Hendi Shu

456 posts

Hendi Shu banner
Hendi Shu

Hendi Shu

@hendishu

Katılım Aralık 2025
26 Takip Edilen9 Takipçiler
Hendi Shu
Hendi Shu@hendishu·
komenan org miskin
Bimo@beemo2satrio

@TradingDiary2 desain nya norak abis dah, culturally out of place. baik di china maupun di indo. selera bagus emang gabisa dibeli

Indonesia
0
0
0
54
Hendi Shu retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ririe istrinya Ibam. Makasih banyak atas dukungan yang terus mengalir untuk Ibam dari berbagai tempat. Teruntuk yang belum paham perkara suami saya, atau yang tidak mengikuti sidang, saya mohon sebesar-besarnya untuk mempelajari kasus Ibam secara jujur agar tidak menzalimi keluarga saya dengan mengutip setengah-setengah informasi yang tidak sesuai dengan fakta persidangan. Sebagai seorang istri yang terus mendampingi Ibam dalam setiap persidangan, izinkan saya membagikan empat fakta yang telah terungkap sepanjang sidang hingga tuntutan: 1.⁠ ⁠Pertama, terungkap di persidangan, Ibam diminta peserta rapat 17 April 2020 untuk menjelaskan masukan terkait kebutuhan laptop hanya untuk aplikasi asesmen/ujian. Namun, kemudian masukan Ibam dikutip tidak utuh oleh pejabat, dan dinarasikan seakan-akan masukan itu adalah "arahan" untuk SELURUH pengadaan. 2.⁠ ⁠Kedua, setelah rapat 17 April 2020 di atas, Ibam sudah memberi masukan tertulis spek yang netral, yaitu Windows dan Chromebook sekaligus, di tanggal 22 April 2020. Faktanya, terungkap dari kesaksian Tim Teknis, pada 27 April 2020 mereka ditunjukkan satu potongan dokumen masukan Ibam, namun oleh pejabat dipelintir bahwa masukan tersebut hanya Chromebook. Kemudian Tim Teknis diarahkan pejabat tersebut untuk buat survey dan kajian Chromebook, SEBELUM buat kajian Windows. Terus bagaimana dengan kesaksian pejabat yang bilang "kajian sebelumnya diabaikan, dikasih yang baru, dan spesifikasinya sudah ditentukan"? Tak lain tak bukan adalah upaya cuci tangan yang tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap sepanjang sidang-sidang berikutnya. Karena kemudian terungkap: pejabat itu sendiri yang ternyata menyuruh tim teknis untuk buat kajian Chromebook dulu, baru setelahnya buat kajian Windows. Jadi sudah terungkap bahwa narasinya dibolak-balik, agar yang disalahkan atas agenda pejabat tersebut adalah Ibam. Terungkap juga di fakta persidangan: pejabat tersebut mengubah spek masukan Ibam, membocorkan spek ke vendor, berkoordinasi dengan vendor untuk pilih merk pemenang, serta terima keuntungan dari vendor. 3.⁠ ⁠Ketiga, terkait narasi "Ibam buat kajian Chromebook", bahkan di dalam tuntutan akhir JPU sudah TIDAK ADA LAGI tuduhan Ibam sebagai yang buat kajian teknis Chromebook. Hal ini karena sudah dipatahkan oleh fakta-fakta persidangan, seperti rekaman sidang di bawah. Tim Teknis mengakui: Ibam tidak ikut pembuatan kajian Chromebook, 80% masukan Ibam ditolak dan tidak masuk kajian, bahkan bukti screenshot yang ditampilkan di sidang menunjukkan Ibam tidak tahu kapan kajian selesai dibuat. 4. Keempat, pegawai yang mengurusi pendanaan yayasan tempat Ibam jadi konsultan, sudah bersaksi di sidang, kalau gaji Ibam berasal dari CSR (donasi) dua perusahaan: Djarum Foundation dan Wardah. Keduanya tidak ada hubungannya dengan pengadaan dan tidak punya konflik kepentingan. Mereka berdonasi sebagai perusahaan yang punya kepedulian atas pendidikan Indonesia. Semuanya terang benderang, kalau saja lihat sidang secara keseluruhan, dan bukan sepotong-potong. Sekarang sudah H-2 putusan. Insya Allah semua fakta tersebut sudah terbuka di depan majelis hakim. Saya tak hentinya berdoa semoga Allah membukakan mata hati para majelis hakim agar bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya untuk Ibam. Mohon juga dukungan dan doa teman-teman semua untuk yang terbaik bagi keluarga kami.
Ibrahim Arief@ibamarief

Saksi Tim Teknis: kajian yang merekomendasikan Chromebook BUKAN atas arahan Ibrahim Arief 🚨 Ibam didakwa membuat kajian 8-16 Juni 2020 yang mengarah pada Chromebook ⚠️ Terungkap dalam sidang: Kajian tersebut dibuat sejak 27 April 2020 atas arahan Cepy Lukman ke Tim Teknis 🚨

