Anggota DPR itu punya KODE ETIK. Bukan ”Sang Maha” yang bisa seenaknya nunjuk-nunjuk:
Siape, lo!
Siape, lo!
Ape, lo!
Ape, lo!
Selamat pagi semesta Yang Mulia, yang sungguh sangat tahu hukum tabur - tuai
Ada yang memperjuangkan referendum, ada yang memperjuangkan Papua sebagai bagian dari NKRI.
Tapi di atas semua itu, yang harus diperjuangkan adalah kemanusiaan. Semua manusia di sana, mau Asli Papua, Padang, Makassar, atau Ambon semua manusia. Jangan ada korban lagi.
Sudah, sudah. Tidak perlu terjebak dalam jargon. Susu beruang tidak dari dan untuk beruang. Jas hujan tidak terbuat dari hujan. Obat nyamuk tidak mengobati nyamuk. Maka, jangan heran kalau dewan perwakilan rakyat tidak mewakili rakyat
Berita boleh disiarkan, tapi awak media diminta menyingkir
.
Cerita boleh disebarkan, tapi internetnya diblokir
.
Jadi, yang ditakutkan itu hoax atau kemerdekaan berpikir?
Kenapa sebuah tirani bisa hancur? Karena para penguasa lebih senang mengulang sejarah dibanding belajar dari sejarah
.
Dan hari ini sejarah berulang. Rakyat tidak diwakili oleh mereka yang duduk nyaman dalam gedung. Rakyat diwakili oleh mahasiswa yang berdiri melawan kesewenangan
Orang tua ingin didengar tapi tutup telinga ketika diberi saran. Anak muda ingin dilihat tapi dipandang sebelah mata ketika memberi saran
.
Orang tua terlalu nyaman membuat orang lain tidak nyaman. Anak muda turun ke jalan ketika negeri tempat tinggalnya tak lagi aman