Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, Senin (11/5/2026), mengungkapkan polemik penilaian Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI diduga dipicu gangguan teknis perangkat audio. Menurut informasi yang ia terima, speaker yang mengarah ke meja juri bermasalah sehingga jawaban peserta tidak terdengar jelas, meskipun suara terdengar jernih di kanal YouTube dan penonton.
Gangguan speaker tersebut diduga menjadi penyebab utama munculnya perbedaan penilaian dalam perlombaan tersebut. Faisal menyebut suara peserta yang terdengar jelas bagi penonton ternyata tidak sepenuhnya diterima dengan baik oleh dewan juri, sehingga memicu protes dari tim SMAN 1 Pontianak yang mempertanyakan keputusan dewan juri.
Simak berita selengkapnya di BeritaSatu.com, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu#SaatnyaMajuBersama#ViralMPR#ViralCerdasCermat#LCC4PiralMPR
@KangManto123 Hanya BPJS yg bukan gebrakan.. krn layanan kesehatan sejenis dulunya sdh ada. Hanya ganti nama, dan pengelola. Bedanya, klw yg dulu gratis, tdk membebani , jaman SBY, org dipaksa bayar… yah kan?
@sydneyzw Aneh juga yg memuji dan membenarkan mbak ini. Sama-sama Jamaah mbah google kali. Pentingnya pakai guru biar gk terperosok kyk mbak ini. Klau gk ada guru pasti nganggap mbak ini pinter, cerdas. Padahal zonk 😃
@DokterTifa Ambigu… Jika benar yg ingin menghabisi mu punya kuasa sebesar itu, maka kebesarannya itu tidak nyata… sesulit apa dia u/ menghabisi mu dan seketat/setangguh apa pengawalanmu sehingga kamu sulit dihabisi… ???
Sejak dua bulan ini siapapun yang bertemu dengan saya, selalu mengingatkan agar:
1) Hati-hati dengan makan dan minum. Bawa makan dan minum sendiri, walaupun di restoran atau di rumah orang sekalipun
2) Kemana-mana tidak boleh lagi sendirian, harus dengan kawalan ketat
3) Perhatikan jalan, jika ada mobil atau motor yang membuntuti atau mepet, waspada.
Yang mengingatkan itu adalah polisi, tentara, mantan Jendral, mantan Menteri, Tokoh-Tokoh, Orang-Orang besar, artinya adalah representasive person.
Pertanyaan saya:
Siapa sih yang punya niat mencelakai atau membunuh saya?
Kan kentara banget orangnya. Masa ngga cukup ingin penjarakan. Bahkan ingin mencelakai atau membunuh.
Ngga lah. Orang itu ngga sejahat itu. Apalagi sedang sakit berat, tak tersembuhkan. Masa masih mau jahat-jahat.
@tergolden Begitu kerennya Jamaah Haji Indonesia… penuh semangat dan antusias dalam beribadah. Mereka punya ciri khas tersendiri, seperti di India, Jamaika, Malaysia, Dll
Sudah pernah baca postingan fufufafa yang ini belum?
Symptom OCD Obsessive Compulsive Disorder terlihat sekali tertuju pada Pak @prabowo Subianto.
Jadi bahan imajinasi dari mulai kekaguman tersembunyi, inferiority, sampai jadi objek dendam, ejekan, hinaan, sarkas yang sangat kasar dan vulgar.
Kata-yang berulang menunjukkan symptom logorhea, obsesif, campuran obsesif, ejekan, hinaan, dan paranoia.
Tampak jelas symptom Flight of Idea ata lompat pikir, seperti Lexus putih - kesederhanaan - cawapres - waspada - stroke.
Loose Adsociation atau asosiasi longgar, peralihan topik tanpa jembatan Logis seperti Prabowo - cinta - kuda - bocor - macan Asia - stroke
Ancaman simbolik yang disembunyikan seperti
Awas bocor bocor bocor dicor
Ada lagi ejekan tersembunyi tentang status
Kata duda di antara urutan kata tegas tegas tegas
Dan beberapa hal.lagi yang menunjukkan Fufufafa berkecenderungan mengalami Gangguan Spektrum Psikiatris, disertai Delusi, Paranoia, dan Disfungsi Sosial.
Ini adalah contoh analisis metasintesis Neuroscience behavior dan Neuropolitika yang saya teliti dan tulis dalam buku GIBRAN'S BLACK BRAIN subtopol Studi Kasus Fufufafa.
Wah kalau benar Fufufafa adalah si Itu, bakal ambyar Indonesia.