iMultimedia™

7K posts

iMultimedia™ banner
iMultimedia™

iMultimedia™

@iMultimedia

Sharing is caring | Arif | https://t.co/KURB1cyoiB | https://t.co/ssDePwweKg | NIDN 0328027301 | Ikatan Asesor Profesional (IASPRO)

Kota Tangerang, Banten Katılım Nisan 2009
440 Takip Edilen972 Takipçiler
muklas
muklas@mukaikhlas·
SAUDARA ANJJINGGGGGG
muklas tweet media
Português
552
2.1K
39.2K
1.4M
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
@NenkMonica Kendala yg belum terselesaikan adalah bagaimana cara memberikan "soul" pada karakter. Tingkat detil objek juga belum menyamai foto asli.
Indonesia
0
0
0
1.2K
𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ
Dalam video terbaru Benjamin Netanyahu, mereka begitu fokus menghitung jari sehingga lupa memperhatikan telinga. Saya belum pernah melihat orang dengan dua saluran telinga sebelumnya.
𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ tweet media
Indonesia
52
174
1.4K
293.4K
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
Tren belanja Ramadan di Indonesia tahun 2026 menunjukkan pergeseran yang jelas ke arah konsumsi yang lebih disengaja, berbasis nilai, dan terencana, meskipun aktivitas ritel secara keseluruhan tetap kuat selama bulan suci (dimulai sekitar 19 Februari) hingga menjelang Idul Fitri.Pola utama berdasarkan laporan terbaru dan pengamatan pasar meliputi:Perencanaan yang lebih dini dan disengaja — Sekitar 62% konsumen merencanakan pembelian Ramadan dan Idul Fitri jauh lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 58% secara aktif mengurangi pembelian impulsif. Banyak yang memprioritaskan kebutuhan pokok sambil tetap menyisihkan anggaran untuk setidaknya satu "hadiah" pribadi (54%). Kepercayaan dan bukti sosial lebih diutamakan daripada diskon besar — Pembeli semakin mengandalkan ulasan asli, terutama dari media sosial (sekitar 40% memeriksa ulasan sosial sebelum membeli), transparansi merek, serta nilai emosional dan rasa aman, bukan hanya harga termurah atau promo besar-besaran. Perilaku hibrida online-offline — E-commerce melonjak, terutama saat sahur dan setelah berbuka, dengan platform seperti TikTok Shop, Lazada, dan Shopee ramai untuk pembelian cepat dan praktis (misalnya bahan makanan, fashion, hampers). Di sisi lain, mal dan pasar tradisional mengalami peningkatan kunjungan 10–15% (estimasi APPBI), didorong oleh pengalaman sentuhan langsung seperti mencoba baju, melihat takjil, dan barang festive. Kategori teratas dan prioritas pengeluaran:Makanan & minuman (untuk berbuka/sahur, kurma, takjil, makanan beku) mendominasi di awal bulan. Pakaian dan aksesoris (baju baru untuk Idul Fitri/Lebaran) melonjak menjelang akhir bulan, sering di kisaran Rp150.000–1.500.000 tergantung gaya (model viral remaja, quiet luxury, set keluarga). Hampers/parcel hadiah, perbaikan rumah, dan kebutuhan mudik (sewa kendaraan, DP mobil, BNPL untuk deal lebih baik) naik tajam. Area pertumbuhan lain termasuk gadget (penyewaan meningkat), aksesoris otomotif, dan perawatan diri. Konteks ekonomi — Penjualan ritel naik di kategori makanan/minuman (8%), pakaian (8%), serta aksesoris otomotif (~13–14%), didorong oleh timing Ramadan di Q1 dan THR (tunjangan hari raya). Namun, ini adalah pemulihan "dua kecepatan": pertumbuhan agregat tangguh tapi lebih hati-hati di berbagai segmen, dengan kelompok berpenghasilan rendah menunjukkan peningkatan stabil. Hal ini sejalan dengan kelelahan