igha🫧

76.9K posts

igha🫧 banner
igha🫧

igha🫧

@ighaxcw

iKON BI TREASURE LNGSHOT - 030916 • 310819 • 280822 • 011022 • 180323 • 220723 • 150624

PDG Katılım Temmuz 2010
760 Takip Edilen1.3K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
igha🫧
igha🫧@ighaxcw·
📎 💖💖💖💖💖 📎
ART
2
0
0
0
igha🫧 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada yang gue rasa perlu dibahas lebih dalam soal kasus Nadiem dan ini bukan soal membela dia secara membabi buta. Ini soal menelusuri logika di balik kenapa kasus ini tiba-tiba meledak sekencang ini. Karena kalau lo telisik lebih dalam, ada pola yang sangat menarik dan sangat tidak nyaman untuk diabaikan. Apa yang sebenarnya Nadiem bangun selama jadi Mendikbud: Di era Nadiem, lahir satu sistem yang namanya SIPLah Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah. Platform digital untuk pengadaan barang dan jasa menggunakan dana BOS dan BOP. Artinya apa? Setiap transaksi tercatat online. Setiap pelaporan bisa dilacak. Nota kosong jadi jauh lebih sulit digunakan. Markup jadi jauh lebih sulit disembunyikan. Selama puluhan tahun sebelumnya dana BOS adalah salah satu ladang basah yang paling mudah dimainkan di tingkat sekolah sampai dinas. Nota fiktif, pengadaan barang yang tidak pernah ada, markup harga yang masuk kantong oknum. Semua itu bisa berjalan mulus karena sistemnya manual dan tidak bisa diaudit dengan mudah. Nadiem menutup lubang itu. Sertifikasi guru yang ikut didigitalisasi: Sebelumnya sertifikasi guru identik dengan biaya hotel, konsumsi, transportasi, administrasi tatap muka yang semuanya bisa di-markup dan bisa jadi sumber komisi bagi pihak-pihak tertentu. Di era Nadiem sebagian besar proses ini dipindahkan online. Lebih efisien. Lebih murah. Dan jauh lebih sulit untuk dimainkan anggarannya. Chromebook dan ekosistem Google yang sebenarnya paling mengancam siapa: Ini yang paling penting dan paling jarang dibahas. Kalau sekolah pakai Windows lisensi Windows 11 Home saja Rp2,6 juta. Microsoft Office saja Rp2,2 juta. Per laptop. Dikali ratusan ribu sekolah di seluruh Indonesia. Angkanya fantastis. Dan karena banyak yang pakai bajakan ada ruang untuk markup seolah-olah membeli lisensi asli padahal tidak. ChromeOS dan Google Workspace for Education? Gratis untuk institusi pendidikan. Tidak ada lisensi yang perlu dibeli. Tidak ada celah untuk markup lisensi software. Jadi pertanyaannya bukan hanya soal apakah Chromebook bagus atau tidak untuk pendidikan. Pertanyaannya adalah: siapa yang selama ini menikmati ekosistem pengadaan software berbayar di sekolah-sekolah Indonesia dan siapa yang dirugikan ketika ekosistem itu diputus? Polanya terlalu jelas untuk diabaikan: Digitalisasi SIPLah menutup celah korupsi pengadaan. Digitalisasi sertifikasi menutup celah markup pelatihan. Chromebook dan Google Workspace menutup celah markup lisensi software. Audit anggaran jadi lebih mudah karena semuanya tercatat digital. Dan kemudian tiba-tiba kasus Nadiem meledak. Dengan tuntutan 27 tahun. Dengan uang pengganti Rp5,6 triliun yang bahkan diambil dari nilai IPO Gojek di SPT pajak bukan dari uang yang terbukti masuk ke kantong Nadiem. PPATK sendiri tidak menemukan satu sen pun aliran dana ke Nadiem dari siapapun. Kalau ini murni kasus hukum kenapa tuntutannya lebih besar dari pembunuh dan teroris? Kenapa uang penggantinya diambil dari aset yang tidak ada hubungannya dengan dugaan korupsi yang dituduhkan? Gue tidak bilang Nadiem sempurna. Gue tidak bilang semua kebijakannya benar. Tapi ada pertanyaan yang jauh lebih besar di balik kasus ini: Siapa yang paling diuntungkan dari kembalinya sistem lama yang serba manual, serba gelap, dan serba susah diaudit? Dan apakah orang-orang itu memiliki kepentingan — dan kemampuan untuk memastikan bahwa orang yang menutup ladang mereka itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi? Kalau jawabannya iya maka yang sedang kita saksikan bukan penegakan hukum. Itu pembunuhan karakter sistematis terhadap orang yang paling banyak menutup pintu korupsi di dunia pendidikan Indonesia.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
62
376
879
40.7K
igha🫧 retweetledi
igha🫧 retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Sampai hari ini sudah 2 minggu mereka terisolasi dalam rumah. Tembok dipasang oleh PT Anugrah Dirgantara Perkasa. Jalan Pekong Kel Polonia Kec Medan polonia. Medan.
Indonesia
109
3K
8.6K
613.3K
igha🫧 retweetledi
NO DM - KIRIM FESS CEK HIGHLIGHTS
yujiem! Guys, kalau ketemu bapak ini di sekitaran UGM, Klebengan, dan Deresan, yuk bantu borong dagangannya 😊 Beliau tuna netra, jualan snack harganya 5rb tiap hari muter dari siang sampe sore, jadi kalau kebetulan papasan langsung sapa aja ya, bapaknya ramah bgt 🤩
NO DM - KIRIM FESS CEK HIGHLIGHTS tweet media
Indonesia
17
2.5K
7.1K
91.2K
igha🫧 retweetledi
Rania Calista
Rania Calista@raniacalista_·
Buah jatuh se pohon-pohonnya ini mah, gokill keren banget Keisha Alvaro suaranya 11 12 sama bapaknya 👏👏
Indonesia
164
744
11.6K
1.7M
igha🫧 retweetledi
🐣 donghyun supplier
🐣 donghyun supplier@mysolacesdh·
jaypark tapping BIG NAUGHTY's back and hyping him while he is performing 😭❤️‍🩹 ANDDDD the way u can tell how donghyun's perf for the purge is full hype mode 🥹 that's his h1ghr maknaeeee !!!!!!!
English
0
1.2K
3.5K
74.9K
igha🫧 retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Penyaluran donasi dari warga untuk Mbah Slamet Suradio, sehat selalu ya mbah semoga segera mendapatkan keadilan dan nama mbah menjadi bersih dari fitnah yang beredar, Amin KAI 0 - Warga 1
Indonesia
58
952
3.8K
47.6K
igha🫧 retweetledi
🐾
🐾@dearlyryul·
kim ryul this is your future spoiler
English
14
777
3.7K
88.8K
igha🫧 retweetledi
ℬ𝒶𝑔𝒾𝓃𝒹𝑜 𝒦𝑜𝓅𝒾
Padang — Duka mendalam menyelimuti keluarga Karim Sukma Satria (32), seorang pengamen yang dilaporkan meninggal dunia usai sebelumnya diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang. Kasus ini memicu sorotan publik, terlebih setelah muncul dugaan kekerasan serta polemik pelabelan sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Rafles, ayah korban, mendatangi Kantor Satpol PP Kota Padang pada 27 April 2026 untuk meminta klarifikasi atas kematian anaknya. Dengan nada emosional, ia mempertanyakan kondisi terakhir Karim sebelum meninggal dunia. “Anak saya Anda bawa dalam kondisi sehat, kenapa bisa meninggal? Anda apakan dia, Anda pukul dia?” ujar Rafles di kantor Satpol PP di Jalan Tan Malaka. Menurut keterangan keluarga, Karim sebelumnya diamankan pada 23 Maret 2026 saat tengah mengamen. Namun, saat jenazah diambil, pihak keluarga mengaku menemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban, yang memicu dugaan adanya tindak kekerasan selama proses penanganan.
ℬ𝒶𝑔𝒾𝓃𝒹𝑜 𝒦𝑜𝓅𝒾 tweet media
Indonesia
64
1.7K
2.9K
38.9K
igha🫧 retweetledi
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti@susipudjiastuti·
Pak Presiden @prabowo Kapolri @ListyoSigitP @setkabgoid @ahriesonta 🙏🙏🙏
kumparan@kumparan

