HMPL ITS retweetledi

Kita semua pernah mengalaminya. Seorang guru berdiri di depan kelas yang berisi 30 siswa setelah menjelaskan materi yang cukup rumit, lalu menutupnya dengan kalimat maut: "Sampai sini, ada pertanyaan?"
Hening. Murid-murid mendadak sangat tertarik mempelajari pola kayu di meja mereka atau menghitung jumlah cicak di langit-langit.
Di rumah, polanya serupa. Orang tua bertanya, "Gimana sekolah hari ini?" dan mendapatkan jawaban satu kata yang legendaris: "Biasa."
Kenapa ini terjadi? Apakah anak-anak kita kehilangan rasa ingin tahu? Ataukah jangan-jangan, kuncinya bukan pada jawaban mereka, melainkan pada kualitas kunci yang kita gunakan, yaitu pertanyaan kita?
listyantidewi@listyantidewi
Indonesia




