konsumen terhadap overload digital di 2026 (seperti yang dibahas di diskusi ritel sebelumnya), sehingga mendorong pembelian yang lebih bermakna dan terjustifikasi—baik online untuk kecepatan maupun offline untuk keaslian.Bagi marketer atau pembeli, fokus terbaik adalah storytelling autentik, bundling nilai, garansi produk, pengaruh komunitas, dan penjadwalan promo sesuai waktu salat untuk hasil optimal. Aspek tren belanja Ramadan mana yang paling kamu penasaran (misalnya tren fashion, promo online, atau lonjakan makanan)? #IndonesiaSehat #shopeepromopuncakhariini #MarketingTips #MarketOutlook
Indonesia
0
0
0
78
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
Di tahun 2026 ini, lanskap perilaku konsumen (masyarakat) mulai menunjukkan arah yang tidak lagi sepenuhnya digital. Setelah bertahun-tahun bergantung pada layar ponsel, algoritma, dan keranjang belanja online, sebagian masyarakat kini kembali meramaikan toko fisik. Jalanan pusat belanja kembali padat, antrean kasir memanjang, dan interaksi tatap muka kembali menjadi nilai yang dicari. Fenomena ini bukan berarti era digital berakhir. Justru sebaliknya, konsumen mengalami kejenuhan digital. Terlalu banyak iklan, distraksi, dan pengalaman belanja yang terasa seragam membuat sebagian orang merindukan sentuhan nyata: melihat produk secara langsung, merasakan kualitas, hingga berbincang dengan penjual. Toko fisik menawarkan pengalaman emosional yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh layar. 🙂 #MarketingStrategy #MarketingTips #IndonesiaKita #IndonesiaSehat #DigitalGrowth
iMultimedia™ tweet media
Indonesia
0
0
0
17
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
@tempodotco Sudah ada pedoman etika penggunaan AI yg dibuat Komdigi. Apakah belum koordinasi dgn kementerian komdigi? 🙂
Indonesia
0
0
0
36
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Gibran: AI Penting untuk Menunjang Kegiatan Belajar, Namun Tetap Ada Etika dan Aturan dalam Penerapannya
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
544
84
572
711.9K
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
@Piyusaja2 Jika tak ditemukan air, dengan tayammum sudah membersihkan. Jika ada air, saat mandi pasti dicuci.
Indonesia
1
0
0
5.9K
Mas P1yu🍉🇮🇩
Mas P1yu🍉🇮🇩@Piyusaja2·
Mereka mencuci kaki lima kali sehari, sementara kamu bahkan tidak mencuci pantatmu sekali pun. Telak banget 😀
Mas P1yu🍉🇮🇩 tweet media
Indonesia
88
1.9K
17.7K
409.3K
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
Jangan mudah percaya kata selebgram/influencer! "AstraZeneca" disalahartikan dari bahasa Sanskerta (astra = senjata), Polandia (ze = dari/itu), dan Latin (neca = bunuh) secara paksa. Jadi "AstraZeneca" BUKAN berarti "Jalan Menuju Kematian". Ini adalah hasil terjemahan yg salah dan sengaja dimanipulasi di platform media sosial. #indonesiaviral #Selebgram #Influencer #SocialMediaMarketing
iMultimedia™ tweet media
Indonesia
0
0
0
127
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
Ini penyebab Gen-Z sulit membeli rumah.. Krisis kepemilikan rumah bagi generasi muda (Gen-Z) di Indonesia dipicu oleh ketimpangan ekonomi dan regulasi. Fenomena akumulasi properti oleh kelompok kaya dan kurangnya pajak progresif dianggap sebagai faktor utama yang mendorong lonjakan harga tanah. Akibatnya, banyak Gen-Z lebih memilih sewa rumah karena kendala finansial, fleksibilitas kerja, dan lokasi yang lebih strategis. Biarpun ada aturan yang membatasi penguasaan tanah maks 5 bidang, kendala ekonomi tetap tinggi sehingga menabung selama puluhan tahun pun tetap tidak cukup untuk mengimbangi harga pasar. Jadi properti saat ini dianggap sebagai aset investasi yang sulit dijangkau daripada sekadar kebutuhan tempat tinggal pokok. #genzie #indonesiaviral #investasi #PropertyInvestment #rumahhunian #PropertyForSale #Krisis
