Sabitlenmiş Tweet
★— 이해찬
36.5K posts

★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi

abang bales omongan dd kayak lembutttt banget segala ngangkat alis lagi ddnya malah nutup muka tuh salting apa gimana ya karena denger suara abang yang kayak gitu? argh gue betah muter berulang ni video😭
#hyeonkeon
Indonesia
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi

yg home mau ak peluk kalo manusia jir
sirius.@midnnacht
kata gua lu semua harus dengerin bruno major
Indonesia
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi

[FACT CHECK] Meluruskan Narasi yang Beredar Mengenai Hanni.
Beredar narasi yang menggambarkan seolah-olah Hanni menyerang grup lain. Namun, jika melihat kronologi dan pernyataan Hanni sejak awal, inti ceritanya tidak pernah berubah.
Hanni telah menceritakan insiden tersebut sebanyak 3 kali (KKT, siaran langsung, dan kesaksian di Majelis Nasional), dan keterangannya selalu konsisten. Sejak awal, Hanni menjelaskan bahwa seorang manajer dari grup lain meminta para member untuk mengabaikannya, sementara para member tetap menyapanya. Hanni juga tidak pernah menyebut nama grup tersebut maupun mengatakan bahwa para member melakukan mocking terhadap dirinya.
Selain itu, terdapat perbedaan yang cukup jelas antara isi artikel klaim ADOR dan narasi yang kemudian beredar di media sosial:
n.news.naver.com/article/448/00…
ADOR's claim: MHJ instructed the lawyers to include the incident involving another group's manager in the court filing.
The narrative being circulated: MHJ instructed Hanni to lie that another group mocked her.
(Klaim ADOR: MHJ meminta pengacara untuk menambahkan insiden ketika manajer I**** melakukan mocking terhadap Hanni ke dalam dokumen persidangan/gugatan.
Narasi yang beredar: MHJmenyuruh Hanni berbohong bahwa I**** mengejeknya dan Hanni mematuhinya)
Kedua pernyataan tersebut bukanlah hal yang sama.
Seorang K-Bunnies yang hadir langsung di persidangan juga menyatakan bahwa beberapa poin yang dijadikan judul artikel tidak dibahas pada hari sidang tersebut.
Ia juga menyebut bahwa pihak penggugat hanya menyampaikan dugaan tanpa disertai bukti terkait, seperti dokumen atau tanda tangan yang menunjukkan keterlibatan langsung.
Ia menilai pihak penggugat hanya menyampaikan dugaan, bukan bukti, sementara wartawan kemudian memberitakannya seolah-olah dugaan tersebut merupakan fakta yang telah terbukti.
Apabila penggemar tidak hadir untuk menyaksikan jalannya persidangan dan membagikan apa yang benar-benar terjadi, fakta dapat dengan mudah dipelintir melalui pemberitaan yang hanya mengangkat klaim dari salah satu pihak.



Indonesia
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi
★— 이해찬 retweetledi































