Arief I.

25.2K posts

Arief I. banner
Arief I.

Arief I.

@inkboz

#GGMU

Katılım Kasım 2009
425 Takip Edilen535 Takipçiler
Ilhamzada
Ilhamzada@iIhamzada·
Hey @Arsenalsince99s bukan kayak gitu cara banter di medsos. Itu pelecehan. Kelakuan kayak gini, dari satu dua orang, justru bikin teman2mu yg lain ikut ga disukai. Eh bukan teman, belum tentu mereka akui kalo kamu temannya. Maksudnya fans dari klub yg sama. Lebih bijak, ada baiknya minta maaf.
Ilhamzada tweet mediaIlhamzada tweet mediaIlhamzada tweet mediaIlhamzada tweet media
Indonesia
337
554
3K
210.5K
Arief I.
Arief I.@inkboz·
@kopibitter Yang menarik adalah di Banyuwangi, toko ritel modern (indo/alfa) dibatasi jam buka nya sampai jam 21.00 saja, alasannya untuk mendukung UMKM.
Indonesia
0
0
1
176
Es Kopi
Es Kopi@kopibitter·
Kalo dulu ada yg bilang Toko Madura akan Ngalahin Indomart Alfamart, jawaban saya adalah TIDAK dan TIDAK akan pernah bisa kalau pelayanannya masih kayak sekarang 😅🙏
Indonesia
103
16
393
50.7K
SmwGwOto
SmwGwOto@SmwGwOto·
Di Eropa nyetir 4 jam udah pindah negara. Indonesia : Nyetir 4 jam di Pulau Jawa udah pindah provinsi. Nyetir 4 jam di Pulau Sumatra masih di satu provinsi. Nyetir 4 jam di Pulau Kalimantan masih di satu kabupaten. Nyetir 4 jam di TB Simatupang jam pulang kantor masih dalam satu kecamatan.
Indonesia
442
7K
30.7K
1.4M
Arief I.
Arief I.@inkboz·
@omnicrescent Lah bakso malang emang enak karena kuahnya gurih micin, bukan kaldu.
Indonesia
0
0
0
45
YSPSFAGSIL Updates 🅴
YSPSFAGSIL Updates 🅴@QUEERAUSAHAAN·
Ini bukan salahin kopinya ya ges, emang akunya punya GERD 💔💔
Indonesia
43
24
2.2K
272.4K
Arief I.
Arief I.@inkboz·
@rouppme Terlihat mirip seperti hewan yg dicontohkan Prof Moody ketika mengajarkan kutukan cruciatus.
Indonesia
0
0
0
867
Arief I.
Arief I.@inkboz·
@hendrifisnaeni Alas Purwo dan Baluran beda hutan (dan beda taman nasional) bang, posisinya juga berjauhan yg satu pantura yg satu pansela
Indonesia
1
0
59
32.8K
Hendri F. Isnaeni
Hendri F. Isnaeni@hendrifisnaeni·
Waktu itu, setiap daerah ditanya mau menyumbangkan apa untuk TMII? Gubernur Jawa Timur Soenandar Prijosoedarmo menjanjikan akan memberi hadiah pohon sonokeling dari Banyuwangi untuk TMII. Namun, hingga Soenandar diganti dan meninggal, janji itu belum terlaksana. Akhirnya, bupati Banyuwangi kemudian menghadiahkan sawo kecik berumur 200 tahun dari Taman Nasional Baluran yang dikenal sebagai hutan Alas Purwo. Panjangnya sekitar 14 meter, diameter batang 152 cm, dan akarnya bergaris tengah sekitar 6 meter. Pohon itu dikenal sebagai pohon nomor 110. Pohon sawo kecik itu diminta khusus oleh Ibu Tien Soeharto untuk diukir fragmen Rama Tambak dari kisah Ramayana. Batang sawo kecik berukir itu bisa disaksikan di Museum Purna Bhakti Pertiwi di kompleks TMII. 📷Gunawan Kartapranata/Wikimedia Commons
Hendri F. Isnaeni tweet media
Arief I.@inkboz

@hendrifisnaeni Dulu ada cerita ada pohon sawo berusia ratusan tahun yg diambil dari hutan alas purwo Banyuwangi dipindahkan ke Taman Mini, proses pemindahan pohon ini memakan korban beberapa jiwa. Tentu karena alas purwo dikenal hutan angker, kejadian ini tidak lepas dikaitkan dengan hal mistis

