BOJJI

5.5K posts

BOJJI banner
BOJJI

BOJJI

@inforefan

Bandung Katılım Ekim 2012
526 Takip Edilen338 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
BOJJI
BOJJI@inforefan·
Dari filosofi teras belajar bahwa dalam kehidupan ada hal2 yang bisa kita kendalikan (apa yang tergantung padaku), dan ada hal2 yang tidak bisa kita kendalikan (apa yang tidak tergangung padaku).
Indonesia
1
0
2
0
BOJJI retweetledi
Clashover
Clashover@Ash_Archangel·
historically, as shitty as itbfess content gets, whether theyre talking about politics, cheating, sexual harassment or whatever, their real downfall is when they facing bobotoh🤣. itb students, especially the freshmen, just voluntarily flex their classism, elitism and racism LMAO
Institut Teknologi Bandung@itbofficial

Penjelasan resmi dari Ketua Viking dan Rektor ITB terkait polemik yang sempat beredar telah disampaikan secara terbuka, transparan&jelas. Mari bersama-sama menyimak informasi resmi ini dengan bijak agar tidak ada lagi kesalahpahaman di ruang publik. (Video 1/3)

English
34
150
833
47.8K
BOJJI retweetledi
FRONTLINE BOYS CLUB
FRONTLINE BOYS CLUB@v_frontline_pc·
Jadi menurut Fainna Safitri S.psi, M.psi., Psikolog. Yang terjadi di Bandung weekend kemarin adalah collective happiness. Dengerin deh, biar ga ngerasa pinter sendiri.
Indonesia
46
1.4K
3K
86.8K
BOJJI retweetledi
Akun Bola Asbun
Akun Bola Asbun@AkunAsbunAja·
Kadang saya suka heran kenapa supporter Persib Bandung bisa sefanatik itu. Tapi makin dipikir-pikir… Persib memang bukan sekadar klub bola buat warga Bandung dan banyak orang Sunda. Persib itu udah kayak identitas daerah. Bahkan kadang Persib itu nggak cuma mewakili Bandung… tapi juga Jawa Barat. Karena lucunya, kalau kita tanya orang Tasik yang kotanya punya Perikotas, atau orang Ciamis yang punya PSGC, bahkan daerah lain yang punya klub sendiri… belum tentu tim utama yang mereka dukung klub kotanya 😭 bisa jadi tetap Persib Bandung. Karena Persib udah terlanjur jadi simbol kebanggaan banyak orang Sunda. Makanya jangan heran kalau match Persib itu vibes-nya beda. Warung penuh. Jalan rame. Story Instagram biru semua. Bahkan orang yang biasanya nggak update bola pun tiba-tiba muncul 😭 Dan fanatisme Bobotoh juga bukan muncul tiba-tiba. Ini diwarisin turun-temurun. Ayah ngajak anak nonton. Anaknya tumbuh pakai jersey Persib. Nanti pas besar, dia ngajak anaknya lagi. Jadinya support ke Persib terasa beda. Bukan cuma “suka klub bola”… tapi kayak bagian dari rumah sendiri. Makanya orang Bandung bisa: belum makan, belum gajian, belum move on… tapi kalau Persib main tetap dicari 😭 Dan kalau dipikir-pikir, fanatisme Bobotoh ini mungkin paling mirip sama: Liverpool di Inggris, Napoli di Italia, atau Boca Juniors di Argentina. Karena klubnya bukan cuma hiburan… tapi harga diri kota 💙 src img :@persib
Akun Bola Asbun tweet media
Indonesia
42
276
1.1K
34.8K
BOJJI retweetledi
Doo
Doo@caprioraa·
Dago elos diserang aparat, gas air mata, bahkan peluru ke pemukimann, SAYA DIAMM. Sukahajii mencekam dibakarr, SAYA DIAMM. Tapi hari ini gara-gara konvoi saya gabisa pesen gopudd. SAYA AKAN LAWANN!!
AMP 🦍@mildandaru

🚨 BREAKING NEWS 🚨 👤: "Gila, mahasiswa ITB akhirnya keluar dari zona nyaman dan turun ke jalan! Negara lagi darurat kah?!" 🧠: "Lebih parah dari itu..." 👤: "Hah? Rezim tumbang? Krisis ekonomi?!" 🧠: "Kagak, gerbang kampus dicoret pilox suporter, jalanan stuck total, mereka kelaparan gak bisa pesen GoFood 3 jam."

