iNtaNia

1.8K posts

iNtaNia banner
iNtaNia

iNtaNia

@in_tania

فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا

ÜT: 0.0,0.0 Katılım Aralık 2009
353 Takip Edilen174 Takipçiler
iNtaNia retweetledi
HSI Abdullahroy
HSI Abdullahroy@hsiabdullahroy·
Dengan adanya sistem pembelajaran seperti di HSI, tak ada lagi kata "tidak bisa menuntut ilmu agama", yuk! Ditunggu informasi pendaftaran program-programnya di HSI AbdullahRoy.
HSI Abdullahroy tweet mediaHSI Abdullahroy tweet mediaHSI Abdullahroy tweet mediaHSI Abdullahroy tweet media
Indonesia
1
9
31
648
iNtaNia retweetledi
Minda 🦅
Minda 🦅@MindaXtv·
Skil yang dibutuhkan 2026 coach_ernimargiono
Indonesia
20
1.2K
5.8K
123.8K
iNtaNia retweetledi
Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahmad Zainuddin Al Banjary@AhmadzAlbanjary·
SAYANGI ISTRIMU SEBAGAIMANA ENGKAU INGIN ANAK PEREMPUANMU DISAYANG Seorang istri hakikatnya adalah anak perempuan yang dahulu dijaga, disayangi, dan dibesarkan oleh ayah ibunya. Lalu ia diserahkan kepada seorang lelaki dengan harapan akan dimuliakan, bukan disakiti; dijaga, bukan diabaikan; ditenangkan, bukan dibuat menangis. Wahai para suami, ingatlah sabda Nabi ﷺ: خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.” HR. Tirmidzi. Maka perlakukanlah istrimu dengan kasih sayang, sebagaimana engkau ingin putrimu kelak diperlakukan oleh suaminya. Semoga Allah melembutkan hati para suami dan menjadikan rumah tangga kaum muslimin penuh sakinah, mawaddah, dan rahmah. آمين. Ttd Suami yang mencintai istri tanpa titik dan koma
Ahmad Zainuddin Al Banjary tweet mediaAhmad Zainuddin Al Banjary tweet mediaAhmad Zainuddin Al Banjary tweet media
Indonesia
0
15
34
612
iNtaNia retweetledi
Bimbingan Islam
Bimbingan Islam@bimbingan_islam·
Padahal dalam Islam, sombong itu bukan soal outfit, tapi soal hati yang menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim)
Bimbingan Islam tweet media
Indonesia
2
8
27
554
miw.
miw.@lilaccountz·
gue tuh kadang ‘amaze’ sama sifat hasad dengkinya manusia yg bener bener udh next level lewat di yt shorts ada tiktokers yg suka bikin apple crumble gt dan dia suka kontenin cara masak dan makannya. ga buat jualan trus ada followersnya yg mau utk jd hampers chinese new year dan siap kalo harus bayar. dan akhirnya dia bikinin buat followersnya itu dgn packaging yg proper even dia bingung nentuin harganya. tiba tiba di komen ada yg nulis “ga siap jualan kok udah banyak alat packagingnya? wkwkwk” wow😭ya gapapa ga si mau org jualan atau engga kan bukan dia yg modalin yak? lagian packaging mah tinggal beli pake pengiriman instan jg bisa? 😭🤌🏻 ajib banget emang
Indonesia
25
141
2K
86.8K
iNtaNia retweetledi
Dzulqarnain M. Sunusi
Dzulqarnain M. Sunusi@DzulqarnainMS·
E-book Kajian Intensif Tapak Tilas Jejak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam & Para Sahabat: Kitabul Iman dari Shahih Muslim) kini telah tersedia. Unduh sekarang di: dzulqarnain.net/materikajian atau scan QR code pada poster.
