pit
12K posts


Lagi-lagi saya akan menyarankan novel tipis dari @marjinkiri. RUMAH KERTAS (terjemahan dari novela berbahasa Spanyol: La casa de papel) karangan Carlos María Domínguez. Kutipan yang paling saya ingat dari novela ini: “Buku mengubah takdir hidup orang-orang.” Rumah Kertas jelas bukanlah jenis bacaan yang akan memanjakan euforia para pencinta buku, apalagi tsundoku. Apa yang ingin disampaikan oleh penulisnya adalah tragedi. Seorang profesor bernama Bluma Lennon tertabrak mobil saat membaca buku puisi karya Emily Dickinson, lalu meninggal. Koleganya—yang menjadi narator “Aku” dalam buku ini—terpaksa harus menggantikannya di Jurusan Sastra Amerika Latin; mengajar dan memakai ruang kantornya. Suatu pagi ia menerima paket yang ditujukan untuk mendiang Bluma, berisi buku yang dikirim dari Uruguay. Penelusuran akan asal-usul buku tersebut yang kemudian membawa si Aku ke dalam dunia para penggila buku. Ada banyak sekali sentilan dalam novela ini yang bikin senyum sekaligus meringis. Mulai dari menyinggung bahwa adanya jurang pemisah antara kolektor buku dan pencinta buku; pertimbangan semakin banyak buku maka perlu semakin banyak indeks buku yang harus dibuat; sampai yang membuat dilematik, sebaiknya buku-buku itu disimpan dalam perpustakaan pribadi atau dibagikan saja ke orang-orang saja guna memperpanjang usia buku. Saya yakin para pencinta buku pasti akan ketar-ketir sepanjang membaca Rumah Kertas, tapi tetap saja buku ini cocok untuk mereka.

bolak balik prancis mulu mau bikin sequel eiffel in in love kah?


Memilih CR krn kmrn2 udah full sastra Indonesia dan buku2 sejarah, jadi mau baca vintage lit hehehe Middlemarch - George Eliot






















