Sabitlenmiş Tweet
Giovani Andrean
71K posts

Giovani Andrean retweetledi

@lastletterisN orang indonesia itu mengerti sarkasme, kalo dalam bahasa daerah.
🤣
Indonesia

Most Indonesians can't grasp the concept of sarcasm, what do you expect from people who will misunderstand and twist even straightforward sentences to fit their own narrative
Jean-Pierre Clotaine@jpclotaine
@entalpih Yang ini tweet sarkasme yang mengkritik perilaku "menganggap jepang dan korea sebagai kiblat" tapi orang pada nggak ngeh 🤣
English

Heidi cosplay Diluc dari Genshin Impact. @Heidi_JKT48
𝐎𝐳𝐚𝐧 🪄🐺🌊@cruzozzan
Heidi pernah cosplay jadiHatsune Miku (snow version), Mikasa, Mitsuri, Kim Dokja, Uriel, Jinshi, Chuya dan lainnya (dia lupa apa aja).
English

Udah setara Nabi Isa.
Tinggal menghidupkan orang mati aja nih Pa Jokowi.
Kamal Reza@andikamalreza
Sehat selalu Pak Jokowi ❤️🙏
Indonesia



I'm just kidding, I'm an unc haha there are so many cool local young creator on tiktok talking about comics already (like this TOFU guy 😂 please find him on tiktok!), I couldn't be more happier, man. but if anyone wants to talk about comics, just @ me anytime.
TOFU@mekvillainy
@smekdoncat i'm seated
English

@arman_dhani mulai ikut template gini bentar lagi ada afiliate
Indonesia

@CwkDnda @txtruangpodcast tinggal meninggal film bagus gak rame2 amat padahal produksi imajinari juga
Indonesia

@txtruangpodcast Kalo film nya bagus, promo standar aja bisa rame koh
Indonesia

koh ernest mengaku dalam promosi agak laen 2 ia menargetkan untuk mendatangi podcast atau program tv sebanyak lebih dari 50kali🤯🤯
mengomentari rapat di dpr soal monopoli di dalam bioskop, koh ernest lebih tertarik untuk memberi tanggapan kepada kolom komentar netizen yang kebanyakan ga paham sistem dalam industri perfilman disini itu gimana.
simplenya gini, bayangin lu punya warung dan warung itu raknya kecil dan sangat terbatas.
barang barang yang mau lu taro disitu itu harus barang barang yang cepet laku karna lu harus sewa lapak, bayar karyawan dll
dengan display yang terbatas itu lu harus bener bener mikirin barang mana yang sekiranya orang orang akan langsung beli.
dan pasti yang punya warung itu lebih memilih produk dari brand besar karna 2 alasan:
yang pertama produk dari brand besar mempunyai kepercayaan dari publik. ketika orang melihat brandnya orang cenderung sudah tau brand ini suka membuat apa dan kebanyakan orang menunggu brand ini untuk membuat produk. bukan brarti brand baru ngga oke, cuman kepercayaan orangnya yang belum ada.
yang kedua soal dana promosi ini yang kadang kadang orang lupa. koh ernest ngasih contoh di film agak laen 2 ia mengaku bentuk promosi yang di kerjakan salah satunya adalah menyambangi podcast podcast atau program tv lebih dari 50 kali😱 kebayang ga tuh? memang, ada film yang promosinya minim tapi filmnya laku cuman bisa dibilang itu anomali yang ga bisa ditiru sembarangan
makanya bioskop lebih memilih film film yang datang dari brand besar dan stabil karna mereka sudah membuktikan bahwa niat membuat film dari produksian dan promosi sekaligus.
menurut kamu gimana??🤔


Indonesia

butlerian jihad
Disclose.tv@disclosetv
NOW - Pope Leo XIV: "Artificial Intelligence needs to be disarmed."
English
Giovani Andrean retweetledi

We must, then, avoid the “Babel syndrome,” namely the idolatry of profit that sacrifices the weak, a uniformity that neutralizes differences, and the pretense that a single language — even a digital one — can translate everything, including the mystery of the person, into data and performance. This is the risk of dehumanization: building a future that excludes God and reduces the other to a means.
English
Giovani Andrean retweetledi

Humanity, created by God in all its grandeur, is today facing a pivotal choice: either to construct a new Tower of Babel or to build the city in which God and humanity dwell together. In Jesus Christ, this humanity in its grandeur becomes the Way, the Truth and the Life, opening the path for each of us to grow toward fullness. #MagnificaHumanitas
vatican.va/content/leo-xi…
English
Giovani Andrean retweetledi

In the era of #ArtificialIntelligence, when human dignity is threatened by new forms of dehumanization, ours is the pressing duty to remain profoundly human. We must lovingly safeguard the grandeur of humanity bestowed upon us and revealed in its fullness in Christ, the splendor of which no machine can ever replace. #MagnificaHumanitas
vatican.va/content/leo-xi…
English