Indonesia
23
947
2K
121.6K
Hendi Shu retweetledi
The Reds Indonesia
The Reds Indonesia@The_RedsIndo·
Semua yang dilakukan Prabowo membuat apa yang diselesaikan SBY dan Jokowi terlihat lebih mending. Jokowi emang ancur dan haus kekuasaan, tapi periode pertama masih oke. Kabinet diisi proporsional dari profesional dan partai. Pembangunan dan ekonomi masih stabil. Lah Prabowo? Kabinetnya aja gendut dan gada meritokrasi. Ekonomi super ambruk karena program ambisius MBG dan Kopdes Merah Putih yang dipaksa jalan terus. SBY juga pembabat hutan yang handal dan lingkarannya koruptor semua dan angka-angka korupsinya sangat besar untuk zaman itu, tapi karena ada oposisi, jadi kinerjanya masih cenderung terkontrol. Korupsi ada tapi diadili, nepotisme juga ada pas nunjuk iparnya jadi KASAD, tapi ga dimentokin juga jadi Panglima atau Menhan. Lah Prabowo? Ajudannya aja dijadiin Seskab, dibuatin aturan biar bisa jabat tanpa pensiun dari TNI. MBG dijalankan dengan anggaran 300 triliun pertahun lebih tanpa akuntabilitas. Terus dulu SBY punya super minister namanya Pak Kuntoro, orang hebat dan cerdas. Jokowi punya super minister namanya Luhut, jago lobi dan punya manajemen yang bagus walaupun licik. Lah Prabowo? Super ministernya aja Teddy Indra Wijaya. Dari sini udah bisa diukur ancurnya.
The Reds Indonesia@The_RedsIndo

Prabowo ini bikin semua presiden pendahulunya jadinya terlihat bener kerjanya. SBY itu nilainya 3/10, Jokowi 2/10 tapi Prabowo ini beneran 0/10. Nepotismenya gila. Temennya ditunjuk jadi Menhan yang ngurusin koperasi. Ajudannya dijadiiin Seskab. Adiknya dikasih jabatan multifungsi. Ponakannya dikasih Deputi BI. Ekonomi lagi ambruk-ambruknya tapi presidennya macem gini. Hancur total.

Indonesia
128
1.8K
5.4K
193.4K
Hendi Shu retweetledi
The Reds Indonesia
The Reds Indonesia@The_RedsIndo·
Prabowo ini bikin semua presiden pendahulunya jadinya terlihat bener kerjanya. SBY itu nilainya 3/10, Jokowi 2/10 tapi Prabowo ini beneran 0/10. Nepotismenya gila. Temennya ditunjuk jadi Menhan yang ngurusin koperasi. Ajudannya dijadiiin Seskab. Adiknya dikasih jabatan multifungsi. Ponakannya dikasih Deputi BI. Ekonomi lagi ambruk-ambruknya tapi presidennya macem gini. Hancur total.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Prabowo tunjuk adiknya, Hashim Djojohadikusumo, sebagai Ketua Satgas Taman Nasional

Indonesia
857
24.3K
61.9K
1.6M
Hendi Shu retweetledi
Suzuuumeom
Suzuuumeom@Xsuzuuu·
Abadikan aja momen yang sekarang di setiap foto, pasti kalian bakal nyesel kalo ngga abadiin, waktu udah ngga bis balik lagi ke waktu itu
Indonesia
4
45
108
966.2K
Hendi Shu retweetledi
Ken Kesey
Ken Kesey@berhomonim·
Saya komentar agak ndakik-ndakik ya Kak. Salah kaprah jika kita mengukur pendidikan hanya dari sudut kegunaan langsung (immediate applicability). Pendidikan adalah fondasi, bukan alat kerja langsung. Sekolah bertugas membangun fondasi kognitif (pengetahuan dasar & cara berpikir) yang nanti akan “dihidupkan” di jenjang yang lebih tinggi atau di konteks spesifik karier. Contoh macam praktikum kimia di SMA (seperti menentukan sifat larutan asam-basa dengan lakmus, indikator, atau pH) bukan dirancang supaya kamu bisa langsung bikin sabun atau pupuk di rumah. Tujuannya justru mengajarkan metode ilmiah. Tidak semua alumni IPA harus jadi ilmuwan. Tapi semua warga negara perlu literasi sains minimal supaya tidak mudah dibohongi hoax, iklan palsu, atau kebijakan pseudosains. Kalau semua mata pelajaran harus “langsung kepake”, pendidikan jadi sempit dan justru bisa berbahaya.
bryan@menbrrr

Alumni anak IPA mau nanya, penelitian waktu SMA dulu, beneran kepake di dunia nyata gak sih? 🤣

Indonesia
44
1.2K
3.4K
70.5K
Hendi Shu retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Bismillah, mudah2an case closed untuk tuduhan saham. Sudah ditunjukkan di sidang: bukti potong pajak 2021, angka match tuntutan 100%, confirm saham pendiri Bukalapak. Bukan korupsi. Ibam bersih. Terima kasih @achmadzaky sudah bantu meluruskan. H-4, mohon doanya Ibam bebas. 🙏🏼
Ibrahim Arief tweet media
Indonesia
84
1.5K
4K
248.7K
Hendi Shu retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M
Hendi Shu retweetledi