Indonesia
43
630
2.3K
88.1K
BOJJI
BOJJI@inforefan·
@Wakadobret4 kaleresan sanes di warung koboy ti payun mah di angkringan biasa ngampar
Indonesia
0
0
0
70
Rayeun
Rayeun@Wakadobret4·
@inforefan Di warung koboy ieu mah jalan gelap nyawang nya 🤭
Indonesia
1
0
0
525
BOJJI
BOJJI@inforefan·
2019 waktu aksi RUU KPK barudak pernah konsolidasi di kampus manehna tp pas datang kaditu budak ITB eweh hiji2 acan nu nolol. Pada akhirnya setelah luntang lantung di ITB kami konsolidasi di angkringan hareupeun kampus manehna. Ekslusif pisan eta kampus😅
BagjaBoys@Rzkysbgjaa

@mengbal saya beberapa kali ikut konsolidasi aksi demonstrasi kampus sebandung raya, gapernah sekalipun keliatan anak itb. oh pernah waktu itu cm sekali, dan apa?yap mreka sangat meng ekslusifkan diri, pengennya titik evakuasi di ITB. akhirnya apa? waktu udah di titik evakuasi? ya diusir!

Indonesia
4
18
211
12.6K
BOJJI
BOJJI@inforefan·
@Rzkysbgjaa hese exclusive mah, padahal nu exclusive mah cukup vespa we nya a
Indonesia
0
0
0
68
BagjaBoys
BagjaBoys@Rzkysbgjaa·
@inforefan biar apa coba a? biar 'sahenteuna geus nawaran bertamu' geus aya tamu na diantepkeun bari kukulutus 'ngariweuhkeun wae'
Andir, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
1
1
2
1.1K
BOJJI retweetledi
flat white
flat white@flatwhitee_·
classist, racist, fascist. cabul lagi, ewh
Română
46
432
2K
103K
BOJJI retweetledi
usab perning
usab perning@mengbal·
Dalam agenda perjuangan rakyat di Bandung, bagi barudaks massa aksi yg turun ke jalan: Unisba-Unpas dan kawasan Tamsar bawah lebih berguna daripada ITB.
Indonesia
127
1.4K
3.7K
216.2K
BOJJI retweetledi
AMP 🦍
AMP 🦍@mildandaru·
Macet gara-gara konvoi emang bikin emosi, sama kayak warga yang kesel kalau kampus kalian lagi ada event besar/wisudaan. Marah itu wajar & valid. Tapi please, jangan sampai kebablasan merendahkan strata sosial atau bawa isu SARA. Kuliah di tempat yang katanya bagus harusnya minimal bisa bikin mikir.
Indonesia
24
332
912
71.3K
BOJJI retweetledi
Apstud. | Open Commission | Jasa Ilustrasi
@itbfess_x "𝗞𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗸𝗼𝗻𝘃𝗼𝗶 𝗺𝗮𝗰𝗲𝘁 𝗱𝗶𝗺𝗮𝗸𝗹𝘂𝗺𝗸𝗮𝗻, 𝘀𝗲𝗱𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗘𝘃𝗲𝗻𝘁 𝗟𝗮𝗿𝗶 𝗠𝗮𝗿𝗮𝘁𝗵𝗼𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗽𝗿𝗼𝘁𝗲𝘀 𝘄𝗮𝗿𝗴𝗮? 𝗦𝗮𝗺𝗮-𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝗺𝗮𝗰𝗲𝘁 𝗸𝗮𝗻?" Event lari itu eksklusif dan komersial.-
Indonesia
1
20
58
7.1K
BOJJI retweetledi
Apstud. | Open Commission | Jasa Ilustrasi
@itbfess_x "𝗞𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗽𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗮𝗺𝗽𝘂𝘀 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗱𝗶𝗰𝗼𝗿𝗲𝘁 '𝗝𝘂𝗮𝗿𝗮'? 𝗜𝘁𝘂 𝗺𝗲𝗿𝘂𝘀𝗮𝗸 𝗳𝗮𝘀𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗽𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻." Jika plang di Jatinangor sudah dicoret grafiti sejak Februari 2026 dan didiamkan selama berbulan-bulan oleh internal ITB,-
