
Unpopular opinion about marriage Just wondering, is marriage scary?
Idris Indrawan
5.2K posts

@idris_indrawan
👋

Unpopular opinion about marriage Just wondering, is marriage scary?




🚨: This is the surface of the Sun, the most detailed image ever taken.

Guys kata Benix Mie Gacoan itu sebenernya pelajaran bisnis paling underrated yang ada di depan mata kita. Buka 2016 di Malang. Sekarang 280 gerai. 10.000 karyawan. Omzet nasional hampir 3 triliun per tahun. Dari mie Rp10.000 sepiring. Dan ini yang bikin gw penasaran gimana bisnis yang jual mie Rp10.000 bisa sebesar ini? Ternyata strateginya bukan bakar duit kayak startup. Justru sebaliknya. Beli bahan baku langsung dalam jumlah ton dari produsen bukan kiloan. Menu dibuat sesedikit mungkin supaya bahan bisa diputar cepat dan tidak ada yang terbuang. Produksi dijalankan kayak pabrik masak terus tidak nunggu pesanan. Dan yang paling jenius mienya sengaja dijual murah dengan margin kecil. Kenapa? Karena yang jadi sumber profit sebenarnya adalah minuman dan menu sampingan. Lo datang makan mie pedas Rp10.000 tapi lo pasti beli minum. Di situlah mereka ambil untungnya. Tapi ada satu hal yang jarang dibahas dari kesuksesan Mie Gacoan. Yang paling diuntungkan dari bisnis ini bukan orang Indonesia tapi petani Australia. Karena bahan baku mie itu tepung terigu yang asalnya dari gandum. Dan Indonesia tidak bisa produksi gandum sendiri. Kita impor 3 juta ton per tahun dari Australia saja. Belum dari Kanada, Ukraina, Rusia, Amerika. Khusus untuk Mie Gacoan kalkulasinya Benix mereka butuh sekitar 16.000 ton gandum impor per tahun hanya untuk 280 gerai itu. Dan ini yang ironis. Semakin sukses Mie Gacoan semakin besar devisa kita mengalir keluar untuk beli gandum impor. Padahal kita punya beras. Punya sorgum yang sudah mulai bisa ditanam di Indonesia dan bisa diolah jadi mie bebas gluten. Tapi selama belum ada yang berani pivot ke sana kita akan terus bayar mahal untuk sesuatu yang sebenarnya bisa kita produksi sendiri. Pelajaran dari Mie Gacoan buat investor simpel bisnis yang kuat bukan yang produknya mewah atau viral sesaat. Tapi yang model bisnisnya sudah teruji, cash flow-nya putar cepat, dan bisa multiplikasi tanpa henti. Tapi pelajaran yang lebih besar dari ini sukses bisnis lokal tidak otomatis berarti untung buat ekonomi lokal. Kalau bahan bakunya masih impor semua yang paling cuan tetap bukan kita.

