Sabitlenmiş Tweet
💫
23.6K posts

💫
@hyunnma_
Skz Day6 Nexz | I'll stay till the last step out| Also sbt account
West Java, Indonesia Katılım Ağustos 2018
1K Takip Edilen898 Takipçiler
💫 retweetledi
💫 retweetledi
💫 retweetledi
💫 retweetledi
💫 retweetledi
💫 retweetledi
💫 retweetledi
💫 retweetledi

@ousibalsundae Speakeu engliseu, pleaseu. I donteu understandeu abouteu whateu you saideu.
English
💫 retweetledi

Iyes, ini namanya commodification of intimacy, jd semacam eksploitasi ekonomi berkedok kebahagiaan. Dan hal ini bekerja dgn cara mengaburkan batas antara subjek dan objek.
Fans k-pop Indonesia yg seharusnya jd subjek yg menikmati seni, malah berubah menjadi objek pasar agensi dan ekonomi volume Korea.
Secara ekonomi, industri k-pop itu sukses bukan krn mereka menjual musik, tetapi karena mereka menjual ilusi kebahagiaan dan kepemilikan emosional.
Menurutku, menyadari kesalahan logika dlm industri k-pop bukan berarti kamu berhenti menyukai musik atau idolamu. Sadar logika adalah proses mengembalikan posisimu dr komoditas agensi menjadi sosok konsumen yang berdaulat.
Gimana sadar logika itu? Ya stop jadi fanatik. Bersikaplah kritis.
Sebab kebahagiaan di luar diri adalah kebahagiaan yang rapuh. Sebab kamu nggak bisa mengatur perilaku orang lain atau dinamika dunia idolamu.
Jika sumber kebahagianmu hilang, berubah, atau mengecewakanmu krn skandal idola misalnya, maka fondasi kebahagiaanmu langsung hancur gitu aja dan kamu akan jadi tawanan dari situasi luar dirimu.
Semangat!👌
Indonesia
💫 retweetledi

Yoi. Fans k-pop di Indonesia ini sering melakukan apa yg disebut dlm ekonomi digital sbg unpaid labor alias buruh gratisan.
Mereka berpromosi gratis, menerjemahkan konten, sampai2 mau2nya melakukan pembelaan masif kpd idolanya di media sosial.
Tp dr POV ekonomi industri Korea, fans k-pop Indonesia ini cuma angka2 yg bisa dieksploitasi. Mereka dipandang sbg sekelompok manusia2 yg cuma berguna dlm efisiensi biaya pemasaran.
Nah, ketika suatu massa fans K-Pop Indonesia cuma dianggap sbg angka untuk mendongkrak popularitas, industri kreatif Korea memanfaatkan hasil eksposur fans Indonesia tsb agar bisa menjual artis2nya dgn harga lebih mahal ke pasar Amerika dan Eropa.
Dlm konteks sosiologi-ekonomi, ketika seseorang memberikan tenaga secara cuma2 demi keuntungan pihak lain yang sudah kaya, posisi orang tersebut dalam hierarki ekonomi dianggap golongan yg sangat rendah, mudah dimanfaatkan, mudah diekploitasi, mudah dikibuli.
Tak heran kalau sebagian masyararat Korea dgn enteng menyebut fans k-pop Indonesia-yg sebetulnya telah berkontribusi luar biasa dlm pasar volume negaranya- nggak lebih dari monyet belaka.
Ironis.
🍀 icha cha 🍀@1cha0cha
@ainurohman thank u mas ainur udah ngasih data nya. Korsel semenjak semakin terkenal di global tuh makin ngerasa negara superior, mereka lupa diri kalau tanpa negara lain.. negara mereka b aja 😔😔
Indonesia
💫 retweetledi

Padahal masalah awalnya itu gara-gara orang Korea nonton konser di Malay terus mereka ngelanggar aturan > orang SEA khususnya Indo Malay sebel > Korea malah rasis dan gak mau minta maaf samsek.
Jadi sebenernya ini bukan Indo vs Korea, tapi SEA vs Korea. Orang awalnya masalah mereka sama Malay doang tapi balesan mereka nyebelin bet bjir😭
Ve.@LacedbyTears
@ousibalsundae Speakeu engliseu, pleaseu. I donteu understandeu abouteu whateu you saideu.
Indonesia

Yeahh, ternyata aku udah selama itu yah bareng merekaa😭. Inget banget dulu pas 1st fanmeeting yg detektif itu semangat banget nontonnya karna udh ditunggu tunggu banget gegara covid. Merch nya pun memorable banget
hasya@hahyvnho
i feel old now wym i've been there since the 1st fanmeeting
Indonesia
💫 retweetledi

not when this queen exists
minhyuk's uneven blink ⋈@mbbdirection
NO KPOP GROUP HAS RELEASED A PERFECT JAPANESE SONG
English
💫 retweetledi
💫 retweetledi
💫 retweetledi
💫 retweetledi












