
Imran Ali 🇮🇩
2.1K posts

Imran Ali 🇮🇩
@imran4L1
manusia biasa | penggemar manchester united
Makassar Katılım Ocak 2010
306 Takip Edilen161 Takipçiler

Imran Ali 🇮🇩 retweetledi

@ardisatriawan jadi inget ini selalu diomongin pak anies bahwa masyarakat menengah ini selalu kejepit, mau biaya sendiri kaya orang kaya gak mampu sedangkan mau minta bantuan ga bisa karena dianggap mampu padahal kenyataannya buat hidup aja ngepas. ini yg gw rasain juga sampe putus kuliah
Indonesia
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi

> Lagi browsing wikipedia versi Bahasa Indonesia.
> Ada artikel soal MBG.
> Baca-baca, ketemu lagi artikel judulnya “Daftar kasus keracunan makanan massal di dunia“
> List kejadian di Indonesia paling panjang dan lengkap.
> "Oalah pantesan"
tempo.co@tempodotco
Komdigi ancam blokir Wikipedia dan Wikimedia Commons—platform yang selama ini jadi “kitab suci” netizen 😬 Menurut kamu gimana?
Indonesia
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi

Banyak orang kaya yang sengaja mendesain bisnisnya UMKM, padahal omzet, margin dan laba bisnisnya sudah GEDE (omzet di atas 4,8 milyar).
Biasanya taktiknya dengan pecah usahanya jadi banyak biar omzetnya keliatan kecil.
Atau dengan tukar faktur dengan bisnis kawannya, dimana banyak bon penjualannya mengatas namakan toko kawannya biar omzet keliatan kecil.
Kenapa tetap pengen keliatan sebagai UMKM?
Supaya bisa menggaji karyawannya di bawah UMR + dapat keringanan pajak + menghindar dari sebagian aturan UU Ketenagakerjaan.
Sering terjadi di bisnis FnB hehehe
Ini hal yang keliru, dan harus ditindak tegas.
Bayangin karyawan2 itu bisa jadi kerja di atas 12 jam, tapi malah penghasilannya di bawah UMR.
kale@kalistohenituse
semua opini tentang orang kaya:
Indonesia
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi

Guys, lu pada tau gak?
Ketua BGN baru aja klarifikasi soal anggaran makan gratis,
tapi jujur ya,
denger penjelasannya
malah bikin gue makin pengen nanya:
Ini Mau Ngasih Makan Anak Sekolah
Atau Mau Buka Toko Elektronik?
Gue beneran gagal paham sama logikanya.
Dia bilang datanya meluruskan tapi buat gue ini mah malah makin bengkok.
Nih, kita pretelin satu-satu biar lu tau yang dia bilang:
1. Laptop 5.000 Unit:
Klarifikasi Dia:
Bukan 32.000 unit kok,
cuma 5.000 unit doang di tahun 2025.
Logika: Woy, Pak! 5.000 unit itu kalau satu laptop harganya 10 juta (standar kantor),
totalnya 50 miliar
Itu baru urusan administrasi doang.
Pertanyaannya:
Ini Badan Gizi atau Call Center?
Emang anak-anak di pelosok kalau laper mau disuapin motherboard?
2. Alat Masak 245 Miliar:
Klarifikasi Dia:
Pagu alat dapur cuma Rp 252 Miliar,
realisasinya Rp 245 Miliar buat 315 titik.
Logikanya:
Berarti satu dapur jatahnya sekitar 780 juta
Lu bayangin,
modal 780 juta cuma buat beli alat masak di satu lokasi?
Itu mah udah bisa buka resto
fine dining di Jakarta Pusat
Rakyat itu pengen liat dapurnya ngebul pake bahan makanan lokal,
bukan liat perabotan dapur seharga mobil mewah yang ujung-ujungnya mungkin cuma dipake buat masak mie instan kalau anggarannya bocor.
3. Bayar EO 113 Miliar
Klarifikasi Dia:
BGN ngaku butuh EO karena internal belum siap.
Logikanya :
Ini paling ngeri.
Lu bikin badan baru
dapet duit triliunan
tapi lu bilang Gue gak siap kerja,
makanya gue sewa orang lain?
Terus gaji lu buat apa?
Rp 113 Miliar cuma buat bayar EO itu pemborosan
Itu duit bisa buat gaji ribuan Ibu-ibu PKK di desa buat masakin anak-anak mereka sendiri.
Kenapa duitnya malah lari ke pengusaha EO di Jakarta?
Bau-bau bagi-bagi jatah proyeknya kenceng banget di sini
4. Drama Kaos Kaki
Klarifikasi Dia:
Itu pengadaan Universitas Pertahanan, bukan BGN.
Logikanya:
Saling lempar tanggung jawab??
klasik Mau Unhan, mau BGN,
itu semua pake DUIT APBN,
duit pajak gue dan lu semua
Publik nanya kenapa program makan gratis ada bau-bau belanja kaos kaki lewat kampus militer?
Jawabannya malah teknis "swakelola".
intinya mah sama aja:
Duit rakyat diputer-puter di antara mereka sendiri sampe kita pusing ngelacaknya
Jangan mau dibego-begoin pake istilah Paguatau Realisasi"
Intinya simpel:
Anggaran makan gratis ini rawan banget lumer di jalan buat beli barang-barang yang gak ada hubungannya sama perut anak sekolah.
Mereka lebih sibuk belanja laptop dan bayar EO daripada mastiin peternak ayam dan petani lokal dapet orderan.
Klarifikasi ini cuma strategi "pemadam kebakaran" biar rakyat bisa tenang sementara, padahal lubang boroknya makin kelihatan.
Gimana menurut lu, Guys?
Masih percaya sama klarifikasi gajelas kayak gini, atau lu ngerasa ada yang lagi pesta pora pake duit makan siang anak-anak?

