bith🍓

69.6K posts

bith🍓

bith🍓

@hellobithaa

Random account: nulis di wattpad

Bumi Katılım Nisan 2020
871 Takip Edilen4.6K Takipçiler
°❀⋆. shunda ˃ᴗ˂ ᰔ
buat kakak- kakak yang udah menikah, mau tanyaaa dong. itu menentukan budget bagian cewek cowoknya gmn aja? biasanya kalau cewek ngecover biaya apa? cowok biaya apa? izinnn🙏🏻👍🏻😂
Indonesia
23
0
123
22.1K
bith🍓 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili. Di tengah rupiah Rp17.700. Di tengah badai PHK yang mengintai. Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan. Di tengah anggaran pendidikan yang dipotong 44% untuk MBG. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan: Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa. Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu: Seribu Layar Bioskop Di desa. Dari APBN. Dari uang pajak rakyat. Di 2027. Dan ini yang paling menggelikan: Alasannya mulia. Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah. Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal. Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu: Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa? Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung: 88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1. IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia. Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. 50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis. Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan. Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak. Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang. Tapi DPR punya solusi: Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak. Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada. Bukan perpustakaan desa. Bukan laboratorium sains. Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur. Tapi bioskop. Dan ini logika yang paling sederhana: Dr. Tirta sudah bilang: rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten. Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya. Ahok sudah bilang: kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas. Mahfud MD sudah bilang: demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar. Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya. Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop. Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur. Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya. Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya. Dan ini yang paling menohok: Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan Tidak butuh bioskop. Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78. Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing. Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian. Karena bioskop tidak mengubah nasib. Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah. Dan angkanya bicara sendiri: 1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN. Uang yang sama bisa dipakai untuk: menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai. Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi yang diusulkan adalah bioskop. DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat. DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat. Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop. Rakyat yang pintar akan tanya: kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa? Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema? Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional? Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
583
4.6K
9.1K
414.6K
bith🍓 retweetledi
yaya
yaya@diamondlight26·
Enakkkk bgttt plissss
Indonesia
0
28
240
3.3K
bith🍓
bith🍓@hellobithaa·
@trukbeko kepala burung ya kak 😭 mirip ini 🐧
Indonesia
0
0
0
121
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
sarannya dong bang 🩷
YAPPINGFESS tweet media
Indonesia
315
16
293
96.5K
bith🍓
bith🍓@hellobithaa·
lagi mencari kegiatan positif—positif gila 😭
Indonesia
0
0
1
163
bith🍓 retweetledi
bibititi
bibititi@bibitititelitit·
Summon para penulis AU bertema musik! Deadline-nya 27 Mei 2026. Gass poll!!! ✨️
bibititi tweet mediabibititi tweet media
Indonesia
2
2
8
612
bith🍓
bith🍓@hellobithaa·
Oh dulu itu bukan karena ‘beda’ tp emang nggak ada rasa aja wkwkw buktinya sekarang bisa
Indonesia
0
0
0
264
bith🍓 retweetledi
°❀⋆. shunda ˃ᴗ˂ ᰔ
Ghost in The Cell Installation at Nirmana, Falatehan. JUJUR FOMO BANGET PENGEN KESINI. Joko Anwar selalu gokil kalau mempersembahkan sesuatu pasti totalitas. Kalian ada yang udah pernah ke sini belum, sih? NGACUNG PLSS biar diri ini makin FOMO😔☝🏻
°❀⋆. shunda ˃ᴗ˂ ᰔ tweet media°❀⋆. shunda ˃ᴗ˂ ᰔ tweet media
Indonesia
3
3
10
2.1K
bith🍓
bith🍓@hellobithaa·
kerja bro… ra mung plengarplenger
Indonesia
0
0
0
349
bith🍓 retweetledi
bibititi
bibititi@bibitititelitit·
'MEREKA', bapak ini menggunakan kata ganti 'mereka', artinya dia tidak termasuk. Dia tidak menggunakan kami atau kita yg maknanya besama-sama. Dia me-liyan-kan rakyatnya sendiri, menjadikannya 'the others'. Tandanya apa? Yes, DIA MAU KAYA SENDIRI. HATCHU!!
Culesian@scrollsampah

emang bener gaes kalian gak pengin kaya raya?

Indonesia
1
7
10
813
bith🍓
bith🍓@hellobithaa·
Gue sampai rela jadi babu di luar negeri bertahun tahun tuh pengen hidup layak KAYA RAYA PAK! Bukalah matamu itu
Indonesia
0
0
1
336