Indra Yudhistira retweetledi
Indra Yudhistira
13K posts

Indra Yudhistira
@indrayr
Director by day, Dreamer by night. Broadcaster, Filmmaker and Overlander.
Jakarta Capital Region, Indone Katılım Aralık 2009
498 Takip Edilen53K Takipçiler

Banyak cerita seru, saya spill dikit-dikit yah. Flying producernya dari London nggak percaya sama lighting director Indonesia, sampai bawa Lighting Designer dari Singapura. Eh habis acara Spectacular show 1, dia lapor ke bossnya bilang ngapain hired saya, kalau ternyata Lighting Director Indonesia sangat profesional. Minggu berikutnya dia udah nggak datang lagi. Mau cerita dibalik layar Indonesian Idol pertama. Mampir ke indra-yudhistira.com aja
Indonesia

@indrayr Wah! Share cerita-cerita seru pas season 1 dong mas
Indonesia

Program produksi pertama saya di RCTI.
Indonesian Pop Base@iPopBase
22 years ago today, the first season of ‘Indonesian Idol’ premiered on RCTI.
Indonesia

Apakah masalahnya selesai?
Belum tentu. Para ahli berpendapat ini tetaplah "adu pintar" antara pembuat soal dan pembuat model.
AI bisa jawab benar sekarang mungkin karena mereka sudah "belajar" dari kegagalan di riset Apple tersebut. Begitu dikasih soal dengan logika yang benar-benar baru, mereka tetap punya potensi untuk "halusinasi" lagi.
#Theillusionofthinking
Indonesia

Riset Apple tetap valid sebagai pengingat bahwa AI punya batas. AI memang makin pintar meniru logika, tapi "Akal Sehat" (Common Sense) manusia tetaplah emas yang sulit ditiru mesin.
Gunakan AI sebagai asisten, tapi tetap gunakan otak kita sebagai komandan.
#theillusionofthinking
Indonesia

Sekarang AI mulai diajarkan teknik Chain of Thought. Mereka diminta membedah soal langkah-demi-langkah dan memilah mana informasi yang penting vs informasi sampah.
Hasilnya? Banyak soal jebakan yang dulu bikin AI puyeng, sekarang sudah bisa dijawab dengan benar
#theillusionofthinking
Indonesia

Tapi, apakah AI tetap "bodoh"?
Tunggu dulu. Dunia AI bergerak sangat cepat. Sejak riset Apple itu viral, pengembang AI (seperti OpenAI, Google, & Anthropic) nggak tinggal diam.
Model-model terbaru (seperti seri Gpt 5.2, Gemini 3.1 pro atau Claude 4.6) mulai dilatih khusus untuk "berpikir" lebih lama sebelum menjawab.
#theillusionofthinking
Indonesia

Kesimpulannya bagi kita:
AI adalah asisten yang luar biasa untuk efisiensi dan kreativitas. Namun, untuk tugas yang membutuhkan akurasi logika tinggi, peran manusia sebagai validator tetap tidak tergantikan. Kita tidak bisa memberikan kepercayaan penuh pada "logika" mesin.
#theillusionofthinking
Indonesia

Mengapa hal ini terjadi?
Para peneliti menyimpulkan bahwa AI bekerja seperti mesin prediksi kata (probabilistik) yang sangat canggih. Ia hanya menebak urutan kata berikutnya yang paling masuk akal, tanpa benar-benar memahami hukum logika di baliknya.
#theillusionofthinking
Indonesia

Hasilnya? Manusia secara alami akan mengabaikan informasi nggak penting itu, namun AI sering kali terjebak dan memasukkan angka yang tidak relevan itu ke dalam perhitungan. Ini membuktikan bahwa AI sangat rapuh terhadap gangguan kecil.
#theillusionofthinking
Indonesia

Metode pengujiannya cukup cerdik. Peneliti memberikan soal matematika sederhana, lalu menambahkan informasi yang tidak relevan.
Contoh: Menghitung jumlah buah, namun ditambah kalimat "beberapa buah ukurannya lebih kecil"
#theillusionofthinking
Indonesia

Selama ini kita kagum melihat AI menyelesaikan soal matematika atau logika. Namun, Apple menunjukkan bahwa performa tersebut hanyalah "Ilusi Berpikir". AI cenderung meniru pola dari data yang pernah dipelajarinya, bukan memahami konsepnya secara mendalam.
#theillusionofthinking
Indonesia

Benarkah AI Bisa Berpikir? Temuan Apple yang Membuka Mata.
Baru-baru ini, peneliti dari Apple merilis sebuah makalah ilmiah berjudul "GSM-Symbolic".
Intinya, mereka membuktikan bahwa AI (seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini) sebenarnya tidak "berpikir" secara logis, melainkan hanya meniru pola.
#theillusionofthinking
Indonesia

Latih lagi otot fokusmu.
Atensi itu kayak otot, kalau nggak dilatih ya lemes.
Coba deh 1 jam sehari lakuin satu hal TANPA pegang HP sama sekali. Rasain risihnya, rasain pengen nyentuh HP-nya. Lewatin itu, di situ otakmu mulai "sembuh".
Ingat kata Darshak Rana: Tiap kali kamu scrolling tanpa tujuan, kamu lagi "voting" buat jadi orang yang makin nggak fokus.
Yuk, ambil alih kendali lagi. Dunia nyata jauh lebih seru daripada layar 6 inci itu.
#Brainrot
Indonesia

Terus, cara balikin otak kita gimana?
Darshak nyaranin "Operasi Lingkungan" kecil-kecilan:
✅ Hapus aplikasi yang bikin kamu scrolling non-stop (akses lewat web aja biar ribet).
✅ Matiin semua notifikasi yang nggak penting.
✅ Jangan bawa HP ke kasur. HP tidur di luar kamar, kamu tidur di dalem
#Brainrot
Indonesia

Kita takut banget sama yang namanya BOSEN.
Lagi nunggu kopi? Buka HP.
Di toilet? Buka HP. Mau tidur? Scroll dulu.
Darshak bilang, bosen itu penting buat otak mikir kreatif. Karena kita nggak pernah bosen lagi, kita jadi makin gak kenal sama diri sendiri. Kita cuma jadi "gema" dari konten yang kita tonton.
Efeknya nyata banget ke mental.
Angka stres dan cemas naik drastis sejak HP jadi "sahabat" nomor satu. Kita jadi hobi banding-bandingin hidup sama orang lain dan ngerasa hidup kita nggak ada warnanya.
#Brainrot
Indonesia
