L

5K posts

L banner
L

L

@imhumanusia_

yowassap?

Katılım Mayıs 2019
592 Takip Edilen39 Takipçiler
L retweetledi
Hary Susanto
Hary Susanto@hafilova·
Di Project Hail Mary kita gak cuman sekedar nontonin Ryan Gosling kejebak dan bertahan hidup di luar angkasa luas. Ini lebih besar dari itu. Ini adalah adaptasi terbaru dari novelnya Andy Weir yang sebelumnya pernah kita kenal lewat adaptasi The Martian-nya Ridley Scott. Dan harus saya bilang, Project Hail Mary berhasil masuk jadi penghuni baru buat lemari koleksi film-film sci-fi luar angkasa favorit saya sepanjang masa. Dari penyelamatan bumi ala Interstellar, komunikasi unik dengan sahabat antariksa ala Arrival, sampe pertemanan indah manusia dan alien ala E.T., sutradara Phil Lord dan Christopher Miller dengan naskah solid Drew Goddard tetep setia ngebawa semua DNA Weir ke dalamnya: bertahan hidup, humor, sains dan humanisme dengan taruhan yang lebih gede ketimbang sekedar cerita survival di kolam tanpa ujung bernama luar angkasa lewat kisah Ryland Grace, guru sains SMP yang kebangun di pesawat luar angkasa sendirian, tanpa ingatan, tugasnya? Nyelametin Matahari (dan Bumi) dari sesuatu yang lagi ngehancurin pelan-pelan. Gosling tentu adalah bintangnya Project Hail Mary. Ia menawan sebagai Ryland Grace yang ngedominasi durasi dengan ngebawa humor kering khas Weir: monolog internal sarkastik, kebingungan yang bikin senyum, kecerdasannya yang bikin takjub dan juga momen-momen kesepian yang kadang bikin sesak. Tapi pertemuannya sama Rocky: alien mekanik cerdas dari planet Erid yang bentuknya seperti kepiting (laba-laba?) batu berkaki lima, bikin sisa perjalanan misi bunuh diri Project Hail Mary yang muram dan depresif jadi lebih enerjik, hidup, fun dan penuh harapan. Persahabatan keduanya jadi jantung utama Project Hail Mary. Sebuah buddy movie intergalaksi unik yang nyatuin dua makhluk hidup beda total dalam misi buat nyelametin dunia masing-masing. Cara mereka berkomunikasi lewat program komputer, matematika, dan trial-error itu lucu, cerdas, dan jatuhnya sangat emosional. James Ortiz sukses ngasih nyawa ke Rocky lewat puppetry dan voice over, bikin karakter alien ini bakal jadi salah satu yang paling memorable di sci-fi modern. Sainsnya tetap solid seperti di novel Weir: astrophage, taumoeba, propulsion berbasis antimateri, semua dijelasin tanpa bikin penonton jadi keliatan bodoh, tapi juga nggak sampe kelewat serius sampe bikin bosan. Lord dan Miller bawa sentuhan mereka yang ringan dan entertaining (kayak di The LEGO Movie atau Spider-Verse), jadi jatuhnya gak berat meski temanya sesungguhnya cukup berat. Visual efeknya keren, bikin perjalanan panjang ini terasa indah dan bikin takjub terutama ketika momen partikel astrophage bertaburan. Project Hail Mary gak cuma jadi sci-fi yang optimis di era di mana banyak koleganya milih jalan lebih gelap dan sinis. Ia adalah jadi hiburan murni di balik temanya yang berat yang bakal bikin kamu keluar dari bioskop dengan senyum, tawa, sedikit air mata haru, dan rasa kagum sama potensi manusia (dan alien). Kalau suka The Martian, pasti bakal jatuh cinta sama ini. Bukan hanya cerita gimana selamat dari luar angkasa sembari nyelametin bumi dari kehancuran. Tapi yang lebih grounded, tentang gimana nemuin sahabat dari tempat paling gak terduga, dan menyadari kalau"hail mary" terbesar dalam hidup kadang adalah berani buat milih untuk gak lagi sendirian. Salah satu film terbaik 2026 sejauh ini. 4,5/5
Hary Susanto tweet media
Indonesia
21
86
408
25.6K
L retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Habis baca "thread" Bang Fima Maranatha ttg cara pembuatan sosis dan kenapa beliau ga mau beli sosis lagi. Saya rangkumin ya: 1. Sosis dibuat dari BAHAN SISA yang disulap jadi kelihatan premium, yang diambil dari sisa daging yang nempel di tulang. 2. Kenapa bisa kenyal? Karena pakai pengenyal dosis tinggi (phospate) 3. Soal warna? Aslinya pucat kusam tapi ditambah nitri biar ttp merah merona 4. Ditambah tepung tapioka supaya kelihatan padat berisi padahal sejatinya makan tepung rasa daging 5. Soal aroma yg g beres ditambah liquid smoke supaya bauny ketutup. Itulah kenapa sosis disebut sebagai ULTRA processes food. Makan sosisnya sekarang, efek jangka panjang ancam kesehatan.
MinDos tweet media
Indonesia
195
1.1K
3.9K
581.2K
L retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Jadi memang ada penelitian yang menunjukkan bahwa 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗧𝘂𝗹𝗶𝘀 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗘𝗳𝗲𝗸𝘁𝗶𝗳 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗻𝗱𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗲𝘁𝗶𝗸 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗽𝘁𝗼𝗽 Jujur deh, lo pernah nggak sih belajar lama, berusaha bikin catatan di laptop atau tablet, tapi tetep ngerasa nggak nyangkut di otak? Sama, gue juga! Sampai akhirnya gue nemu penelitian menarik ini! Penelitian yang gue baca ini ngerangkum 24 studi yang bandingin handwritten notes vs typed notes. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang 𝗻𝘂𝗹𝗶𝘀 𝗰𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗽𝗮𝗸𝗮𝗶 𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿 𝗸𝘂𝗹𝗶𝗮𝗵/𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗽𝗲𝘁 𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 dibandingkan dengan yang nyatet dengan mengetik di laptop. Alasannya adalah karena waktu kita nulis catatan kita dengan tangan, otak dipaksa meringkas, memahami, dan memproses ulang informasi, bukan cuma ngetik cepat tanpa mikir. Effort-nya lebih besar, tapi dampaknya juga lebih kuat. Selain itu yang gak kalah menarik adalah penelitian ini bilang peluang untuk lulus mata kuliah bisa 58% lebih tinggi kalau kita nyatet pakai tangan. Nah yang perlu diingat di sini adalah bukan berarti mencatat dengan laptop itu jelek. Laptop lebih unggul kalau butuh catatan super lengkap dan cepat, atau punya kondisi tertentu yang bikin kita mau gak mau harus mengetik. Gua pribadi kalau belajar menggunakan kombinasi tulisan tangan dan mengetik di laptop. Sumber: Flanigan (2024). Typed Versus Handwritten Lecture Notes and College Student Achievement: A Meta-Analysis.
Curious Minds@CuriousMindsHub