Indonesia
11
143
1.3K
425K
Arief I.
Arief I.@inkboz·
@hendrifisnaeni Dulu ada cerita ada pohon sawo berusia ratusan tahun yg diambil dari hutan alas purwo Banyuwangi dipindahkan ke Taman Mini, proses pemindahan pohon ini memakan korban beberapa jiwa. Tentu karena alas purwo dikenal hutan angker, kejadian ini tidak lepas dikaitkan dengan hal mistis
Indonesia
1
8
102
221.6K
Hendri F. Isnaeni
Hendri F. Isnaeni@hendrifisnaeni·
Proyek TMII itu keinginan Ibu Tien Soeharto. Biayanya Rp10,5 miliar. Soeharto mewujudkannya padahal sebelumnya dia menganjurkan hidup prihatin. “Jangan melakukan pemborosan-pemborosan, karena sebagian besar rakyat masih hidup miskin,” kata Soeharto. Soeharto juga menekankan bahwa segala rencana pembangunan hendaknya berlandas pada skala prioritas. “Marilah kita menggunakan dana dan kemampuan yang kita miliki sekarang hanya bagi usaha-usaha yang perlu dalam rangka mencapai kemajuan," katanya. Oleh karena itu, TMII ditentang sangat keras oleh mahasiswa, seniman, dan intelektual. Soeharto melalui Kopkamtib melarang semua aktivitas gerakan anti-TMII, bahkan aparat menahan beberapa tokoh penentang seperti Arief Budiman dan Poncke Princen. TMII tetap dibangun dan dikelola oleh yayasan milik keluarga Soeharto selama lebih dari 40 tahun, baru diambil alih oleh pemerintah pada April 2021. 🔗historia.id/article/geraka…
Deo-Maringa L.D.Garaha@kultusterlarang

Soeharto adalah seorang visioner progresif, atau setidaknya early adapter. Dia paham kebudayaan adalah aset, makanya dia dorong proyek kayak TMII, P4, sampai integrasi budaya dalam pembangunan lewat Repelita. He institutionalized culture before cultural capital was even a THING.

Indonesia
48
577
1.8K
210.4K
Arief I.
Arief I.@inkboz·
Ah iya juga ya, kenapa ga kepikiran selama ini.
Indonesia
0
0
0
39
Arief I.
Arief I.@inkboz·
@farhan_fevrier @kokogiovanni Ya kalau ga ada pendapatan subsidi, berarti mereka jualan komersil biasa. Akan masuk ke pendapatan kayak biasa kan.
Indonesia
1
0
0
220
Giovanni
Giovanni@kokogiovanni·
PLN dan Pertamina membukukan laba bersih, tidak rugi seperti narasi yang beredar di media sosial. Laporan keuangan tersedia di website dan bisa dibaca.
Giovanni tweet mediaGiovanni tweet media
Indonesia
126
243
1.9K
347.2K
Arief I.
Arief I.@inkboz·
@strootsys Palembang ini salah satu daerah yg menurut saya makanan khasnya (pempek) berlaku sebagai makanan pokok juga, benar2 warganya makan dan setiap hari terjangkau dengan mudah di sekitar mereka. Sampai ada guyonan mereka bisa zakat fitrah pakai pempek karena makanan pokok disana
Indonesia
1
0
79
7.8K
Strootsy
Strootsy@strootsys·
Ada yang nanya “orang Palembang tuh bosen ga sih makan pempek?” Kebetulan ada salah satu percakapan di konferensi meja bundar tadi pagi alias sesi sharing beberapa bapack2 yg bunyinya begini: “Aku makan pempek pacak tiap hari, bisa pagi siang sore galo-galo pempek menunyo. Tapi cak mano yo, ndak do bosennyo. Pempek yang di Jawa malah aneh rasanyo.” Orang asli Palembang kayaknya jarang ada yg bosen makan pempek asli sini, terutama yg kebiasa konsumsi buat sarapan dari kecil. Tapi, kalo pempeknya ala-ala, ya bosen 😭 Buat banyak orang Palembang, tolok ukur enak/gak-nya pempek itu juga diliat dari cukonya, dan cuko pempek di Jawa menurut mereka terlalu asem-manis. Tapi, ga bisa dipungkiri kudapan khas Palembang emang top tier semua sih. Kinda underrated, i would say. Olahan ikan kayak pempek, tekwan, laksan, model, celimpungan, atau pindang patin/gabus. Lanjut juga mie celor, burgo, martabak har, lalu ditutup es kacang merah. Memang ini perkara selera, tapi bagiku hampir semua kudapan aselik S̶t̶a̶m̶f̶o̶r̶d̶ Ampera Bridge itu top 🤌🏻
Strootsy tweet mediaStrootsy tweet media
Strootsy@strootsys

