iirkoe

35.6K posts

iirkoe banner
iirkoe

iirkoe

@iirkoe99

Setiap Orang Ada Masanya-Dan Setiap Masa Ada Orangnya|| |PSP3 ||Youth of Choice

Indonesian🇮🇩 Katılım Şubat 2017
4K Takip Edilen1.2K Takipçiler
iirkoe
iirkoe@iirkoe99·
@CakKhum Makin nyungsep lagi di 2029.Aamiin..
Indonesia
0
0
0
0
Cak Khum
Cak Khum@CakKhum·
Saat masih jadi Presiden saja cuma jadi partai gurem apalagi skrng kena matahari aja gak bisa kayak zombie
Cak Khum tweet media
Indonesia
32
32
111
3.9K
iirkoe retweetledi
Kanseulir
Kanseulir@Kanseulir·
Dikit² Ngomongnya: Jangan Tinggal Di Indonesia! Dikit² Ngomongnya: Pergi Dari Indonesia! Kelen Setuju Ngga, Orang Ini Yang Diusir Dari Indonesia? Kasih Tanda Retweet, Kalau Kelen Setuju
Kanseulir tweet media
Indonesia
1.9K
14.6K
15.7K
637.4K
iirkoe
iirkoe@iirkoe99·
@mardigu024 Sdh kehilangan pamor si termul, stressss.....
Indonesia
0
0
0
1
Bossman Mardigu
Bossman Mardigu@mardigu024·
ada yang berminat gabung?😅
Indonesia
219
64
197
18.2K
Hendri Satrio #Hensa
Hendri Satrio #Hensa@satriohendri·
Seberapapun besar usaha PSI ngerawat misteri siapa Mr. J, selama Purbaya eksis gak akan masyarakat peduli siapa Mr. J itu, gak akan trending, kalah menarik dengan eksistensi Purbaya. Saya usul, PSI minta Purbaya yang ngumumin siapa Mr. J supaya jadi trending hahahaha #Hensa
Indonesia
235
251
1.4K
38.9K
NADA 𓂆
NADA 𓂆@nadaa01012·
We will not forget ، If you see this pic, reply with 🍉🇵🇸 And spread it 💔
NADA 𓂆 tweet media
English
146
404
1.2K
12.7K
Ph.Rami
Ph.Rami@rami_ehab82081·
One dot “.” can scream louder than silence. Will you leave one for me? If you're browsing, please leave a dot. It's just a dot. please donate : spot.fund/446dkczsc
Ph.Rami tweet media
English
2.2K
1.6K
4.3K
69.2K
NADA 𓂆
NADA 𓂆@nadaa01012·
Humanity check 💔 If you’re scrolling, Comment with a dot.
NADA 𓂆 tweet media
English
104
216
388
4.5K
iirkoe retweetledi
GELORA NEWS
GELORA NEWS@geloraco·
Jokowi Dituding Bohong: Eks BIN Sebut Ada Rekayasa, Abu Bakar Ba'asyir ke Solo Dibuat Menunggu 3 Jam gelora.co/2025/10/jokowi…
Indonesia
9
34
92
7.9K
iirkoe
iirkoe@iirkoe99·
@SianiparRismon Bongkar terus bang jngan ksih kendor... Kebenaran akan selalu menemukan jalannya...
Indonesia
0
0
0
1
Lambe Waras
Lambe Waras@abu_waras·
Gimana gaes?. Yay or Nay ?
Lambe Waras tweet media
English
203
57
314
23.8K
narkosun
narkosun@narkosun·
Plot twist banget ini. Mahar 3 M itu ternyata Mlebu, Metu, Minggat 😭
narkosun tweet media
Indonesia
49
30
123
10.5K
iirkoe
iirkoe@iirkoe99·
@ARSIPAJA Cm bagi2 jabatan, dan habiskan uang rakyat saja.. Ini pak presiden @prabowo kok gk peka yaa.. Disaat Rakyat msh bnyak butuh pekerjaan, ini jls tdk sejalan dg Pancasila.
Indonesia
0
0
0
25
iirkoe
iirkoe@iirkoe99·
@Naz_lira Jd serba salah juga, ingin kerja demi Rakyat menjalankan tugasnya yg tlah diamanatkan UU, tp 1 sisi dianggap jd pesaing, emang di NKRI ini gk boleh pejabatnya hebat dan cerdas x kalin yaa.... Blo'on jg jd sorotan... Bener² weudan sepertinya... Hihihi..
Indonesia
0
0
1
20
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾
✍🏻 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗿𝗸𝗮𝗵 𝗣𝘂𝗿𝗯𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝘁𝘂 𝗦𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗚𝗶𝗯𝗿𝗮𝗻 ? Mungkin dise-umur jagung jabatannya, Purbaya hanya berpikir lurus soal pekerjaan yang ditugaskan oleh Presiden kepadanya. Dengan gayanya yang ‘slenge’an’, ia tidak memikirkan bahwa kebijakan populis yang ia jalankan adalah sebuah pertaruhan besar. Disadari atau tidak, popularitas yang dituainya justru bisa menjadi modal politik yang sangat berharga untuk 2029. Namun pada saat yang sama, ia sesungguhnya tengah berjalan di atas "ranjau" politik yang bisa meledak kapan saja. Skil Koboinya dalam memainkan tali laso keuangan dan anggaran yang meresahkan pejabat disatu sisi dan melonggarkan jerat di perut rakyat pada sisi lainnya harus diimbangi dengan kemampuannya untuk