Write by hand. Write by hand. Write by hand. Write by hand. Because your brain learns better that way.

Indonesia
48
1K
4.3K
90.3K
L retweetledi
Langit Amaravati
Langit Amaravati@eLAmaravati·
Berapa bujet kalian untuk membeli buku? Saya mah 150 ribu per bulan. Meski tidak besar, menurut saya mengalokasikan bujet seperti ini cukup untuk mengendalikan keuangan karena kalau tidak, niscaya kita ingin membeli seluruh buku di dunia.
Langit Amaravati tweet media
Indonesia
169
514
4.1K
71.1K
L retweetledi
ntang
ntang@prkdlx·
Kenapa fast learner cepat lupa? Ternyata ini penjelasan ilmiah sederhananya Fast learner punya kemampuan untuk menyerap informasi baru dgn cepat, yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan baik dalam berbagai situasi. Tp, ada sisi lain yang perlu diperhatikan: kecenderungan untuk mudah lupa. Knp? Pertama, otak kita memproses informasi dalam tiga tahap: encoding, storage, dan retrieval. Fast learner sering kali fokus pada tahap encoding, yaitu menyerap informasi baru. Tapi, ketika informasi tsb ga diproses lebih lanjut ke tahap storage (penyimpanan), akan sulit untuk mengaksesnya kembali (retrieval). Selain itu jg bisa disebabkan overload informasi. Fast learner sering terpapar banyak informasi dalam waktu singkat. Ketika otak terlalu banyak menerima informasi, detail2 kecil cenderung terabaikan dan ga tersimpan dgn baik dalam memori jangka panjang. Terus gmn caranya agar fast learner ga cepet lupa?
ki 𓍝 | gap²⁵@whoisrifkiii

