🐉🐉🐉

4.1K posts

🐉🐉🐉 banner
🐉🐉🐉

🐉🐉🐉

@ickyhp

😴

Sumedang Katılım Nisan 2020
113 Takip Edilen14 Takipçiler
🐉🐉🐉 retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
193
8.6K
22K
349.1K
🐉🐉🐉 retweetledi
███████ ███████  🔻
User IG kini berani menyampaikan pendapat di akun IG Dedi. Mereka tidak takut lagi oleh pasukan pendukung yang kasar, galak, anonim, dan jaka sembung mawa golok
███████ ███████  🔻 tweet media
Indonesia
32
114
550
20.4K
🐉🐉🐉
🐉🐉🐉@ickyhp·
@PRFMnews Teu kaharti jalan pikiran si bapak ieu kumaha. Memecah kemacetan lalu lintas teh nu aya jalan beuki macet 🤣🤣
🐉🐉🐉 tweet media
Indonesia
0
0
1
343
🐉🐉🐉
🐉🐉🐉@ickyhp·
@japarbiasaAja @RickyNSas Jalan nu alus jeung lampu harurung nu sia rasakeun teh duit na ti pajak masyarakat keneh kehed. Sia sangeunahna na ngomong ka batur eweuh kontribusi na. Kumaha mung aspal jeung lampu nu ku sia rasakeun ti pajak ti jelma nu kumaneh sebut eweuh kontribusi na?
Indonesia
0
0
1
215
Japarr
Japarr@japarbiasaAja·
@RickyNSas Wawadukan sia mah eweh kontribusinya keur Jabar ,lembur aing krek ngasaan jalan Alus lampu halurung keur jaman kdm pas ku si RK mah goreng anj saria ngajaredog wae goblog, bner goblog
Indonesia
50
0
2
10.7K
🐉🐉🐉 retweetledi
███████ ███████  🔻
INSYA ALLOH Sim Kuring sareng warga Kota Bandung nu sanes baris babagi carios di TOKO BUKU PELAGIA, AHAD 26 APRIL 2026. Awitan ti tabuh 16.00 WIB dugi ka rengse ANTARA RUANG PUBLIK ATAU PANGGUNG KEKUASAAN #MSWD Komp. Luxor Permai Blok 12 A-B, Kebon Jati, Bandung
███████ ███████  🔻 tweet media
███████ ███████  🔻@RickyNSas

Percikan api mulai bermunculan di banyak sudut Kota Bandung. Semoga membesar dan menjalar menjadi perlawanan. Semoga memantik api perlawanan yang sama 18 kabupaten dan 9 kota lain. Si vis pacem, para bellum Bandung!🔥🔥🔥

Indonesia
9
107
311
8.2K
🐉🐉🐉
🐉🐉🐉@ickyhp·
Dapat disimpulkan bahwa seiring berjalannya waktu, yang berkembang bukan hanya ilmu pengetahuan. Moral tiap manusia dan paradigma terhadap perilaku moralitas orang lain juga ikut berkembang
Indonesia
0
0
0
61
🐉🐉🐉 retweetledi
rx
rx@rezasnegara·
Dunia ini damai jika dasa darma pramuka ditegakkan
Indonesia
13
111
275
7.7K
🐉🐉🐉 retweetledi
FearBuck
FearBuck@FearedBuck·
D4vd’s brother calls for his death on his Instagram Story. “All pedefiles and r-pists should die. Period”
FearBuck tweet mediaFearBuck tweet media
English
441
3.4K
83.2K
2.4M
🐉🐉🐉 retweetledi
Naruto
Naruto@NarutoNolimits·
Roy Lee (Cluely CEO) goes crazy because people don't take action
English
429
443
7.7K
4.3M
🐉🐉🐉 retweetledi
🏴‍☠️
🏴‍☠️@lTSSAUCE·
ZXX
0
163
1.2K
28K
🐉🐉🐉 retweetledi
CatiReel
CatiReel@catireel_·
im so hyped for the backrooms movie so i edited this
English
108
3K
17.5K
185.8K
🐉🐉🐉 retweetledi
Neet
Neet@neet_sol·
Wage cattle
English
118
1.7K
18.7K
1.1M