Indonesia
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi

Guys, ini baru keluar dan gue rasa ini salah satu berita paling penting soal MBG yang perlu semua orang tahu.
BGN beli 21.000 motor listrik untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR.
Tanpa persetujuan Kemenkeu.
Dan kantornya distributor motor itu belum jadi.
Baca lagi.
Kantornya belum jadi.
Tapi motornya sudah ada di Indonesia.
Kronologi yang perlu lo tahu:
2025 Menkeu Purbaya sudah menolak pengadaan motor listrik ini.
Secara resmi.
Diblokir.
2026 BGN tetap beli.
21.000 unit.
Sudah masuk ke Indonesia.
Komisi IX DPR tidak pernah dikonsultasi.
Tidak pernah dapat laporan.
Tidak pernah diminta persetujuan.
Kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak, kata Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris.
Dan ini yang paling bikin gue speechless.
Charles bilang dia nonton video dari salah satu media dan yang dia lihat adalah:
kantor distributor motor listrik itu belum selesai dibangun.
Tapi di dalamnya sudah disiapkan satu SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang akan beroperasi di sana.
Terjemahannya:
motor sudah dibeli,
distributor sudah ditunjuk, l
okasi SPPG sudah disiapkan
semua sebelum kantornya selesai dibangun.
Something fishy, kata Charles.
Dan gue setuju.
Pertanyaan yang harus dijawab:
Satu siapa yang beli?
BGN beli 21.000 unit motor listrik.
Dari merek apa?
Importir mana?
Harganya berapa per unit?
Total anggarannya berapa?
Dua dari anggaran mana?
Kalau Kemenkeu sudah blokir di 2025 dari mana uangnya keluar di 2026?
Ada pos anggaran yang tidak terpantau?
Tiga siapa distributornya?
Kantornya belum jadi tapi sudah jadi distributor resmi pengadaan pemerintah itu bisa terjadi hanya kalau ada yang melindungi di belakang.
Empat kenapa motor listrik untuk program makan bergizi gratis?
SPPG adalah satuan dapur kepala dapurnya butuh motor untuk apa?
Untuk koordinasi antar lokasi?
Oke, mungkin.
Tapi 21.000 unit?
Tanpa laporan ke DPR?
Ini bukan soal motor listriknya.
Ini soal tata kelola yang berantakan dari program yang anggarannya Rp71 triliun per tahun.
Kalau pengadaan motor saja bisa bypass Kemenkeu, bypass DPR, masuk diam-diam, dan kantornya belum jadi apa lagi yang bisa bypass dengan cara yang sama?
Dan ini yang paling menyakitkan:
Program MBG lahir dari niat mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. Itu niat yang tidak bisa diperdebatkan kebenarannya.
Tapi niat mulia yang dieksekusi dengan tata kelola yang kotor ujungnya bukan anak-anak yang kenyang. Ujungnya distributor motor yang belum punya kantor yang panen.
Dan yang rugi? Sama seperti biasa.
Rakyat yang bayar pajak.
Dan anak-anak yang harusnya dapat makan bergizi tapi anggaran programnya habis di jalan.
Senin 13 April 2026 BGN dipanggil Komisi IX DPR.
Dan gue harap DPR kali ini tidak cuma memanggil tapi benar-benar minta jawaban yang konkret dan transparan.
Karena kalau rapat Senin itu berakhir dengan jawaban normatif dan tidak ada yang dipecat atau diselidiki berarti kita semua tahu ceritanya akan ke mana.