kelebihan: fast learner kekurangan: pelupa

Indonesia
97
8.9K
39.3K
882.9K
L retweetledi
L retweetledi
Ken Kesey
Ken Kesey@berhomonim·
Menulis dengan tangan mengaktifkan banyak bagian-bagian pada otak kita ketimbang mengetik. Penelitiannya udah banyak dan bisa dibaca. Aku jadi kepikiran dengan tulisan tangan para penulis tersohor dunia. Kita juga tahu kalau banyak dari penulis klasik dunia menulis karya mereka dengan hanya menulis tangan. Banyak pendapat mengatakan bahwa menulis dengan tangan adalah "bentuk berbicara kepada diri sendiri yang sangat diperlukan" dan dalam prosesnya "gagasan muncul lalu dibentuk dalam tindakan menulis." Dengan kata lain, menulis adalah berpikir itu sendiri.
Curious Minds@CuriousMindsHub

Writing by hand activates more of your brain than typing. More engagement. Better memory. Stronger understanding.

Indonesia
1
62
270
6K
L retweetledi
Delasyahma Liauw 📚
Delasyahma Liauw 📚@delasyahmareads·
Izin sharing juga ya, mas. Aku dulu awal-awal seneng baca, ya baca buku t*r* l*ye. Bisa jadi secara tidak sadar ya terbentuk dengan ramainya orang2 yang membaca buku beliau. Sebagai seorang pembaca awam, aku merasa sangat cocok dengan tulisannya. Beberapa bukunya terasa sangat hearwarming, untuk hati mungilku yang gampang tersentuh. Setelah itu, aku aktif menjadi bookstagram dan mempunyai banyak refrensi bacaan2 baru. Tahun 2019 aku pindah ke twitter, kemudian bacaan ku menjadi agak berbeda dari sebelumnya. Belok kiri dikit. Sejauh ini orang2 yang memberikan refrensi bacaanku itu dari teman2 di #BacaBukuSejarahBareng. Aku selalu berpikir ya tidak apa seseorang memulai membaca buku dari buku2 populer. Siapa tau hal itu bisa memberikan kesempatan bagi si pembaca bertemu buku2 lainnya. ❤️‍🔥
Delasyahma Liauw 📚 tweet mediaDelasyahma Liauw 📚 tweet mediaDelasyahma Liauw 📚 tweet mediaDelasyahma Liauw 📚 tweet media
Seno GP@senogp

Awal-awal mulai menekuni membaca, saya hanya buku-buku non fiksi. Saya menganggap novel bacaan melankolis, ga berbobot, buang-buang waktu (padahal waktu sma saya baca Tetralogi Laskar Pelangi) Ternyata saya salah, saya hanya ga punya refensi buku bacaan yg bagus. Temen-temen di real life ga banyak yg suka baca. Twitter belum ramai dengan konten buku. Akhirnya saya menemukan referensi bacaan dari Goodreads setelah mengorek2 sendiri di internet. Kayanya dari sini saya mulai 'gila' dalam memburu buku. Buku2 yg bertengger di list ini saya cari ke manapun, ke basement Blok M, Kwitang, Pasar Senen, Pasar Buku Kenari, toko-toko buku bekas yg saya temui, hingga akhirnya saya menemukan surga buku bekas di Facebook (karena buku-bukunya banyak yg tidak cetak ulang). Sekarang keanekaragaman bacaan saya berkembang, saya ga alergi lagi baca novel. Punya teman yg merekomendasikan buku bagus. Ada teman-teman Twitter yg sering sharing buku bacaan dia yg bagus. Terima kasih untuk teman-teman. Sekarang saya tidak kesulitan lagi mencari referensi buku. Kalo kalian awal mencari referensi buku bacaan gimana? Di mana kalian mencari referensi buku?