Dzulqarnain M. Sunusi tweet media
Indonesia
0
3
5
186
iNtaNia retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya. Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku. Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya. Tidak menyebut nama kepala sekolah. Tidak menyebut nama guru siapapun. Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah. Yang terjadi secara kronologis: Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya. Kepala sekolah memanggil dia. Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak. Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural. Tidak ada proses klarifikasi yang fair. Tidak ada mekanisme banding. Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi. Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara. Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying. Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan: Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya: Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami. Berhenti sebentar di sini. Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah. Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu. Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka. Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik. Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya? Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak. Ini bukan opini. Ini fakta hukum. Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah. Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa. Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi. Si Bapak tidak mengarang. Dia mengingatkan aturan yang memang ada. Dan untuk itu anaknya dikeluarkan. Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar: Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari. Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik. Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi. Mengkritisi MBG bukan kejahatan. Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan. Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan. Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik: Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga. Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya. Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri. Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya. Itu yang terjadi di sini. Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka. Apa yang seharusnya terjadi secara hukum: Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial. Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31. Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah. Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa. Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang. Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu. Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini: Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan." Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah." Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran. Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan. Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu. Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia: "Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan." Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan. Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani. Mas Azhim berhak atas pendidikannya. Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
362
5.3K
9.2K
490K
iNtaNia retweetledi
HSI Abdullahroy
HSI Abdullahroy@hsiabdullahroy·
Yuk, doakan saudara kita yang sedang terkena musibah semoga Allah memudahkan setiap urusannya dan selalu menjaga kita saat dalam perjalanan.
HSI Abdullahroy tweet media
Indonesia
2
26
66
833
iNtaNia retweetledi
MasBRO 🦉🫶
MasBRO 🦉🫶@MasBRO_back·
"Republik ini berhutang budi pada guru. Cara melunasinya bukan sekadar dengan ucapan terima kasih, tapi dengan memastikan hidup mereka layak dan bermartabat." @aniesbaswedan
MasBRO 🦉🫶 tweet media
Indonesia
48
1.2K
3.7K
27.5K
iNtaNia retweetledi
Vfynn_🥷🏼 𐙚
Vfynn_🥷🏼 𐙚@Vfynn_·
🚨🗣️ Balotelli on the racist abuse directed at Lamine Yamal. “Listen, if I’m Lamine Yamal, I’m seriously thinking twice about playing for Spain again. Imagine being the best player right now, carrying games, and this is how your own country repays you? Insults, racism, disrespect… it’s embarrassing. I lived this. I wore the Italy shirt, scored goals, gave everything, and still got treated like I didn’t belong. If I could go back, maybe I don’t make the same choice. Football is about pride. If the people don’t respect you, why represent them? Simple. Switch. Go where you’re loved, not where you’re tolerated. Because talent like his shouldn’t be fighting fans in the stands — only defenders on the pitch.”
Vfynn_🥷🏼 𐙚 tweet mediaVfynn_🥷🏼 𐙚 tweet media
English
111
401
4.6K
199.3K
iNtaNia retweetledi
Surabaya Mengaji
Surabaya Mengaji@ysmo_id·
Yakni memperoleh surga atau kebaikan di dunia berupa kesehatan dan keselamatan, serta kemenangan dan harta ghanimah. Maka berhijrahlah ke tempat yang memungkinkanmu untuk menyembah Allah dan menjalankan apa yang Dia perintahkan serta meninggalkan apa yang Dia larang.
