SMT HITAM
4.3K posts




Yang lagi rame diaplikasi sebelah sampe ke Negara Jiran juga. Bagaimana tanggapan kalian gaes? Saya pribadi menanggapi sentilan dari tetangga ini harus jadi cermin retak buat dunia pendidikan kita



Saking jeleknya, Gibran sekarang terlihat sebagai sebuah harapan 🥹🥹


Nampak murah dan takde class, sorry to say. Tak perlu pun nak gelek-gelek. Tak melambangkan taraf education langsung

kenapa pada bikin video angkatan kayak gini sih

Yang lagi rame diaplikasi sebelah sampe ke Negara Jiran juga. Bagaimana tanggapan kalian gaes? Saya pribadi menanggapi sentilan dari tetangga ini harus jadi cermin retak buat dunia pendidikan kita

Barusan gw nonton podcast yang bilang rupiah akan nyentuh 22.000-25.000, pas bulan Juli-Agustus 2026 Itu kata Prof. Ferry Latulihin. Ekonom dan Mantan Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran. Loh kok bisa? Alasan Prof Ferry: - Efek krisis Hormuz, harga minyak sekarang di atas 100 dolar AS, bahkan otw 120 USD. - Karena masih impor BBM dan subsidi ditahan, beban APBN makin berat. - MBG sebagai the root of all evil. Bikin APBN boros karena memakan hampir 300 T - Efek MBG => Defisit fiskal membengkak sekitar Rp240 triliun Gara-gara ini kata Prof Ferry: - Pasar takut sama APBN Indo. Bisa jebol ga ni anggarannya? - Indonesia bisa turun rating menjadi non-investment grade - Ujung-ujungnya, pasar makin tidak percaya. Tapi ada lagi yang lebih seram..

Maaf ya pak, ibu saya guru, beliau lulusan SPG dan udah ngajar sejak 1992. Sertifikasinya baru lulus tahun 2012 setelah 3 kali percobaan. Waktu itu beliau bolak-balik ikut pelatihan dan ujian ke kota, bahkan sempat ada oknum yang nawarin “dibantu lulus” asal bayar puluhan juta, tapi ditolak sama ibu saya. Makanya saya agak kurang setuju kalau narasinya disederhanakan jadi “Nadiem mau hapus kesejahteraan guru”. Karena kalau nonton penjelasan resmi Kemendikbud waktu itu, yang dibahas sebenarnya lebih kompleks dari itu. Dari yang saya tangkap, masalah utamanya karena kesejahteraan guru selama ini terlalu bergantung sama sertifikasi, sementara kapasitas PPG terbatas dan antreannya panjang banget. Akhirnya banyak guru yang udah ngabdi lama tapi belum juga dapat tunjangan karena belum lolos atau belum kebagian sertifikasi. Dan jujur aja, dari cerita ibu saya sendiri, praktik di lapangan juga gak selalu sehat. Ada yang ditawarin joki, ada “jalur bantuan”, dan pada akhirnya malah jadi “proyek” untuk oknum tertentu. Bahkan di penjelasan di video itu juga disampaikan kalau guru yang sudah menerima TPG tetap akan menerima haknya. Terus cakupan “guru” juga mau diperluas, termasuk untuk pengajar PAUD, pendidikan kesetaraan, dan pesantren formal. Jadi menurut saya kurang tepat juga kalau semua orang yang mencoba lihat konteks lengkap langsung dianggap anti guru atau bela korupsi. Banyak juga guru, termasuk ibu saya sendiri, yang merasa sistem lama memang punya banyak masalah dan perlu dibenerin. Also, menurut saya ini juga udah keluar dari konteks kasus yang beliau hadapi sekarang. Saya pribadi juga banyak gak setuju sama beberapa kebijakan beliau. Ibu saya sama mertua saya juga guru, jadi saya lihat sendiri gimana beberapa kebijakan waktu itu bikin beban administrasi dan kerja guru makin berat. Tapi bukan berarti karena kita gak suka atau kecewa sama kebijakannya, terus kita jadi membenarkan orang yang belum terbukti bersalah di pengadilan untuk langsung dikriminalisasi atau dihakimi seolah pasti bersalah. Kritik kebijakan itu wajar dan perlu, tapi proses hukum juga harus tetap fair. Video penjelasannya masih ada kok: youtu.be/XTta0xb9POw?si…


Gen Alpha tentang Pesta Babi ❤️❤️







