Sabitlenmiş Tweet
rosisme
16.4K posts

rosisme
@hisayrose
TGL-17 UP 'Dear, J. I told u. Nothing's more beautiful than u'- Injunie
Markcity Katılım Ocak 2020
553 Takip Edilen189 Takipçiler
rosisme retweetledi
rosisme retweetledi
rosisme retweetledi

BJ Habibie Butuh 35 Menteri buat bikin rupiah dari 16.800 ke 6.550.
Sedangkan Prabowo butuh 48 Menteri, 5 Pejabat Sekelas Menteri, 56 Wakil Menteri untuk membuat rupiah dari 16.000 ke 17.400
folkative@insidefolkative
Dolar AS tembus 17.404
Indonesia
rosisme retweetledi

Gw mau ngomel agak panjang. Monggo dibaca.
Dalam supply-demand, ketika supply naik, harga jadi turun.
Hal yang sama terjadi pada IPK tinggi dan cum laude.
Kalau semua orang cum laude, maka cum laude berhenti jadi istimewa.
Ketika terlalu banyak lulusan berpredikat cum laude, nilai IPK sebagai sinyal kualitas jadi turun "marwah"-nya.
Gw pernah liat wisuda suatu kampus, rektornya dengan bangga mengumumkan rata-rata IPK adalah 3,65.
Peserta sidang wisuda tepuk tangan.
Gw bingung karena implikasinya jadi ada beberapa kemungkinan:
1. >50% mahasiswanya pintar sekali
2. Kurikulumnya super mudah
3. Dosen2nya mengamalkan hadits "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" di dunia perkuliahan alias Dosen Bonus
Fenomena ini ga langka, malah cukup aman disebut "jamak", yaitu: Fenomena "false signalling"
Semua orang tampak unggul di transkrip, tapi memble saat uji kompetensi di dunia nyata.
Sama halnya di level wajib belajar 12 Tahun. Mulai jarang gw dengar cerita anak tidak naik kelas. Tapi justru makin sering terdengar berita anak SMA tidak bisa perkalian dasar.
Balik lagi ke soal IPK.
Kalau terlalu banyak orang cum laude, predikat itu berhenti jadi istimewa. Nilai IPK sebagai sebuah indikator sinyal : disiplin, kualitas kognitif, dan pencapaian akademik, jadi turun nilainya.
Market akhirnya mencari sinyal lain yang relevan: portofolio, sertifikasi, prestasi, pengalaman, atau balik lagi dari mana kampus asalnya.
Gw gatau bagaimana cara mengakhiri omelan ini, masih panjang sebenernya. Dan gw pun enggak tau solusinya mulai dari mana. Tapi gw cuma mau bilang:
"Ketika sistem pendidikan berhenti menjadi juri yang jujur, Market menghukum dengan berhenti percaya"
[Omelan ini terinspirasi setelah baca tulisan Guru Besar UGM Eduardus Tandelilin di bawah ini]

Indonesia
rosisme retweetledi

Chatib Basri (mantan Menkeu, sekarang Harvard Visiting Scholar) nulis di Kompas pagi ini soal rupiah Rp17.345:
intinya, jangan trauma 1998. fondasi sekarang beda.
3 poin yang penting:
1. CDS Indonesia naik tipis — investor belum kabur. beda dengan 1998 yang krisis kepercayaan total.
2. inflasi terkendali. pelemahan rupiah tidak otomatis berarti krisis perbankan. instrumen kebijakan sudah jauh lebih lengkap (BI rate, intervensi, stabilizer fiskal).
3. risiko terbesar bukan kurs — tapi disiplin anggaran. kalau defisit terjaga dan komunikasi transparan, capital outflow bisa ditekan.
bridge ke dev/freelancer:
— income USD naik sekitar 2.6% bulan ini (kalau charge USD)
— biaya hidup kemungkinan naik dalam 6–12 bulan (efek impor ke harga lokal)
— net effect-nya adalah, dev yang dibayar USD masih net positive, tapi tetap perlu waspada inflasi domestik
nyambung dengan poin minggu lalu, yaitu punya 1 income stream USD itu hedge yang nyata, bukan teori.
source: artikel lengkap di Kompas, 4 Mei 2026 (opini halaman 7)


Indonesia
rosisme retweetledi

rosisme retweetledi

be mad. be angrier about it. negara kita udah ancur dan dipimpin dengan orang yang melanggar HAM, lebih marah, jangan pernah diem, jangan mau diinjek, lebih berisik. pilihan hidup lo cuma mau diinjek sampe kapan dan bisa mati kapan aja. inget hidup lo bergantung sama politik.
dokterbedahYK@DokterbedahYK
Kurang2i buka medsos yg berita negatif. Respon stres nya sama kayak manusia purba jaman dulu dikejar serigala. Dihantam stres kronis, daerah otak kita bernama hippocampus akan mengalami dendritik atrofi/cedera dan berakibat gangguan memori, emosi dan kecemasan
Indonesia
rosisme retweetledi

Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Nathaniel Rayestu@rayestu
Kalau mau tau kenapa tiket pesawat domestik mahal, bisa baca paper LPEM ini lpem.org/repec/lpe/pape…
Indonesia

malasss di ceng2in temen kantor
Zaka✨@zakariamlk
apa alasan lu ga publish pasangan disosmed?
Indonesia
rosisme retweetledi
rosisme retweetledi
rosisme retweetledi

@OrdoYoruEdgyOYE iyaaa kakk. cuma aku kalo misa disana jarang pastornya Romo Mahar
Indonesia

@hisayrose Sekarang jadi pastor paroki Katedral lagi
Indonesia
rosisme retweetledi

semua dia buka kecuali 19 juta lapangan pekerjaan.
Gümiho.@OHMYV3NUS
blio ini bener bener ngikutin kata otak 😭😭😭
Indonesia
rosisme retweetledi
rosisme retweetledi
rosisme retweetledi