Indonesia
10
115
991
36.8K
L retweetledi
szzzh
szzzh@konglostocks·
Sini sini aku jelasin pake bahasa sederhana buat yang belum paham Kenapa ini menjadi trigger warning buat perekonomian Indonesia? Just simple Perbankan itu masih jadi salah satu big caps di Indonesia, artinya kalau sektor utamanya aja carut marut begini artinya trust investor ke pasar modal dalam sentimen negatif. Setelah bulan lalu IHSG koreksi karena perang USA & Iran hari ini IHSG memerah karena nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar
@buywle

Hancur sudah semua mimpi dan harapan

Indonesia
116
6.1K
22.1K
923.1K
L retweetledi
Agni,
Agni,@vapphic·
Yang tertarik karya sastra lama Indonesia coba cek Kacabenggala Editions. Di sini ada arsip Kisah Perdjalanan si Apin (Siti Rukiah Kertapati), On Free Labor (Multatuli), Irian Barat, sekali lagi Irian Barat (Pramoedya Ananta Toer), dan masih banyak lagi. kabe.drepram.com
Agni, tweet mediaAgni, tweet media
Indonesia
9
1.9K
6K
87.1K
L retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Awalnya gua kira nonton short video di HP itu bisa menjadi pengisi waktu luang. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak. Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG. Hasil penelitian ini cukup bikin gue kaget antara lain: -Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri -Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun Short video ternyata berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah. Yang menarik dari studi ini adalah: Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control) 𝗞𝗘𝗦𝗜𝗠𝗣𝗨𝗟𝗔𝗡 Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
Nicholas Fabiano, MD@NTFabiano

Addiction to short-form videos is associated with reduction of brain activity in the frontal lobe and weakened focus.

Indonesia
201
7K
17.4K
697.2K
L retweetledi
🌠
🌠@lumineather95·
@tanyakanrl 🤣🤣 bangke nyawit tu orang. bls aja: "sebenarnya yg bilang alay jg bukan aku. tp makhluk lain yg merasuki ku. dia tidak ingin aku bersama mu karna qorin mu cemburu pada qorinku" biar ikut plenger sekalian nder 🤣
Indonesia
127
397
8.9K
115.8K
L retweetledi
Delasyahma Liauw 📚
Delasyahma Liauw 📚@delasyahmareads·
Baca paragraf ini jadi inget perdebatan kemarin terkait "opini tidak populer" tentang orang miskin. "Tidak menghargai adalah karakteristik lain dari kaum tertindas yang berasalkan dari opini kaum penindas yang terinternalisasi dalam diri mereka sendiri. Mereka sering mendengar bahwa mereka buruk, tidak memgerti apa-apa, dan tidak mampu belajar apa-apa, mereka berpenyakit, malas dan tidak poduktif, sampai pada akhirnya mereka jadi percaya akan hal itu."
Delasyahma Liauw 📚 tweet media
Indonesia
8
82
370
11.3K
L retweetledi
sorry-oo
sorry-oo@hildadoolittles·
“How many pages a day” is a silly question. Not only does it depend on the prose but also the font and formatting!
sorry-oo tweet media
English
96
2.8K
47.2K
453.7K
L retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Semakin banyak gugatan MBG di MK.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
283
17.1K
43.7K
525.2K
L retweetledi
✨️Neurosalty doc🩺✨️
Kalau kata bokap yang emang mantan petinggi bank swasta tentang kasus ini (pernah jadi kacab early in his carreer) Intinya tetep BNI salah, karena seorang Kacab itu diberikan kekuasaan dari bank secara langsung. Jadi ya emang harus diganti semua dan gabisa bilang bank sebagai korban karena analoginya Kacab=BNI
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀)@Stakof