bermanuver, membangun aliansi, dan mengelola loyalitas kepada Presiden. Karena suka tidak suka, itu akan menjadi kunci utama kelangsungan karier politiknya dalam tiga tahun ke depan. Tiga tahun mendekati masa kampanye Pilpres berikutnya, dalam iklim politik tentu akan sangat berpengaruh membentuk kerlap-kerlip kristal popularitas Purbaya. Setiap kebijakannya yang berdampak positif bagi rakyat akan selalu memiliki dimensi elektoral. Manuver kebijakan Menkeu Purbaya yang sangat populis dan pro-rakyat, seperti meringankan beban pajak rakyat, menghapus pph buruh/pekerja kecil di beberapa sektor tertentu, subsidi energi yang diperbesar atau pemutihan pajak bagi UMKM serta efisiensi anggaran para pejabat, secara alamiah akan melambungkan namanya. Publik cenderung mengasosiasikan kebijakan yang "terasa langsung di kantong" dengan figur yang paling vokal atau bertanggung jawab atasnya, dalam hal ini adalah Sang Menteri Keuangan. Kenaikan popularitas ini menjadi sebuah paradoks. Di satu sisi, ini menunjukkan keberhasilan kementerian dalam menerjemahkan visi Presiden dan membantu rakyat, yang seharusnya menjadi nilai positif bagi pemerintah. Namun, di sisi lain, hal ini menciptakan dinamika kekuasaan yang rawan di internal pemerintahan. Terbukti, pagi-pagi saja dari tengah pulau Jawa sudah terhembus aroma kecurigaan yang menengarai bahwa sosok Purbaya dipersiapkan demi memblokade ambisi keluarga Solo yang semakin keras “memaksa Prabowo kontrak politik” untuk Gibran Dua Periode. Purbaya dengan style Koboinya mungkin piawai melesatkan peluru Fiskal dan Moneter secara presisi pada sasaran yang tepat, namun dalam skil berpolitik, Purbaya nampaknya harus berguru lagi pada para Begawan dan Suhu yang telah teruji memiliki kedigdayaan ilmu politik, seperti ilmu “Opportunistic Politics” dari Prof Mahfud MD, ilmu “Political Chameleon” atau “Bunglon Politik” dari Cak Imin atau bahkan mungkin ilmu “Ngepet Konstitusi” ala Nyai Ratu Iriana. Purbaya juga harus mendalami filosofi politik yang mengajarkan fatsun politik bahwa dalam sistem presidensial, Presiden adalah "Matahari" dalam tata surya kabinet. Semua menteri adalah planet yang memantulkan cahayanya. Ketika seorang menteri menjadi terlalu bersinar hingga cahayanya menyaingi bahkan meredupkan matahari, ini menciptakan disekuilibrium. Presiden bisa dianggap lemah atau "tersandera" oleh popularitas pembantunya. Narasi publik bisa bergeser dari "Program Presiden" menjadi "Gebrakan Menkeu Purbaya," yang secara politik sangat merugikan bagi citra kepemimpinan tertinggi. Jadi sekali lagi, jika tidak berhati-hati, popularitasnya yang meroket dapat menjadikan Menkeu Purbaya target empuk. Para pesaingnya akan berusaha "mematikan" bintang yang sedang bersinar ini sebelum menjadi terlalu besar. Dalam kabinet Prabowo terlalu banyak “musuh dalam selimut”, bahkan rival politik dari koalisi yang sama pun juga akan berkepentingan untuk menghentikan lajunya agar tidak menghalangi ambisi mereka sendiri di 2029. Jadi, waspadalah Pak Menkeu, jangan sampai lecutan popularitas mu menjadi pedang bermata dua yang akan mencelakakan diri mu sendiri.
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾ tweet media
Indonesia
194
213
672
23.5K
iirkoe
iirkoe@iirkoe99·
@kompascom Hahahha.... Alasan Reza Patria tak masuk akal dan bodoh
Indonesia
0
0
0
1
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Ahmad Riza Patria membalas sindiran mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai susunan kabinet Presiden Prabowo Subianto. Anies diketahui menyindir Prabowo yang memilih 'pembantunya' berdasarkan koneksi, bukan kompetensi. Riza, yang merupakan mantan Wagub Anies ketika masih menjabat gubernur, menegaskan Prabowo selalu akomodatif dalam mengajak masyarakat untuk berbuat sesuatu bagi negara. Sumber: nasional.kompas.com/read/2025/10/1… | #Prabowo #AniesBaswedan #RizaPatria
Kompas.com tweet media
Indonesia
79
18
95
40.9K