icaaaaa retweetledi
icaaaaa
6.1K posts

icaaaaa retweetledi

katanya “cinta paling tulus itu datang dari orang yang udah nyaman sendirian. Mereka gak sayang karena butuh ditemenin, but because they actually choose you. and honestly? that makes so much sense."
INI BNER BGT SUMPAH!! KYKK, ya gua milih lu karna emg gue milih lu, bukan karna gua kesepian.
Indonesia
icaaaaa retweetledi

@AdjieSanPutro Maret maren aku memutuskan hubungan dengan dua yang dianggap dekat karena bantuan seperti kewajiban, dan itu berlaku sudah tahunan...letih
Indonesia
icaaaaa retweetledi

@AdjieSanPutro Bermanfaat dengan dimanfaatkan itu beda tipis. Dgn segala pengalaman yg pernah sy alami, keluarlah pernyataan itu. Mgkn banyak yg tdk setuju, tp faktanya itu kesimpulan sy pribadi.
Indonesia
icaaaaa retweetledi
icaaaaa retweetledi

@odelodely cuma gamau ribet gamau drama, ada dimana masalah bisa di maafkan tapi memutuskan untuk cutoff, berati udh seserius seproblematik itu pasti orang nya, dan menjaga kewarasan jiwa dan hidup itu lebih penting drpd tetep stay sm org kek gt apalagi komunikasi.
Indonesia
icaaaaa retweetledi
icaaaaa retweetledi
icaaaaa retweetledi

MAKIN TENANG, MAKIN SUSAH DIKALAHKAN
1. Orang cerewet → Dengerin, lalu alihkan.
Biar obrolan tetap terkendali.
2. Orang pintar → Banyakin nanya & nyimak.
Di situ kamu bisa naikin level diri kamu.
3. Orang pemarah → Turunin nada bicara.
Karena api gak padam kalau dilawan api.
4. Orang pendiam → Jadi pendengar yang baik.
Kadang mereka itu cuma butuh ruang.
5. Orang bodoh → Gak usah berdebat.
Karena menang debat ≠ menang keadaan.
6. Orang sombong → Jangan tanding ego.
Biar situasi gak makin panas.
7. Orang suka gosip → Tutup info pribadi.
Karena yang bocor susah ditarik lagi.
Indonesia
icaaaaa retweetledi
icaaaaa retweetledi

@pensblekping_ kalo casenya kek gini mungkin beda yaa. kalo udah dijelasin tapi tetep ngejauh, maybe dia just not ready to handle the consequences of their own mistakes. sometimes orang minta maaf tuh cuma buat ease their own guilt, bukan karna mereka beneran siap buat fix things
Indonesia
icaaaaa retweetledi

gue dulu juga mikirnya gini. but now i realize, sometimes orang ngejauh bukan sengaja mau nyakitin, tapi karna mereka ga bisa handle conflict, takut confrontation, emotionally overwhelmed, atau emang belom punya emotional maturity buat explain their feelings properly
ebi@txtebi
gaada yang lebih pengecut dari orang yang tiba2 menghindar & ngejauh gitu aja tanpa ngasih penjelasan padahal dulunya sedeket itu. such a IMMATURE.
Indonesia
icaaaaa retweetledi
icaaaaa retweetledi

Promoin dagangannya sendiri, bales chat pelanggan sendiri, nyiapin dagangan sendiri, foto dagangan sendiri maapin kalo fotonya ga bagus2 amat ya. Ini gue baru kelar foto dimsum gue cahaya mataharinya lagi bagus sampe gue keringetan. Udah kerja keras gini kata presiden ga boleh mimpi jadi orang kaya tapi boleh lah kalian beli dimsum ayamku biar kerja kerasku jadi tabungan pendidikan anak aku❤️




Indonesia
icaaaaa retweetledi

Jadi orang yang perasa itu nggak enak ya.
Nada bicara berubah dikit, ekspresi muka beda sedikit, atau balasan chat yang singkat aja bisa langsung bikin mood berantakan dalam beberapa detik.
Bahkan kadang kita langsung mikir, “dia udah nggak suka sama gue ya?” padahal belum tentu begitu.
Capeknya jadi orang perasa tuh karena hati dan pikiran sering jalan lebih dulu dibanding kenyataannya.
Indonesia
icaaaaa retweetledi

Ngeh gak?
Cewek yg udah sering kecewa biasanya berubah jadi lebih tenang.
Bukan karena udah gak peduli.
Tapi karena udah capek berharap terlalu banyak.
Jadi sekarang lebih milih:
Liat effortnya dulu,
liat konsistensinya dulu,
liat cara dia memperlakukan kita saat marah.
Karena perhatian di awal itu gampang, yg langka adalah ketulusan yg tetep sama setelahnya.
Indonesia
icaaaaa retweetledi

Pola asuh masa lalu emang ngebentuk tangki awal kita. Tapi di psikologi, kunci buat ngisi ulangnya adalah Self-Dependency (kemandirian emosional). Artinya, kita mengambil alih kendali penuh dan gak lagi meletakkan "saklar" kebahagiaan kita di tangan orang lain
Psikologi Diri@PsikologiDiri
Di psikologi, ini namanya Emotional Independence (Kemandirian Emosional). Pas kita udah bisa validasi dan penuhi kebutuhan emosional sendiri, kita berinteraksi dari posisi "berkelimpahan", bukan karena "kelaparan" validasi orang lain. Makanya jadi jauh lebih santai. 🧠✨
Indonesia
icaaaaa retweetledi