Sewaktu nge-tag BNI, status saya akhirnya direspon oleh BNI lewat akun resminya. BNI bilang mereka "juga pihak yang terdampak" dalam kasus Rp28 miliar dana umat Paroki Aek Nabara. Secara teknis benar. Tapi kan ada jurang besar antara "terdampak" dan "bertanggung jawab". Apakah mereka sedang coba menyamarkan dua kata itu jadi satu? BNI memang keluar Rp7 miliar talangan pada 26 Maret 2026. Reputasi mereka tergerus di mana-mana (lihat saja di X). OJK dan BI sedang mengawasi ketat, dan bisa saja ada sanksi kalau terbukti lalai awasi internal. Secara bisnis, ya, mereka rugi. Tapi "terdampak" bukan sinonim "korban", bukan? Benarkah klaim BNI, yaitu "ada oknum di luar sistem resmi"? 1. Andi Hakim Febriansyah bukan tukang sapu. Dia Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara resmi. 2. Selama 7 tahun (2019 sampai 2026), dia memakai fasilitas resmi BNI sepenuhnya: layanan pick-up service untuk jemput uang, bilyet deposito BNI, rekening koran BNI, seragam, kartu identitas pegawai. 3. Suster Natalia dan pengurus Credit Union tidak menyerahkan uang ke "Andi pribadi". Mereka menyerahkannya ke BNI sebagai institusi, lewat mekanisme yang BNI sendiri sediakan. 4. Semua data transaksi tercatat di sistem BNI. Tapi yang lucu, BNI justru meminta CU menyediakan "bukti pendukung" berulang kali. Padahal catatannya ada di server mereka sendiri. Kalau seorang pegawai bank memakai jabatan, fasilitas, dan dokumen resmi bank untuk menipu 1.900 umat selama 7 tahun tanpa terdeteksi audit internal, itu bukan "oknum di luar sistem". Itu namanya kegagalan sistem! Secara hukum, ada prinsip tanggung gugat pengganti (Grok bilang, istilah ini disebut: vicarious liability). Bank wajib bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam kapasitas jabatan. Ini bukan opini saya, Gais. Ini ada di UU No. 10/1998 tentang Perbankan dan POJK tentang perlindungan nasabah. Di satu sisi, BNI adalah Bank BUMN, dengan aset triliunan rupiah, punya tim hukum dan tim humas korporat yang sibuk membangun narasi "kami juga korban". Di sisi lain, ada 1.900 umat Paroki Aek Nabara. Mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh kecil. Mereka menabung selama lebih dari 40 tahun, rupiah demi rupiah, untuk biaya sekolah anak, dan biaya sakit. Rencana masa depan yang sederhana, bukan? Jawaban BNI sah secara korporat. Strategi "oknum dan tunggu dokumen" itu klasik. Tapi dari sisi keadilan, ini sangat miskin empati. Uang itu tabungan umat kecil yang dikumpulkan selama 40 tahun, bukan duit korporasi yang bisa dihitung ulang di pembukuan kuartal berikutnya. Kalau setiap kali ada pegawai berulah, jawaban resmi bank selalu "itu oknum, bukan kami", lalu kepada siapa nasabah harus percaya? Besok saya mau menutup rekening saya. Kalau masih antre, ya, saya tarik semua uang saya dari sana. Kalian sendiri gimana baca sikap BNI sejauh ini?