Surabaya Mengaji tweet media
Indonesia
1
15
57
706
iNtaNia retweetledi
Fatima Saleh
Fatima Saleh@Meenerl4·
5 Islamic Habits to Reduce Overthinking 1. Stop saying “what if” “What if they leave?” “What if I fail?” “What if everything goes wrong?” Shaytan thrives on hypothetical fear. He keeps your heart stuck in possibilities that may never happen. Replace it with: قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ QaddarAllahu wa ma sha’a fa‘al “Allah has decreed, and whatever He wills, He does.” The Prophet ﷺ said: “If” opens the door to Shaytan. (Muslim 2664) 2. Stop complaining Complaining trains your heart to focus on what’s missing instead of what’s already there. The more you speak نقص (lack), the more you see it everywhere. The more you speak gratitude, the more Allah increases you. Say it now, from your heart: الحمد لله Allah says: “If you are grateful, I will surely increase you.” (Qur’an 14:7) 3. Stop rehearsing disasters Constantly imagining worst-case scenarios makes your heart fear creation more than the Creator. You don’t need to live a pain that hasn’t even arrived. Your job is effort. The outcome belongs to Allah. “Do not grieve; indeed Allah is with us.” (Qur’an 9:40) 4. The 10-second waswas rule When a thought comes, pause and ask: Is this bringing me closer to Allah or pulling me away? Not every thought deserves attention. If it’s from Shaytan, seek protection: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ Then recite: • Ayat al-Kursi • Surah Al-Ikhlas • Surah Al-Falaq • Surah An-Nas This is your spiritual protection. 5. Stop comparing your life Comparison steals peace faster than anything. Your life, your timing, your rizq… all written specifically for you. When you see something you like, say: اللهم بارك (Allahumma barik) The Prophet ﷺ said: “Look at those below you and not at those above you, so that you do not belittle the blessings of Allah upon you.”
English
1
129
425
16.7K
iNtaNia retweetledi
bunga hati
bunga hati@untitled246·
bunga hati tweet media
ZXX
1
62
309
3.6K
iNtaNia retweetledi
Dee Khadijah
Dee Khadijah@el_khadijjah·
Ingatlah! Seberat apapun ujian hidupmu, semua itu karena engkau mampu. لا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah, 286) حسبنا الله ونعم الوكيل لا حول ولا قوة إلا بالله
Català
0
44
150
2.5K
iNtaNia retweetledi
HSI Abdullahroy
HSI Abdullahroy@hsiabdullahroy·
Jangan lewatkan doa ini dalam sujudmu, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.
HSI Abdullahroy tweet mediaHSI Abdullahroy tweet mediaHSI Abdullahroy tweet media
Indonesia
1
169
631
9.3K
iNtaNia retweetledi
deeñ
deeñ@deenarmani_·
You're not strong until you can beat lust. Lower your gaze. Sleep on time. Wake up for Fajr and stay behind for at least half an hour to read the Quran. That's real strength and it starts in private.
English
16
1.7K
10K
116.1K
iNtaNia retweetledi
irbahsalss
irbahsalss@kforkinsley·
One day InshaAllah, kita bisa ngerasain tidur di tenda ini di waktu yang terbaik 🥹❤️ YaAllah mau haji jugaa🥹❤️
irbahsalss tweet mediairbahsalss tweet media
Indonesia
31
810
7.7K
60.1K
iNtaNia retweetledi
𝑺𝒂𝒕𝒖 𝑱𝒂𝒍𝒂𝒏- الطَّرِيقُ الْوَاحِدُ🇲🇨
