hilal

27.8K posts

hilal banner
hilal

hilal

@hilalalify

A decepticon

Jawa Timur, Indonesia Katılım Kasım 2010
795 Takip Edilen1.1K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
hilal
hilal@hilalalify·
Cara sehat main X: 1. Hindari echo chamber. 2. Hindari strawman fallacy. 3. Hindari over generalization fallacy. 4. Hindari confirmation bias. Empat hal yg perlu dihindari itu subur banget dalam X.
Indonesia
0
0
4
815
#AyoMoveOn2024
#AyoMoveOn2024@Fahrihamzah·
MEMPERBAIKI MBG BERSAMA PROF. SUMITRO. Oleh: Fahri Hamzah. Alumni FE UI Angkatan 1992. Kasus dugaan korupsi yang mulai menyeret pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesungguhnya tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan hukum. Tentu saja aparat penegak hukum harus bekerja dan setiap penyimpangan harus ditindak. Namun jika kita berhenti pada urusan penangkapan pelaku dan perhitungan kerugian negara, kita berisiko kehilangan kesempatan untuk memahami masalah yang lebih mendasar. Sebab pengalaman panjang pembangunan di Indonesia menunjukkan bahwa hampir semua program besar yang mengelola anggaran dalam jumlah sangat besar pada akhirnya menghadapi persoalan yang sama: ketika desain kelembagaannya lemah, program yang lahir dari niat baik perlahan berubah menjadi arena perebutan rente. Padahal MBG lahir dari salah satu gagasan paling mulia yang pernah dimiliki negara. Tidak ada bangsa yang dapat menjadi besar jika anak-anaknya tumbuh dalam keadaan kekurangan gizi. Tidak ada strategi pembangunan sumber daya manusia yang lebih mendasar daripada memastikan setiap anak memperoleh asupan yang cukup untuk tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan mengembangkan seluruh potensinya. Karena itu, saya termasuk orang yang percaya bahwa tujuan besar MBG harus dijaga dan dipertahankan. Justru karena saya percaya pada tujuan itulah saya merasa program ini perlu dievaluasi secara serius. Sebab ancaman terbesar bagi MBG bukanlah kritik dari luar, melainkan ketika program ini perlahan kehilangan ruh yang melahirkannya. Ketika perhatian kita hanya tertuju pada jumlah porsi yang dibagikan, besarnya anggaran yang terserap, atau banyaknya dapur yang dibangun, kita bisa lupa pada pertanyaan yang lebih penting: ekonomi siapa yang sebenarnya sedang dibangun melalui program ini? Pertanyaan itu mengingatkan saya pada pemikiran Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Dalam banyak tulisan dan kebijakannya, Sumitro selalu melihat pembangunan dari sudut yang berbeda. Ia tidak memulai dari negara, melainkan dari rakyat. Ia tidak memulai dari belanja pemerintah, melainkan dari kemampuan masyarakat untuk berproduksi. Bahkan ketika menulis disertasi terkenalnya tentang kredit rakyat pada masa depresi ekonomi, perhatian utamanya bukanlah bagaimana negara membagikan bantuan, melainkan bagaimana rakyat tetap dapat bekerja, menghasilkan, dan bertahan di tengah kesulitan. Cara berpikir seperti itulah yang menurut saya perlu dibawa ke dalam evaluasi MBG. Sebab jika dilihat lebih dalam, MBG sebenarnya bukan sekadar program pemberian makanan. MBG adalah pasar. Bahkan mungkin salah satu pasar terbesar yang pernah diciptakan negara Indonesia. Setiap hari jutaan porsi makanan harus tersedia. Setiap hari harus ada beras, telur, ikan, ayam, sayuran, buah-buahan, susu, dan berbagai komponen gizi lainnya. Di balik setiap porsi makanan terdapat rantai produksi yang sangat panjang dan melibatkan jutaan orang. Masalahnya adalah kita belum cukup serius bertanya kepada siapa pasar raksasa itu diberikan. Ketika negara menciptakan permintaan pangan dalam skala yang begitu besar, sesungguhnya negara sedang menentukan siapa yang akan memperoleh manfaat ekonomi dari perputaran uang tersebut. Jika yang menikmati peluang itu adalah petani lokal, nelayan kecil, peternak rakyat, koperasi desa, dan UMKM pangan di berbagai daerah, maka MBG akan menjadi instrumen transformasi ekonomi yang luar biasa. Tetapi jika sebagian besar manfaatnya justru terkonsentrasi pada rantai pasok yang panjang, kelompok pemasok besar, atau perantara yang semakin jauh dari rakyat, maka kita sedang menyia-nyiakan kesempatan bersejarah.
Indonesia
203
18
74
28.6K
Mas Pur
Mas Pur@rasjawa·
Teman2, di umur berapa kalian mengetahui, jika kalian menjumpai es batu yang tidak bening/tidak transparan, itu berarti es batu nya dibuat dari air mentah, dan jika es batunya bening/transparan berarti dibuat dari air matang?
Mas Pur tweet media
Indonesia
147
142
871
499.7K
hilal
hilal@hilalalify·
@Jaedukatif Scr pribadi blm pernah ketemu koyo ngenean, mbah...
Indonesia
1
0
0
12
hilal
hilal@hilalalify·
Sepertinya tahun ini adalah tahunnya para komika dari Indonesia timur: pemenang suci 12, cahaya vs sencil, Ali You can Eat. Lalu entah kejutan apa lagi nanti ...
Indonesia
0
0
0
52
hilal
hilal@hilalalify·
Menyalin kitab faraid beraksara pego, karya Mas Muhammad Qoffal, ke dalam Microsoft Word. Skrg sudah sampai bab 'masalah kakek dan saudara/i". Bsk atau lusa lanjut lagi. #jurnalkeberhasikan #jurnalkesuksesan
Indonesia
0
0
0
18
Uni liswara
Uni liswara@Uniliswara0·
Tarian pembawa bencana Rp 18.000
Indonesia
167
2K
4.8K
129.6K