andi muhammad ikhlas

41.8K posts

andi muhammad ikhlas banner
andi muhammad ikhlas

andi muhammad ikhlas

@ikoMd

part of Eastern Integrated, Milisi & Cekrecphoto

Makassar, Sulawesi Selatan Katılım Nisan 2009
926 Takip Edilen3.9K Takipçiler
andi muhammad ikhlas retweetledi
Solekhan
Solekhan@__PASMANTAP·
Kuliti lagi ah.. Klo blm viral dan di kuliti netizen masih aja Nir adab org² serakah model ginian. Menyala yg punya 41 dapur MBG. liputan6.com/regional/read/…
Indonesia
496
9.1K
30.2K
1.4M
andi muhammad ikhlas retweetledi
Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar@zainalamochtar·
Pak @NataliusPigai2 saya setuju dgn bapak, seringkali profesor itu dibesar2kan saja. Sy izin mau belajar memahami HAM dari bapak. Sy mau diskusi dan debatkan satu persatu kasus HAM di indonesia yang katanya bapak udah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan dimana sy bs belajar🙏
Indonesia
528
3K
10.1K
315.1K
andi muhammad ikhlas
andi muhammad ikhlas@ikoMd·
Geng SMA yang sudah berusia 3 dekade dan masih bersama sampai sekarang, isinya sudah "multi genre" hahahaha
andi muhammad ikhlas tweet media
Indonesia
0
0
2
221
andi muhammad ikhlas retweetledi
Dumdum
Dumdum@yusuf_dumdum·
Lihatlah sekolah SD Negeri Bo'of Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Timor Tengah Selatan, Nusaa Tenggara Timur. Kondisinya sangat tidak layak! Akses jalan susah dan terpencil, atap bocor, dinding kayu bolong2, namun semangat anak2 untuk belajar tak pernah surut. Catat! Walaupun mayoritas orang tua siswa tidak kaya raya, namun mereka masih mampu memberi makan anaknya tiap hari. Tapi kalau orang tua siswa disuruh bangun gedung sekolah yang layak, maka jelas TIDAK akan MAMPU! Ini sudah tahun 2026, dan sudah 80 thun Indonesia merdeka, Apa pejabat pemerintah hingga kepala negara gak malu melihat kondis sekolah seperti ini ? Apa yang mau dibanggakan dari semua program yg ada kalau di negeri sendiri pendidikannya masih sangat jauh dr kata layak. Pantas saja Indonesia tertinggal jauh pendidikannya jika dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Mirisnya, ditengah kondisi seperti ini malah dana pendidikan dipotong hingga 223 Triliun untuk MBG. Belum lagi gaji para guru masih kalah jauh sama tukang ompreng SPPG. Negara ini benar2 TIDAK pernah menunjukkan kepedulian dengan pendidikan. Negara seperti ketakutan jika rakyatnya menjadi cerdas dan kritis. Mungkin jika rakyat cerdas dan kritis maka akan menjadi "bumerang" bagi para pejabat dan pemimpin bermental tikus.
Indonesia
19
182
340
5.5K
andi muhammad ikhlas retweetledi
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Nih contoh Generasi Perintis. Keren bangetttt
SobatMiskinTV tweet media
Indonesia
1.4K
3.1K
16.5K
2.3M
andi muhammad ikhlas retweetledi
Dosen Garis Lucu
Dosen Garis Lucu@DosenGarisLucu·
Sikap Muhammadiyah terhadap Board of Peace. Menyala 🔥
Dosen Garis Lucu tweet mediaDosen Garis Lucu tweet mediaDosen Garis Lucu tweet mediaDosen Garis Lucu tweet media
Indonesia
211
9.4K
24.5K
721.4K
andi muhammad ikhlas retweetledi
Stela Nau
Stela Nau@stelanau·
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya. 'Mama, saya minta buku dan pena' Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk. Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan. Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja. Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa. Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI. Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok. Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Stela Nau tweet mediaStela Nau tweet media
Indonesia
1.2K
31.4K
68.5K
2.3M
andi muhammad ikhlas
andi muhammad ikhlas@ikoMd·
Di Makassar ada duo kakak adik yang mainnya kompak luar biasa, namanya Natinson. Coba search di semua platform lagu-lagu mereka asli enaak!
andi muhammad ikhlas tweet media
Indonesia
0
0
0
128
andi muhammad ikhlas retweetledi
Tansu Yegen
Tansu Yegen@TansuYegen·
Grandma's old school method to remove a splinter ....
English
376
770
8.5K
9.8M
andi muhammad ikhlas retweetledi
Indonesian Pop Base
Indonesian Pop Base@iPopBase·
395 years ago today, Sultan Hasanuddin was born.
Indonesian Pop Base tweet mediaIndonesian Pop Base tweet media
English
30
208
3.4K
74.8K
andi muhammad ikhlas retweetledi
Motivation with Faith
Motivation with Faith@MWFaithOfficial·
TIME LAPSE; The transformation of the Ka'bah from around 1400 to 2026. May everyone who sees this be granted ease and the opportunity to worship there someday.
English
94
1.9K
7.3K
234.7K
andi muhammad ikhlas
andi muhammad ikhlas@ikoMd·
Terlalu banyak yang suka banting harga, jadinya kasian photo/videographer yang "harusnya" sdh up harga tapi masih ketahan, kaya saya waktu ketemu teman-teman FG/VG bbrp hari lalu
andi muhammad ikhlas tweet media
Indonesia
0
0
0
36
andi muhammad ikhlas retweetledi
OMMI 💚
OMMI 💚@siregar_najeges·
Part 2 .... Hidup Panji 🤩✊️‼️
Indonesia
3
394
1.1K
22.1K
andi muhammad ikhlas retweetledi
Advanced Football Academy
Advanced Football Academy@AdvFtbAcad·
Mikel Arteta was not meant to coach yet. He finished his playing career quietly. No farewell tour. No coaching offers waiting. Then Pep Guardiola called. Manchester City. Learning as an assistant coach. Arteta arrived early every day. Set up rondos. Moved cones. Adjusted spacing. He stayed after sessions. Studied build up patterns. Defensive shapes. Pressing triggers. For three years, he learned beside Guardiola. Listened more than he spoke. Absorbed everything. Arsenal took the risk. First head coaching job. One of the biggest clubs in England. The squad was fractured. Late arrivals. Poor fitness. Low standards. Arteta wrote rules immediately. Exact training times. Dress standards. Behavior expectations. When players ignored them, he acted. Removed captains. Moved on senior names. Results did not come fast. Losses stacked up. Fans turned. He kept the plan. Clear roles. Clear principles. Young players became leaders. Saka. Martinelli. Saliba. He rebuilt trust season by season. Training intensity rose. Consistency followed. An FA Cup came first. Then Champions League football returned. Then title challenges. From assistant with cones To leader with conviction. Not because he rushed the process. But because he stayed firm. Arteta's story shows: success only follows high standards.
Advanced Football Academy tweet media
English
151
1.1K
6.8K
340.1K