mabuk rayuanmu
53.3K posts

mabuk rayuanmu
@ipunk_baik
DM for hire. founder #BedahRumah, Building Educator, Public Architect, folk and space architecture design studio (FASAD) commissioner, Tim Profesi Ahli Kota



Hit me with facts that sound 100% fake but are actually true 🤔💭

As most of you know, my son is a Sailor. He sent a picture of his lunch yesterday from the galley. I’m thankful that we are finally taking care of our men and women in uniform. 🙏🏻🇺🇸

@ipunk_baik yang tertarik riset seputar beton yang bukan hanya punya kemampuan self-healing tapi juga dibuat dari limbah, boleh cek instagram.com/betonheal yang kemarin sempat kita lombakan buat PKM 2025, dan Alhamdulillah lolos pendanaan.



Kayak mimpi pas lagi demam ... 📍 Gading Serpong

Setelah 15 tahun, akhirnya dompet Planet Ocean dari Bandung ini gue nyatakan tumbang Ada yang belum ganti dompet dari orok? 🤣

Boomers nyangkut di saham ❌ Boomers nyangkut di properti ✅



Coba hobi baru: bikin game. RPG Paper Maker GRATIS untuk kebutuhan nonkomersial. Bisa kita utak-atik, bikin cerita sendiri, dimaenin, lalu share. Sebelum terjun ke dev game yang kompleks, bisa mulai dari sini Credit to the solo dev @jakeluckyupdate

Tim Teh Kotak Sosro atau Tim Teh Pucuk Harum?

Raditya Dika ini smart banget. Di mana orang berlomba-lomba bikin kos-kosan, dia langsung nanya: yield berapa? Tujuan apa? Buat dibandingkan. Karena investasi ga cuma kos-kosan, ada SBN, obligasi, saham, crypto, batu akik, dkk… Simple aja, kalau bunga/yield cuma 6-9%, ada banyak tuh instrumen investasi seperti RDPU, RDPT, obligasi, deposito. Simple tapi karena kefomo, kegiring jadi ga mikir jauh 😂

Mending dibuat jualan sendiri atau sekaligus tempat tinggal...

Sandal Birkenstock harganya memang Rp 2 jutaan. Maybe segmennya memang kaum yg gajinya diatas Rp 20 juta. Semua produk bisa laku asal segmennya cocok. Istilahnya STP : segmentation, targetting, positioining. Segmen high income akan anggap harga Birkenstock aman2 aja. Sebaliknya audiens yg bukan segmen premium products biasanya akan kaget. Ya nggap apa apa. Wong emang bukan segmen yg disasar brand tsb. Secara rasio, orang dg gaji Rp 45 juta sebulan (buanyak jumlahnya di Jakarta), beli sandal harga Rp 2 juta SAMA dg orang gaji Rp 4,5 juta beli sandal Rp 200 ribu. Jadi POV tiap orang pasti akan beda beda, tergantung kelas ekonominya. Dan POV seseorang memang sangat bergantung pd level sosial ekonominya. Makanya ada ilmu STP tadi. Ilmu ttg segmentasi pasar. Ada sandal Rp 200 ribu, laris. Ada sandal Rp 2 juta, ya laris juga. Semua ada segmennya masing2. Jadi kalau ada orang teriak woi mahal amat sandalmu. Ya maybe karena orang ini memang bukan segmen yg dituju.







