Alexander Thian@aMrazing
1. Friendship is a ship that could sink. Makin tua, kita akan makin sadar mana yang pantas dipertahankan, mana yang memang sudah waktunya dibuang jauh-jauh. Sometimes, it’s best to part ways with people who doesn’t treat you as good as you treat them.
2. Stop being a “yes man”, stop thinking you should please everybody. Start saying “no” without having to explain yourself, and without feeling guilty afterwards. It’s OKAY to say no. It’s OKAY not to give the reasoning behind your “no”. “Hi, boleh pinjam uangnya nggak?” “Hi, nggak dulu, ya.” There. Simple.
3. Semakin bertambah umur, semakin kita sadar skala prioritas kita ada di mana. Your family, your best friends, your significant other, your mental health should be on top of your priority list.
4. Your work is not your whole life. Punya hidup di luar lingkup kerjaan akan membantu kita lebih waras. Work smart, not just work hard. Jangan sampai menyesal mendedikasikan sebagian besar waktu untuk bekerja dan dapet capeknya doang, tanpa ada waktu yang cukup untuk diri sendiri.
5. Hidup itu udah ribetnya setengah mati. Jadi kalau ada perkara yang bisa disederhanakan, don’t complicate them. Kadang kita bukannya nggak bisa langsung ambil keputusan, kita terlalu sering overthinking dan takut jika keputusan itu salah. It doesn’t have to be like that.
6. Arguing with strangers on the internet? Why would anyone want to waste their time doing that, I wonder? Even if you say 2+2=7, i’d agree with you. You’re right. It’s seven. Now let me carry on with my life.
7. Masih nyambung dengan poin no 6, waktu yang kita simpan dengan tak meladeni orgil di internet bisa kita gunakan untuk meningkatkan soft skill. Belajar merajut? Menggambar? Public speaking? Belajar bahasa baru you’ve been wanting to do since forever? Go for it.
8. Membandingkan hidup dengan orang lain? Sure, why not? However, ada gak yang bisa kita ambil dari perbandingan itu? Does it ignite your passion to be better for yourself? Because if comparing your life with other people only make you feel miserable, why would you torture yourself? It doesn’t make sense. In short: ubah iri jadi motivasi. Kalau cuma dapet iri dan dengki doang, ya mending rebahan aja dan halu dan delulu-in bias/idol, gak sih?
9. Your fear? It doesn’t mean you’re weak. Justru rasa takut itu wajar. After all, we’re humans with emotion. Rasa takut membuat kita lebih waspada, lebih memperhitungkan langkah, dan membuat kita belajar banyak hal baru termasuk lebih mengenal diri sendiri dan di mana batas mental kita. Fear, is good. Rasa takut membantu kita selamat.
10. I don’t believe in too late, or too old. Hidup itu bukan perkara berkompetisi dengan orang lain; hidup adalah perkara bagaimana kita berkontribusi untuk hidup yang lebih baik. Mau kuliah lagi? Go for it. Gak ada istilah ketuaan. Mau coba usaha baru? Go for it. Gak ada istilah udah telat. Teman-temanmu udah nikah dan punya anak selusin? Good for them but it’s their life, not yours. When it’s meant to be yours, it will be yours. Believe in God’s timing.
Anjir panjang bener. Hope this helps!