iirkoe
35.6K posts

iirkoe
@iirkoe99
Setiap Orang Ada Masanya-Dan Setiap Masa Ada Orangnya|| |PSP3 ||Youth of Choice
Indonesian🇮🇩 Katılım Şubat 2017
4K Takip Edilen1.2K Takipçiler

@vaniepink Mundur saja kau @erickthohir kau pemimpin gatot ( Gagal Total)
Indonesia
iirkoe retweetledi

Seberapapun besar usaha PSI ngerawat misteri siapa Mr. J, selama Purbaya eksis gak akan masyarakat peduli siapa Mr. J itu, gak akan trending, kalah menarik dengan eksistensi Purbaya.
Saya usul, PSI minta Purbaya yang ngumumin siapa Mr. J supaya jadi trending hahahaha #Hensa
Indonesia

One dot “.” can scream louder than silence. Will you leave one for me?
If you're browsing, please leave a dot. It's just a dot.
please donate :
spot.fund/446dkczsc

English
iirkoe retweetledi

Jokowi Dituding Bohong: Eks BIN Sebut Ada Rekayasa, Abu Bakar Ba'asyir ke Solo Dibuat Menunggu 3 Jam
gelora.co/2025/10/jokowi…
Indonesia

@SianiparRismon Bongkar terus bang jngan ksih kendor... Kebenaran akan selalu menemukan jalannya...
Indonesia

Ke UGM, antarkan surat klarifikasi sarjana muda Jokowi 1983 di fakultas kehutanan UGM...
youtube.com/live/Jj579C9Dc…

YouTube

Indonesia

Saya punya teman waktu di pondok pakai kaca mata tebal, setelah lulus bisa tanpa kaca mata. Wallahu a'lam
Ali Syarief - アリ・シャリーフ@alisyarief
Menurut Termul Ini @jokowi
Indonesia

✍🏻 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗣𝘂𝗿𝗯𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝘁𝘂 𝗦𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗚𝗶𝗯𝗿𝗮𝗻 ?
Mungkin dise-umur jagung jabatannya, Purbaya hanya berpikir lurus soal pekerjaan yang ditugaskan oleh Presiden kepadanya. Dengan gayanya yang ‘slenge’an’, ia tidak memikirkan bahwa kebijakan populis yang ia jalankan adalah sebuah pertaruhan besar.
Disadari atau tidak, popularitas yang dituainya justru bisa menjadi modal politik yang sangat berharga untuk 2029. Namun pada saat yang sama, ia sesungguhnya tengah berjalan di atas "ranjau" politik yang bisa meledak kapan saja.
Skil Koboinya dalam memainkan tali laso keuangan dan anggaran yang meresahkan pejabat disatu sisi dan melonggarkan jerat di perut rakyat pada sisi lainnya harus diimbangi dengan kemampuannya untuk bermanuver, membangun aliansi, dan mengelola loyalitas kepada Presiden.
Karena suka tidak suka, itu akan menjadi kunci utama kelangsungan karier politiknya dalam tiga tahun ke depan.
Tiga tahun mendekati masa kampanye Pilpres berikutnya, dalam iklim politik tentu akan sangat berpengaruh membentuk kerlap-kerlip kristal popularitas Purbaya. Setiap kebijakannya yang berdampak positif bagi rakyat akan selalu memiliki dimensi elektoral.
Manuver kebijakan Menkeu Purbaya yang sangat populis dan pro-rakyat, seperti meringankan beban pajak rakyat, menghapus pph buruh/pekerja kecil di beberapa sektor tertentu, subsidi energi yang diperbesar atau pemutihan pajak bagi UMKM serta efisiensi anggaran para pejabat, secara alamiah akan melambungkan namanya. Publik cenderung mengasosiasikan kebijakan yang "terasa langsung di kantong" dengan figur yang paling vokal atau bertanggung jawab atasnya, dalam hal ini adalah Sang Menteri Keuangan.
Kenaikan popularitas ini menjadi sebuah paradoks. Di satu sisi, ini menunjukkan keberhasilan kementerian dalam menerjemahkan visi Presiden dan membantu rakyat, yang seharusnya menjadi nilai positif bagi pemerintah.
Namun, di sisi lain, hal ini menciptakan dinamika kekuasaan yang rawan di internal pemerintahan. Terbukti, pagi-pagi saja dari tengah pulau Jawa sudah terhembus aroma kecurigaan yang menengarai bahwa sosok Purbaya dipersiapkan demi memblokade ambisi keluarga Solo yang semakin keras “memaksa Prabowo kontrak politik” untuk Gibran Dua Periode.
Purbaya dengan style Koboinya mungkin piawai melesatkan peluru Fiskal dan Moneter secara presisi pada sasaran yang tepat, namun dalam skil berpolitik, Purbaya nampaknya harus berguru lagi pada para Begawan dan Suhu yang telah teruji memiliki kedigdayaan ilmu politik, seperti ilmu “Opportunistic Politics” dari Prof Mahfud MD, ilmu “Political Chameleon” atau “Bunglon Politik” dari Cak Imin atau bahkan mungkin ilmu “Ngepet Konstitusi” ala Nyai Ratu Iriana.
Purbaya juga harus mendalami filosofi politik yang mengajarkan fatsun politik bahwa dalam sistem presidensial, Presiden adalah "Matahari" dalam tata surya kabinet. Semua menteri adalah planet yang memantulkan cahayanya.
Ketika seorang menteri menjadi terlalu bersinar hingga cahayanya menyaingi bahkan meredupkan matahari, ini menciptakan disekuilibrium. Presiden bisa dianggap lemah atau "tersandera" oleh popularitas pembantunya.
Narasi publik bisa bergeser dari "Program Presiden" menjadi "Gebrakan Menkeu Purbaya," yang secara politik sangat merugikan bagi citra kepemimpinan tertinggi.
Jadi sekali lagi, jika tidak berhati-hati, popularitasnya yang meroket dapat menjadikan Menkeu Purbaya target empuk. Para pesaingnya akan berusaha "mematikan" bintang yang sedang bersinar ini sebelum menjadi terlalu besar.
Dalam kabinet Prabowo terlalu banyak “musuh dalam selimut”, bahkan rival politik dari koalisi yang sama pun juga akan berkepentingan untuk menghentikan lajunya agar tidak menghalangi ambisi mereka sendiri di 2029.
Jadi, waspadalah Pak Menkeu, jangan sampai lecutan popularitas mu menjadi pedang bermata dua yang akan mencelakakan diri mu sendiri.

Indonesia

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengatakan, sosok J yang menjabat sebagai ketua Dewan Pembina PSI merupakan orang istimewa.
Baca selengkapnya 👇
nasional.kompas.com/read/2025/10/1…
~LL #PSI #RajaJuliAntoni

Indonesia

Ahmad Riza Patria membalas sindiran mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai susunan kabinet Presiden Prabowo Subianto. Anies diketahui menyindir Prabowo yang memilih 'pembantunya' berdasarkan koneksi, bukan kompetensi.
Riza, yang merupakan mantan Wagub Anies ketika masih menjabat gubernur, menegaskan Prabowo selalu akomodatif dalam mengajak masyarakat untuk berbuat sesuatu bagi negara.
Sumber: nasional.kompas.com/read/2025/10/1…
| #Prabowo #AniesBaswedan #RizaPatria

Indonesia


















