesia? Bangsa ini sedang berganti kulit. Dan setiap helai rambut yang gugur di panggung sejarah, adalah tanda bahwa halaman berikutnya menunggu dituliskan. Saya, untuk kesekian kalinya berkata: tolongan diingatkan, kondisinya serius dan perlu perawatan, sebelum semuanya terlambat. Laa haula wala quwwata ilabillah. Salam takzim dr. Tifauzia Tyassuma, M.Sc
Indonesia
220
408
1.2K
38.1K
Muhammad Hasya Sabila retweetledi
Muhammad Hasya Sabila
Muhammad Hasya Sabila@hasyaalive·
@DokterTifa Izin dok🙏 Ya, Joko Widodo tidak suci kebijakannya bermasalah Banyak skandal untuk dikritik Banyak ketidakadilan yang nyata dirasakan orang kecil Itu fakta politik Dan kritik atas itu legitim Tapi dok, anda bukan mengkritik Itu dehumanisasi yang dibungkus estetika intelektual.
Indonesia
8
1
19
2.3K
Muhammad Hasya Sabila
Muhammad Hasya Sabila@hasyaalive·
Ambillah segala yang kami genggam, asal Engkau kembalikan diri kami kepadaMu. Aamiin
Indonesia
0
0
1
39
Muhammad Hasya Sabila
Muhammad Hasya Sabila@hasyaalive·
Ya Rabb… kami tidak ingin jadi Tuhan lagi. Kami hanya ingin Engkau kembali menjadi segalanya. Buatlah kami hamba yang hina di dunia, asal Engkau muliakan kami dengan ampunan Mu. Biarkan kami miskin di hadapan manusia, asal Engkau kayakan kami dengan ridhaMu.
Indonesia
1
0
1
65
Muhammad Hasya Sabila
Muhammad Hasya Sabila@hasyaalive·
Rasa takut lebih membunuh daripada apapun. Ia mencuri keberanian sebelum takdir sempat bekerja. Dan sayangnya, ia luarbiasa kronis karena menyamar sebagai kewajaran logika. Utas ini dibuat panjang.semoga berkenan untuk dibaca
Indonesia
1
0
1
80