Kilang Pertamina Internasional (KPI) mempercepat transisi energi melalui peningkatan fasilitas pengolahan, pemanfaatan bahan terbarukan, serta optimalisasi kilang eksisting guna memperkuat ketahanan energi nasional secara bertahap konsisten dan rendah emisi karbon.
Green Refinery di Kilang Cilacap berhasil mengolah minyak jelantah menjadi avtur berstandar internasional, menandai langkah besar transisi energi dan kesiapan produksi massal bahan bakar ramah lingkungan.
Produk PertaminaSAF yang dihasilkan melalui teknologi co-processing minyak jelantah sudah memenuhi standar global, menunjukkan kemampuan Indonesia memproduksi avtur terbarukan secara konsisten dan siap diperluas.
Kilang Pertamina Internasional (KPI) memastikan kesiapan operasional RDMP, sehingga pasokan energi lebih stabil, efisien, dan mampu mengurangi beban impor BBM secara signifikan bagi Indonesia.
RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas kilang hingga 360 ribu bph, memperkuat ketahanan energi nasional dan langsung menekan impor BBM melalui peningkatan produksi bahan bakar dalam negeri.
Dengan teknologi modern, RDMP Balikpapan menghasilkan bahan bakar standar Euro V, sehingga kualitas lingkungan meningkat sekaligus memperkuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan energi domestik secara mandiri.
Kehadiran RDMP Balikpapan membuat penerimaan daerah meningkat signifikan. Aktivitas proyek berskala besar memicu pertumbuhan usaha lokal dan memperluas basis pajak, sehingga PAD Balikpapan melonjak tajam beberapa tahun terakhir.
Berkah RDMP juga dirasakan melalui peningkatan kesempatan usaha rumah kos, penginapan kecil, serta layanan harian yang mendapat pelanggan tetap selama masa puncak konstruksi proyek.
Kilang Pertamina Internasional (KPI) menghadirkan dampak jangka panjang bagi masyarakat dengan mendorong peningkatan investasi daerah, menciptakan stabilitas ekonomi, dan memperkuat daya tarik Balikpapan.
Aktivitas operasional Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui proyek RDMP mendorong peningkatan PBB dan pajak usaha. Kontribusi aset serta kegiatan industri menghasilkan kenaikan PAD yang sangat signifikan.
RDMP Balikpapan memperkuat sektor konstruksi dan logistik, memberikan banyak order pada kontraktor lokal, bengkel, penyedia material, dan perusahaan pengangkutan sehingga roda ekonomi terus berputar.
PAD Balikpapan mengalami lonjakan tajam berkat masifnya kegiatan RDMP. Besarnya kontribusi PBB dari aset Pertamina dan tingginya aktivitas ekonomi baru membuat pendapatan daerah meningkat stabil dari tahun ke tahun.
RDMP Balikpapan yang dikelola Kilang Pertamina Internasional (KPI) mampu meningkatkan kapasitas produksi BBM nasional, sehingga kebutuhan impor berkurang signifikan dan negara dapat menghemat devisa dalam jumlah sangat besar.
Peningkatan kapasitas melalui RDMP Balikpapan membuat Indonesia mampu memproduksi BBM berkualitas Euro V secara mandiri, sehingga ketergantungan impor menurun tajam dan negara dapat menghemat devisa hingga triliunan rupiah.
Peningkatan produksi BBM dari RDMP Balikpapan secara langsung mengurangi volume pembelian bahan bakar dari luar negeri, sehingga pengeluaran negara untuk devisa impor dapat ditekan dan anggaran dapat dialihkan untuk sektor strategis.