Indonesia
57
903
3.7K
292.7K
L retweetledi
𝐕𝐞𝐞♡
𝐕𝐞𝐞♡@fv_wxyzZz·
@tanyakanrl dear sender~ aku simpan ini sedari 2021, ga akan aku hapus^^
Indonesia
0
73
636
29.9K
L retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Pagi ini gue nonton podcast dr. Tirta di Malaka Project, temanya menarik tentang Doomscrolling, yang saat ini menjadi kebiasaan kebanyakan orang, termasuk saya. Ini 3 insight yang gue dapet setelah nonton Podcast ini. 1. 𝗧𝗿𝗲𝗻𝗱 𝗦𝗮𝗿𝗮𝗳 𝗞𝗲𝗷𝗲𝗽𝗶𝘁 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 Jujur gue cukup kaget dengernya pas dikatakan bahwa trend saraf kejepit atau hernia nukleus pulposus (HNP) di area tulang cervical (area leher) tuh meningkat pada anak muda. Biasanya ditemukan pada usia 50 tahun ke atas, nah ini mulai ditemukan pada usia 20-30an tahun. Salah satu faktor yang dibahas di podcast ini adalah kebiasaan menunduk karena kita doomscrolling smartphone. Gue coba cari penelitiannya dan ternyata ada. Judulnya adalah Association between excessive smartphone use and cervical disc degeneration in young patients suffering from chronic neck pain. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan berhubungan dengan degenerasi pada tulang cervical. 2. 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗡𝗼𝗻𝘁𝗼𝗻 𝗦𝗵𝗼𝗿𝘁 𝗩𝗶𝗱𝗲𝗼 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗞𝗼𝗻𝘀𝗲𝗻𝘁𝗿𝗮𝘀𝗶 Nah di sini dr. Tirta menyoroti kebiasaan menonton konten berdurasi singkat, maka otak menjadi sulit fokus pada materi yang panjang atau sulit. Sarannya adalah menyeimbangkan konsumsi konten digital dengan rajin membaca, misalnya artikel panjang atau buku, agar kemampuan fokus otak tetap terjaga. 3. 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗲𝗷𝗮𝗹𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗿𝗮𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 Banyak penyakit yang mulainya dari gejala ringan, kemudian lama-kelamaan semakin memberat, hingga akhirnya mengganggu kehidupan sehari-hari. Nah ini juga termasuk di saraf kejepit. Seringkali kita mengabaikan dan tidak memeriksakan gejala-gejala awal seperti pegal, merasa kaku, atau sensasi kesemutan atau kesetrum. Bila ada gejala-gejala seperti itu, sebaiknya jangan tunggu hingga benar-benar berat atau mengganggu. Segera periksakan ke dokter bila memungkinkan. Menurut gue pribadi, isi podcast ini daging banget sih. Gue sebagai dokter banyak belajar di sini. Semoga bermanfaat!
dr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
18
578
2.5K
130.5K
L retweetledi
adolf
adolf@asyncawaitx·
di otak predator gitu tuh empati mereka tebang pilih. ibu sama adeknya ya dihormatin, tapi cewek lain dianggap cuma sebatas objek buat fantasi. mereka misahin dua hal itu, makanya kadang narasi "coba bayangin ibu/adek lo" tuh suka ga mempan, soalnya dari awal mereka emang udah ga ngeliat perempuan lain sebagai sesama manusia
Indonesia
1
14
198
15.8K
L retweetledi
adolf
adolf@asyncawaitx·
men to men: tolong banget evaluasi isi obrolan tongkrongan atau grup WA (or apapun) circle lo pada. kalo temen lo udah mulai objektifikasi perempuan, ngelecehin fisik pake bahasa kotor buat becandaan, and you do absolutely nothing about it? you're part of the problem jangan pernah berlindung di balik "namanya juga cowok" atau "ah elah cuma locker room talk doang, aslinya mah kita respect kok". it's a fucking bullshit. mindset jelek itu tumbuhnya dari hal-hal sampah yang lo normalisasi di circle lo sendiri. kalo lo udah terbiasa ngeliat perempuan cuma sebatas objek buat bahan fantasi di grup, pelan-pelan empati lo ke mereka bakal mati solid sama temen tuh ada batasnya. diem dan ikut ketawa pas temen lo ngelecehin orang itu bukan solid, tapi lo lagi jadi enabler gausah muluk-muluk sok pahlawan. minimal kalo ada temen lo yang mulai sangean ga jelas di obrolan langsung tegor. kalo ditegor malah ngegas dan ngatain lo so suci, mending leave. tongkrongan kek gitu ga ada valuenya sama sekali buat lo buat lo yang milih diem aja pas temen lo ngerendahin perempuan di grup, sadar ga sih kalo diemnya lo itu yang ngasih validasi ke mereka buat terus jadi predator?
sampahfhui@sampahfhui

[anak fhui bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari???]

Indonesia
309
30.6K
65K
3M