HT retweetledi
HT
6.4K posts

HT retweetledi
HT retweetledi
HT retweetledi
HT retweetledi

They say most Persib fans are just low-income, uneducated cuanki sellers. We embrace it because this club belongs to everyone
They say the biggest clubs should never have been relegated. We embrace it because the journey back to the top means so much more when you’ve started from the bottom
Three-peats, though? That’s something they’ll never be able to say

English
HT retweetledi

Cara Bandung Mewariskan Persib
Persib resmi menjuarai liga untuk ketiga kali secara beruntun sekaligus menjadi gelar liga kelima dalam sejarah Persib. Sebuah pencapaian yang membuat Bandung kembali tenggelam dalam lautan biru.
Namun video yang saya unggah ini sebenarnya bukan hanya tentang pesta juara.
Video ini adalah tangkapan kecil tentang bagaimana, dalam satu hari, kota Bandung sedang bekerja mewariskan kebesaran Persib.
Bagi banyak kota, klub sepakbola hanyalah hiburan akhir pekan. Datang ke stadion, menonton pertandingan, lalu pulang. Namun di Bandung, Persib Bandung tidak pernah sesederhana itu. Persib hidup sebagai identitas, sebagai cerita keluarga, sebagai sesuatu yang diwariskan bahkan sebelum seorang anak benar-benar memahami apa arti sepak bola.
Dan malam ini, warisan itu kembali dirayakan.
Di setiap sudut jalan, terlihat orang tua yang membawa anak-anak mereka ikut merayakan. Ada yang digendong di pundak. Ada yang berdiri diapit ayah-ibunya di atas motor dengan jersey yang agak kebesaran. Ada yang tertidur di pelukan ibunya di tengah suara klakson, flare, petasan, kembang api, dan nyanyian bobotoh yang tidak berhenti sejak sore.
Ada juga orang tua yang sejak siang sudah mengajak anaknya nobar di pinggir jalan, di warung, di layar besar kota, atau datang langsung ke stadion. Membiarkan mereka menikmati atmosfer sejak matahari masih tepat di atas kepala hingga akhirnya tenggelam bersama pesta kemenangan Persib.
Bahkan banyak orang tua yang rela berdiri atau duduk berjam-jam di pinggir jalan bersama anak-anak mereka hanya untuk menikmati suasana. Menunggu rombongan konvoi lewat. Menikmati euforia kota. Membiarkan anak mereka melihat sendiri seperti apa rasanya Bandung ketika Persib juara.
Bagi sebagian orang, itu mungkin terdengar tidak masuk akal. Anak kecil berada di luar rumah hingga larut malam. Jalanan penuh asap dan keramaian. Banyak risiko. Membahayakan.
Namun bagi banyak keluarga di Bandung, ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar perayaan malam itu.
Ini tentang warisan. Tentang bagaimana kecintaan terhadap Persib tidak diajarkan lewat kata-kata, melainkan lewat pengalaman. Lewat suasana. Lewat memori.
Anak usia tiga atau empat tahun mungkin belum benar-benar mengerti apa arti juara. Mereka mungkin hanya bengong melihat lautan manusia berpakaian biru. Mereka mungkin hanya melamun saat ayah-ibunya berada dalam situasi tegang menunggu hasil akhir. Bahkan mungkin mereka tidak akan mengingat detail malam ini ketika dewasa nanti.
Namun memori tidak selalu bekerja lewat logika.
Ada hal-hal yang diam-diam tinggal di dalam diri seseorang. Bau asap flare. Suara ribuan orang bernyanyi bersama. Wajah ayahnya yang begitu bahagia di malam Persib mencetak sejarah. Jalanan Bandung yang terasa hidup sampai dini hari. Dan mungkin juga momen ketika dirinya duduk kecil di pinggir jalan bersama keluarganya, menunggu konvoi lewat selama berjam-jam.
Semua itu perlahan berubah menjadi core memory.
Dan tanpa disadari, di momen-momen seperti inilah Persib diwariskan.
Bukan lewat teori. Bukan lewat paksaan. Tapi lewat rasa memiliki yang tumbuh perlahan sejak kecil.
Lalu suatu hari nanti, anak kecil yang malam ini hanya duduk diam di atas motor saat konvoi three-peat Persib, akan tumbuh dewasa. Dan mungkin, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya kelak.
Karena di Bandung, mendukung Persib bukan sekadar kebiasaan menonton sepakbola. Ia diwariskan.
Dari jalanan ke jalanan berikutnya. Dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dan pada 23 Mei 2026, sekali lagi, Persib sedang mencetak generasi-generasi baru yang akan terus mencintainya tak lekang oleh waktu.
Indonesia
HT retweetledi

Champions again and again, baby!
Enjoy it, Bobotoh! 🫶🏆⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
#PERSIBDAY #WeArePERSIB #PERSIBThreepeatChampions #PANCATAKHTA

English
HT retweetledi

Kejayaan ini tidak dibangun dalam semalam.
Dari generasi ke generasi. Melalui keringat, air mata, dan gemuruh tak henti dari Bobotoh, #PERSIB berhasil menegakkan #PANCATAKHTA 🏆
#WeArePERSIB #PERSIBThreepeatChampions #PANCATAKHTA
Indonesia
HT retweetledi

Kejayaan ini tidak dibangun dalam semalam.
Dari generasi ke generasi. Melalui keringat, air mata, dan gemuruh tak henti dari Bobotoh, #PERSIB berhasil menegakkan #PANCATAKHTA 🏆
#WeArePERSIB #PERSIBThreepeatChampions #PANCATAKHTA

Indonesia
HT retweetledi
HT retweetledi
HT retweetledi
HT retweetledi
HT retweetledi

THERE'S ONLY ONE BOJAN HODAK, ONE BOJAN HOOOODAAAAAK!!!!!
THREEPEAT WITH PERSIB, THREEPEAT BEST COACH OF INDONESIAN SUPER LEAGUE! CROATIAN MAGIC 🇭🇷🇭🇷🇭🇷🏆🏆🏆💙💙💙
#BandungFootball #BFCOM #Persib #Bobotoh #PersibDay

English
HT retweetledi
HT retweetledi

We Will Make It PosSIBle.
We Made It PosSIBle.
WE ARE THREE-PEAT CHAMPIONS OF THE LEAGUE🏆🏆🏆
#WeArePERSIB #PERSIBThreepeatChampions #PANCATAKHTA

English
HT retweetledi
HT retweetledi

PERSIB BANDUNG berhasil menjadi juara di Super League 2025/26 dan sekaligus membukukan threepeat. #MAUNGDAY

Indonesia
HT retweetledi

BANDUNG. HISTORICAL MOMENT. TIGA GELAR JUARA BERUNTUN. TIGA MUSIM, SATU NAMA, ABADI DALAM SEJARAH, PERSIB BANDUNG! ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
SEGALA PUJI KEPADA TUHAN SEMESTA ALAM! BARUDAAAAAAAKSSSSSS 🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹💙💙💙💙💙💙💙💙💙
#BandungFootball #BFCOM #Persib #Bobotoh #PersibDay

Indonesia
HT retweetledi