iMultimedia™ tweet media
Indonesia
0
0
0
39
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
Inilah peran Key Opinion Leader (KOL) dan influencer dalam lanskap pemasaran digital modern. Kita ketahui bahwa perbedaan mendasar antara keduanya adalah KOL menonjol karena kredibilitas profesional dan keahlian spesifik, sementara influencer lebih mengandalkan interaksi sosial serta jangkauan pengikut yang luas. #Indonesia #DigitalMarketing #Opinion #influenceur #MarketingTips #MarketUpdate
iMultimedia™ tweet media
Indonesia
0
0
0
19
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
Kita tidak bisa meminta lahir di lingkungan seperti yang kita inginkan. Kita bisa lahir dan harus menerima keadaan orang tua kita mempunyai pemahaman atau ideologi apapun. Dimana hal tersebut membuat kita menjalani konsekuensi dari pilihan jalan hidup orang tua kita. Konsekuensi tersebut bisa jadi menguntungkan perjalanan hidup atau karir kita, dan bisa juga konsekuensi tersebut membuat perjalanan hidup kita penuh tantangan dan liku-liku. Konsekuensi yang kita jalani bisa saja tidak langsung dari pilihan orang tua kita, tapi mungkin bisa jadi dari anggota keluarga diluar keluarga inti, misalnya kakek, paman, bibi, keponakan, dan lainnya. Inilah seharusnya yang menjadi pemahaman kita untuk tidak mudah menilai subyektif jalan hidup orang lain. Tidak mudah memang untuk tidak menilai subyektif atas perjalanan atau pencapaian orang lain secara fair. Jangan lupa bahwa di setiap pencapaian yang orang lain dapatkan, ada pengorbanan yang kita tidak ketahui. Demikian juga kita, pada titik kita saat ini, pasti ada pengorbanan besar yang sudah kita lakukan. Stay positive. #uncle #indonesia #politics
iMultimedia™ tweet media
Indonesia
0
0
0
43
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
Berita ekonomi per tgl 31 Januari 2026 memaksa pelaku UMKM (dan kita kebanyakan) berpikir keras..."Bagaimana UMKM bisa merespon positif dan bertahan hidup?". Strategi ketahanan bagi UMKM Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh isu kepemimpinan moneter dan fluktuasi pasar modal: 1. UMKM disarankan untuk memprioritaskan penjualan produk esensial serta memperkuat hubungan dengan pelanggan setia daripada melakukan pemasaran yang mahal. 2. Pengelolaan utang secara hati-hati dan pemilihan saluran penjualan yang tepat menjadi kunci untuk memitigasi dampak penurunan daya beli masyarakat. #indonesiaviral #umkmbri #Survivor2026
iMultimedia™ tweet media
Indonesia
0
0
0
35
iMultimedia™
iMultimedia™@iMultimedia·
Ternyata ada pergeseran besar pada pola belanja konsumen dalam 3 tahun terakhir, yaitu dari penggunaan situs web menuju transaksi langsung di dalam platform media sosial. Karena itu strategi masa depan akan berfokus pada AI yang lebih memahami niat pengguna daripada sekadar keywords, sehingga menuntut konten yang lebih mendalam, autentik, dan solutif. #indonesian #Trending #shopping #SocialMediaMarketing #DigitalMarketing #TikTok #Instagram #iglive
iMultimedia™ tweet media
Indonesia
0
0
0
22