hayopits
1.5K posts


Ian: Kamu tau namaku?
Huiju: Ya masa aku udah nikah ama kamu belom tau namamu?
Ian: Kan kamu ga pernah panggil namaku
Huiju: Ya itu kan gara2 aturan istana
Ian: Kalo nanti aku sukses (hapus sistem monarki), kamu harus panggil namaku ya~
Huiju: Iyaaa
Gatau aja si Ian waktu kebakaran Huiju udah panggil nama kamu sambil teriak "Lee Waaaaaan!" 🥹



Indonesia
hayopits retweetledi

@dramacoKR Ya kalau sedarah nder... Dan ya kalau emang anak dari kakaknya ian... Tdk ada yg tau😭😭
Indonesia
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi

Anak-anak yang hidup di keluarga yang tidak stabil, seperti sering bertengkar, kasar, abusive, atau diabaikan, ternyata memiliki pola aktivitas otak yang mirip dengan prajurit tempur setelah bertugas di medan perang.
Jadi ada penelitian yang memeriksa otak anak-anak yang mengalami kekerasan atau konflik keluarga menggunakan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging).
Nah hasilnya menunjukkan adanya aktivitas yang jauh lebih tinggi di dua area otak yang penting untuk deteksi ancaman dan respon stress. Nama area otaknya adalah anterior insula dan amigdala.
Perubahan aktivitas ini bersifat adaptif di lingkungan penuh ancaman, seperti jadi “siap siaga” terus-menerus), mirip dengan yang terjadi pada tentara setelah pengalaman tempur.
Nah risikonya adalah dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, regulasi emosi, dan masalah kesehatan mental lainnya, meskipun anak tersebut belum menunjukkan gejala psikiatri saat itu.
Yang perlu diperhatikan adalah temuan pada otak anak ini bukan berarti semua anak dari keluarga bermasalah pasti mengalami kerusakan otak permanen.
Otak anak sangat plastis dan bisa pulih dengan lingkungan yang aman, stabil, serta dukungan yang tepat.
Penelitian ini justru menekankan pentingnya lingkungan keluarga yang aman untuk perkembangan otak anak.
Semoga bermanfaat!
All day Astronomy@forallcurious
🚨: Brain scans have revealed children living with unstable families (excessive, arguing, abusive and neglectful) have brain changes similar to combat soldiers after active duty
Indonesia
hayopits retweetledi

waktu gue kecil nyokap suka marah-marah, “punya 2 anak gadis ga bisa bantuin mama,” “anak gadis harus bisa blablablabla,” didikan nyokap keras ke anak perempuannya.
sekarang 2 anak gadisnya udah nikah, sisa adek gue yang bungsu laki-laki doang di rumah, keluyuran mulu sepulang kerjanya.
lalu nyokap ngeluh ke gue, “adek kamu kerjanya bangun siang, mandi, pergi kerja, pulang tengah malem tidur gitu lagi, ga pernah bantuin apa gitu di rumah.”
gue jawab aja, “ya lagian yang dimarahin anak perempuan mulu sih.”
“kok kamu jawabnya gitu sih?”
lah…..
Profe Fest@ProfeFest
nyokap dulu pernah nakut-nakutin, "ntar ngerasain kayak gini juga kamu kalo udah punya anak" dan aku jawab pd dengan "yaudah aku ngga usah punya anak aja" kemudian malah dinasehatin kalo 'ngga boleh ngomong gitu'. sekarang makin gede malah makin ga pengen punya WKWK
Indonesia
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi

Mohon izin @zakiberkata
Malam ini Jogja sedikit adem, tolong dipertahankan ya.. Jangan sampe besok semlehot semelet.. 😭🤭

Indonesia
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi
hayopits retweetledi