Apstud. | Open Commission | Jasa Ilustrasi tweet media
Indonesia
1
51
96
13K
BOJJI retweetledi
Apstud. | Open Commission | Jasa Ilustrasi
Mengapa kaum yang mengaku "terdidik" ini mendadak buta huruf secara sosiologis? Sebuah utas👇 𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗠𝗘𝗡𝗔𝗥𝗔 𝗚𝗔𝗗𝗜𝗡𝗚 𝗕𝗨𝗧𝗔 𝗛𝗨𝗥𝗨𝗙 𝗧𝗘𝗥𝗛𝗔𝗗𝗔𝗣 𝗞𝗔𝗟𝗘𝗡𝗗𝗘𝗥 𝗥𝗔𝗞𝗬𝗔𝗧
Indonesia
47
1.1K
1.3K
171.9K
BOJJI retweetledi
Apstud. | Open Commission | Jasa Ilustrasi
@itbfess_x Penggunaan istilah seperti "Sundog", "SDM Rendah", "Hama", hingga generalisasi bahwa suku Sunda adalah "suku problematik" bukan lagi bentuk kritik, melainkan fasisme sosial dan rasisme terselubung. Ironis ketika narasi ini keluar dari jemari mereka yang mengaku "terdidik" -
Indonesia
5
243
387
35K
BOJJI retweetledi
DipoVerse
DipoVerse@DipoNiarto·
Aing kuliah di ivy league, ai ketemu orang sunda ya ngomongnya bahasa sunda atuh. Kalo ada orang Jawa, ya ikut ngomong Jawa. Sebagai half blood sunda jawa, aing tdk merasa ngomong bahasa Inggris membuat kasta aing jadi lbh tinggi dibanding yg lain, apalagi sampai ngerendahin!
Indonesia
16
229
1.3K
32.3K
BOJJI retweetledi
1.3.1.2
1.3.1.2@sir_tayad·
@HarsMarli emang goreng tuguna goblog, ganti kusia atuh lain rewel hungkul eweuh aksi.
Indonesia
10
9
244
18.4K
BOJJI retweetledi
Ardy Nurhadi Shufi
Ardy Nurhadi Shufi@ardynshufi·
Tapi lucu sih. Ada mahasiswa marah-marah karena gak bisa makan gara-gara gak ada driver yg ambil pesenan online foodnya. Padahal ya manusia teh diciptakan dengan akal, diberi otak dan sepasang kaki. Tinggal mikir lamun euweuh nu nganterkeun berarti ngikreuh. Da lain di hutan. 😌
Indonesia
406
1.2K
4.5K
216K
BOJJI retweetledi
Ardy Nurhadi Shufi
Ardy Nurhadi Shufi@ardynshufi·
Cara Bandung Mewariskan Persib Persib resmi menjuarai liga untuk ketiga kali secara beruntun sekaligus menjadi gelar liga kelima dalam sejarah Persib. Sebuah pencapaian yang membuat Bandung kembali tenggelam dalam lautan biru. Namun video yang saya unggah ini sebenarnya bukan hanya tentang pesta juara. Video ini adalah tangkapan kecil tentang bagaimana, dalam satu hari, kota Bandung sedang bekerja mewariskan kebesaran Persib. Bagi banyak kota, klub sepakbola hanyalah hiburan akhir pekan. Datang ke stadion, menonton pertandingan, lalu pulang. Namun di Bandung, Persib Bandung tidak pernah sesederhana itu. Persib hidup sebagai identitas, sebagai cerita keluarga, sebagai sesuatu yang diwariskan bahkan sebelum seorang anak benar-benar memahami apa arti sepak bola. Dan malam ini, warisan itu kembali dirayakan. Di setiap sudut jalan, terlihat orang tua yang membawa anak-anak mereka ikut merayakan. Ada yang digendong di pundak. Ada yang berdiri diapit ayah-ibunya