Rafles, ayah Karim Sukma Satria (32) seorang pengamen yang meningga dunia karena dianiaya. Karim sebelumnya sempat diamankan Satpol PP Kota Padang pada 23 Maret 2026 saat sedang mengamen. Keluarga Karim mendatangi Kantor Satpol PP Kota Padang untuk meminta penjelasan pada (27/4). "Anak saya Anda bawa dalam kondisi sehat, kenapa bisa meninggal? Anda apakan dia, Anda pukul dia?" ucap Rafles di Kantor Satpol PP Kota Padang, Jalan Tan Malaka. Rafles meminta Satpol PP Kota Padang untuk bertanggung jawab atas kematian anaknya. Ia mengaku saat mengambil jenazah ditemukan luka-luka lebam di tubuh anaknya. Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra menyatakan saat ini proses berjalan di kepolisian. Namun, berdasarkan hasil audit internal, anggotanya telah bekerja sesuai prosedur. Selain protes ke Satpol PP Kota Padang, keluarga Karim bersama massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Karim juga mendatangi Kantor Dinas Sosial Kota Padang. Mereka menuntut penjelasan sekaligus permintaan maaf terkait penyebutan Karim sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kasus Karim mencuat setelah Dinas Sosial Kota Padang mengunggah postingan terkait ODGJ tanpa identitas. 📸: Dok. Istimewa. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠📝: newsupdate | update | news | videonews | R120 | E164 | V157 ⁠ #bicarafaktalewatberita #kumparan

Indonesia
20
1.2K
3K
54.7K
igha🫧 retweetledi
GENDOET_DJAYENK
GENDOET_DJAYENK@Gendoet3G·
Ada yang memilukan !! Satpol PP kekerasan
Indonesia
7
99
126
2.6K