Indonesia
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi

Harga kaos kaki sampai Rp100 ribu per pasang. Total 6,9 miliar dana MBG dipakai buat beli kaos kaki. 🧦
Tak dapat dimungkiri, MBG menjadi program pemerintah yang menggunakan paling banyak dana anggaran. Pada 2025, 6,2 triliun dianggarkan hanya untuk program MBG.
Tetapi, uang sebanyak itu yang harusnya bisa digunakan untuk memperbaiki gizi anak Indonesia malah dibelanjakan hal-hal janggal.
Misal 1,2 triliun untuk motor listrik sketchy, dan 6,9 miliar untuk kaos kaki.
Reportase selengkapnya bisa kamu baca di projectmultatuli.org
#MBG #BGN #ProjectMultatuli #YaAkuBakalDibaca
Indonesia
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi

UNTUK DIJADIKAN PELAJARAN
Seorang wanita mengaku mengalami potongan donasi otomatis setelah bertemu petugas di pusat perbelanjaan. la awalnya diminta berdonasi, namun ternyata terdaftar sebagai donatur bulanan. Upaya menghentikan melalui bank tidak berhasil, sehingga ia memilih menutup rekening. Kasus ini memicu perhatian publik terkait transparansi dan praktik penggalangan dana di ruang publik yang luas.
Indonesia
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi

Ada rutinitas ‘aneh’ menjelang Ramadhan, Syawal (Idul Fitri), dan atau Idul Adha. Dimana umat Islam di Indonesia bahkan di dunia memasuki fase berulang yang penuh ketidakpastian. Grup WhatsApp ramai, Facebook dan media sosial pun ikut gaduh penuh perdebatan. Yaitu, perdebatan klasik berulang: jadi puasanya kapan? Lebarannya hari apa?
Bahkan di era AI saat ini, umat masih harus menunggu malam hari H-1. Menunggu kepastian dari sidang isbat, rukyat, atau pengumuman yang kadang berbeda satu sama lainnya.
Padahal dunia modern saat ini justru dibangun di atas kepastian. Masyarakat global membutuhkan kalender yang akurat. Maskapai penerbangan tak bisa berkata, “Kita lihat hilal dulu baru tentukan jadwal.” Bursa saham tak bisa menunggu rukyat. Dunia pendidikan, industri, dan birokrasi berjalan dengan sistem waktu yang terukur, konsisten, dan ilmiah.
Di tengah realitas itu, gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dari Muhammadiyah muncul sebagai tawaran solusi. Sebuah ikhtiar menyatukan penanggalan umat Islam secara global berbasis perhitungan astronomi yang akurat. Namun seperti banyak gagasan pembaruan dalam sejarah, KHGT tentu tidak datang tanpa pro-kontra. Menariknya, kita bisa melihat di masa lampu pertarungan pro-kontra semacam ini, déjà vu.
Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Pro-Kontra KHGT: Semua Akan Muhammadiyah pada Waktunya.
#Muhammadiyah #KHGT
Indonesia
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi

Ini lah kenapa pas pemilu jangan pada bego. Kalau ada yg bilang coblos siapa aja ga ngaruh di hidupnya, itu cuma belum. Cepat atau lambat, kalau pemerintahannya bobrok ya lu pasti ngerasain beratnya hidup.
Jadi, mulai lah melek politik wahai semuanya. Jangan sampai lo ga milih!
ngomong apa sih?@geminijahat
Krn plastik pada naik, gula naik, kacang naik, lontong ibuku yang biasanya 6rb jadi 7rb, soto dari 7rb jadi 8rb, lotek dari 8rb jadi 10k, tapi yang beli jadi makin dikit. Tapi lebih kasihan lagi tetangga ku yang jual martabak. Tepung, susu, kacang, keju, semua naik. Kalau kaya gini mah udah bukan rezeki diatur Tuhan lagi, tapi rezeki diatur pemerintah
Indonesia
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi
Imran Ali 🇮🇩 retweetledi