di atas motor dengan jersey yang agak kebesaran. Ada yang tertidur di pelukan ibunya di tengah suara klakson, flare, petasan, kembang api, dan nyanyian bobotoh yang tidak berhenti sejak sore. Ada juga orang tua yang sejak siang sudah mengajak anaknya nobar di pinggir jalan, di warung, di layar besar kota, atau datang langsung ke stadion. Membiarkan mereka menikmati atmosfer sejak matahari masih tepat di atas kepala hingga akhirnya tenggelam bersama pesta kemenangan Persib. Bahkan banyak orang tua yang rela berdiri atau duduk berjam-jam di pinggir jalan bersama anak-anak mereka hanya untuk menikmati suasana. Menunggu rombongan konvoi lewat. Menikmati euforia kota. Membiarkan anak mereka melihat sendiri seperti apa rasanya Bandung ketika Persib juara. Bagi sebagian orang, itu mungkin terdengar tidak masuk akal. Anak kecil berada di luar rumah hingga larut malam. Jalanan penuh asap dan keramaian. Banyak risiko. Membahayakan. Namun bagi banyak keluarga di Bandung, ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar perayaan malam itu. Ini tentang warisan. Tentang bagaimana kecintaan terhadap Persib tidak diajarkan lewat kata-kata, melainkan lewat pengalaman. Lewat suasana. Lewat memori. Anak usia tiga atau empat tahun mungkin belum benar-benar mengerti apa arti juara. Mereka mungkin hanya bengong melihat lautan manusia berpakaian biru. Mereka mungkin hanya melamun saat ayah-ibunya berada dalam situasi tegang menunggu hasil akhir. Bahkan mungkin mereka tidak akan mengingat detail malam ini ketika dewasa nanti. Namun memori tidak selalu bekerja lewat logika. Ada hal-hal yang diam-diam tinggal di dalam diri seseorang. Bau asap flare. Suara ribuan orang bernyanyi bersama. Wajah ayahnya yang begitu bahagia di malam Persib mencetak sejarah. Jalanan Bandung yang terasa hidup sampai dini hari. Dan mungkin juga momen ketika dirinya duduk kecil di pinggir jalan bersama keluarganya, menunggu konvoi lewat selama berjam-jam. Semua itu perlahan berubah menjadi core memory. Dan tanpa disadari, di momen-momen seperti inilah Persib diwariskan. Bukan lewat teori. Bukan lewat paksaan. Tapi lewat rasa memiliki yang tumbuh perlahan sejak kecil. Lalu suatu hari nanti, anak kecil yang malam ini hanya duduk diam di atas motor saat konvoi three-peat Persib, akan tumbuh dewasa. Dan mungkin, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya kelak. Karena di Bandung, mendukung Persib bukan sekadar kebiasaan menonton sepakbola. Ia diwariskan. Dari jalanan ke jalanan berikutnya. Dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dan pada 23 Mei 2026, sekali lagi, Persib sedang mencetak generasi-generasi baru yang akan terus mencintainya tak lekang oleh waktu.
Indonesia
19
436
986
38.4K
BOJJI
BOJJI@inforefan·
nyaan sagala digubug teh🤣
Filipino
0
0
1
19