Lebaran di Palembang pada umumnya No sayur labu, no opor in sight Pempek di meja, tekwan & malbi di dapur Oiya, makan pempek tu gak di mangkok & gak disendok ya cukonya Tapi di lepek kecil, dan diseruput cukonya. The otentik, ol fesyen wei

Indonesia
147
353
3K
283.4K
Arief I.
Arief I.@inkboz·
@f1speed_indo Lhaiya, kita ini penonton casual. Melihat apa yg ada di layar kaca. Yg depan -10 km/jam, yg 10km/jam. Ga bisa bedain. Akan sama2 aja liatnya yg belakang jadi lebih kenceng buat nyalip.
Indonesia
0
0
0
524
F1 Speed Indonesia
F1 Speed Indonesia@f1speed_indo·
Nggak natural ini coba definisikan. Apa yang kami lihat di Shanghai tadi jauh lebih baik dari Australia. Duel Leclerc-Hamilton masih main pengereman & adu nyali di tikungan. Duel Colapinto-Ocon berkali-kali Colapinto bisa bertahan dengan andalkan pengereman. Bahkan banyak manuver Verstappen yang mengandalkan nyali di tikungan dibandingkan overtake dengan 'baterai' di tengah lurusan. Memang masih banyak juga yang random. Tapi selama dirty-air lebih bagus dari regulasi sebelumnya dan pembalap punya kesempatan kejar balik, seru-seru saja. Belum terbiasa aja. Poin kritikan Verstappen adalah soal boros baterai yang mempengaruhi gaya overtaking & berduel. Soal boros baterai kami memang sepakat karena membuat feel mobil F1 jadi berkurang dan nggak seharusnya mobil F1 terlalu bergantung ke baterai. Tapi soal overtake & duel, kami nggak setuju dengan Max.
Sohib Huda@bengong_doang

@f1speed_indo klok overtake nya gk natural lalu hiburan nya di mana ya guys klok boleh tau ? apakah yang penting banyak overtake jadi menghibur ?

Indonesia
49
121
1.3K
75.1K
Arief I.
Arief I.@inkboz·
@nikoalifero @gpri_f1 Saya sih memang lebih suka 3 digit, tp kalau engineer sama pembalap yg butuh data amat sangat presisi aja ga butuh, ya apalagi penonton kan. Toh ini cuman yg di samping, yg di bawah tengah pas lg ada duel kan tetep 3 digit
Indonesia
1
0
0
43
Niko Alifero
Niko Alifero@nikoalifero·
@inkboz @gpri_f1 Aku nggak nentang, cuma kurang oke. Permasalahannya mereka pembulatan potong atau pembulatan atas-bawah. Ini rada penting karena overtake mode itu kalo mobil jaraknya kurang dari 1 detik. Kalo 0,985 itu dibuletin jdi 1 tapi dapet overtake mode, yg nonton kan bingung.
Indonesia
2
0
0
133
GP Racing Indonesia F1
GP Racing Indonesia F1@gpri_f1·
Selain itu, kemarin pas di GP Australia juga banyak yang permasalahin timing tower yang baru, dimana angka desimal jarak pembalap, yang tahun lalu mencapai seperseribu detik, kini dibuat lebih simpel hanya sepersepuluh detik. Banyak yang komplain jadi gak bisa lihat jaraknya lebih detail. Tapi, para pembalap dan engineer di radio pun ngereference sepersepuluh detik juga kok (misal 0,2 detik). Di skala balapan yang jaraknya bisa puluha detik, detail jarak hingga seperseribu detik tidak sepenting itu. Tapi, kenapa FOM lakukan perubahan ini? Alasan yang paling masuk akal adalah untuk memperluas area aksi ditrek saat balapan, agar area yang tertutup timing tower lebih sedikit.
GP Racing Indonesia F1 tweet media
Indonesia
5
14
245
14.6K