Surat Al-Anbiya — Ketika Para Nabi Pun Merasa Sendirian Al-Anbiya hadir dengan sesuatu yang mengubah cara kita memandang perjuangan — **ternyata semua nabi merasakan hal yang sama.** Surat ke-21 ini unik. Ia tidak fokus pada satu nabi seperti surat-surat sebelumnya. Ia mengumpulkan **delapan belas nabi** dalam satu surat — Ibrahim, Luth, Nuh, Dawud, Sulaiman, Ayyub, Ismail, Idris, Dzulkifli, Yunus, Zakaria, Maryam — seolah Al-Qur'an ingin menunjukkan sesuatu melalui pengulangan. Dan apa yang diulang? Setiap nabi pernah berada di titik di mana tidak ada jalan keluar yang terlihat. Dibuka dengan Kelalaian Manusia Surat ini tidak dibuka dengan kisah nabi. Ia dibuka dengan **diagnosis tentang manusia:** "Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai, berpaling." (QS. Al-Anbiya: 1) Kiamat semakin dekat. Bukan dalam hitungan astronomis — tapi dalam kenyataan bahwa "setiap hari yang berlalu adalah satu hari lebih dekat ke akhir." Dan reaksi manusia? **Lalai.** Berpaling. Sibuk. Ini bukan tuduhan — ini **cermin.** Al-Qur'an menempatkan kita di depan diri kita sendiri sebelum menunjukkan kisah para nabi, seolah berkata: *Kamu akan membaca tentang manusia-manusia luar biasa. Tapi pertama, lihat dirimu sendiri.* Ibrahim — Api yang Tidak Membakar Ibrahim dilempar ke dalam api oleh kaumnya sendiri — termasuk ayahnya. Dan Al-Qur'an merangkum seluruh peristiwa itu dalam satu kalimat yang terasa seperti **hukum alam yang dibalik:** *"Kami berfirman: 'Wahai api! Jadilah kamu dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.'"* (QS. Al-Anbiya: 69) Api yang dingin. Dua kata yang seharusnya tidak bisa berdampingan. Tapi yang paling dalam bukan mukjizatnya. Yang paling dalam adalah **apa yang terjadi sebelum api itu dinyalakan** — Ibrahim tidak lari, tidak meminta dikecualikan dari hukuman, tidak bernegosiasi. Ia percaya. Sepenuhnya. Dan kepercayaan itu mengubah sifat api itu sendiri. Al-Qur'an mengajarkan: **ketika kamu sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, bahkan hukum alam bisa berubah untuk melindungimu.** Ayyub — Doa Paling Pendek, Paling Dalam Di antara semua doa dalam Al-Qur'an, doa Ayyub adalah yang paling singkat: "Dan ingatlah hamba Kami Ayyub ketika dia berdoa kepada Tuhannya: 'Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, sedang Engkau Maha Penyayang dari semua yang penyayang.'" (QS. Al-Anbiya: 83) Ayyub tidak meminta kesembuhan. Ia tidak menyebutkan harapannya. Ia hanya menyebutkan **kondisinya** dan **sifat Allah.** "Aku sakit. Engkau Maha Penyayang." Dua fakta. Tanpa tuntutan. Tanpa tawar-menawar. Ini adalah tingkat tertinggi dalam berdoa — bukan ketika kamu tahu persis apa yang kamu minta, tapi ketika kamu sudah begitu percaya sehingga cukup menyebutkan kondisimu dan menyerahkan sisanya. Dan Allah mengabulkan — tidak hanya menyembuhkan, tapi mengembalikan semua yang hilang berlipat ganda. Yunus — Nabi yang Meninggalkan Pos Yunus adalah satu-satunya nabi yang pergi tanpa izin Allah. Ia frustrasi dengan kaumnya yang tidak mau beriman. Ia pergi. Ia menaiki kapal. Kapal itu diombang-ambingkan badai. Ia diundi dan kalah. Ia dilempar ke laut. Dan ia ditelan ikan. Di dalam perut ikan, dalam kegelapan berlapis-lapis — kegelapan ikan, kegelapan laut, kegelapan malam — ia berdoa: "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87) Tidak ada pembelaan diri. Tidak ada penjelasan mengapa ia pergi. Hanya pengakuan. *Aku zalim. Aku salah.* Dan Al-Qur'an berkata bahwa doa ini — yang kemudian dikenal sebagai *Doa Dzun Nun* — adalah doa yang tidak pernah ditolak Allah bagi siapapun yang menyebutnya dengan tulus. Mengapa Yunus diselamatkan padahal ia meninggalkan tugasnya? "Maka sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yg banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan."(QS. Al-Anbiya: 88) Rekam jejak ibadahnya di masa lalu menyelamatkannya di masa krisis.
Indonesia
2
209
700
18.1K