picoez@picoez
Tadi kedatangan tamu. Wajah kucel dan tampak capek.
Kusuguhkan kopi, lalu dia mulai bercerita kalo sedang sumpek, gak punya uang, dll.
Aku hanya mendengarkan sampai dia selesai cerita. Mungkin karena melihat aku diam saja, dia bilang," Mbok saya diberi nasihat 1-2 kalimat, Mprop."
Kubilang," Sampeyan masih hidup, berarti rezeki sampeyan masih ada. Kalo rezeki sampeyan sudah habis, mesti sampeyan udah mati saat ini."
Di luar dugaanku, dia tertawa ngakak," Oh, iya. Sesederhana itu ternyata menghilangkan sumpek. Gobloknya aku 🤣."
Saat dia pamit, kuulurkan 1 lembar 50 ribuan. "Ini, buat sak karepmu. Maaf, cuma segini karena cuma itu yg ada di dompetku," kataku.
Dia menerima uang yang kusodorkan, sambil lompat2 dan tertawa, "Hahaha ... rezeki, rezeki, ternyata rezekiku masih ada. Alhamdulillah. Ternyata omongan sampeyan bener, Mprop. Langsung terbukti," katanya.
Aku bilang," Lha mamang uang itu kuberikan untuk membuktikan kalo omonganku benar, kok. Biar kayaknya aku ini wali."
Lalu kami ngakak berdua.
Sesaat kemudian dia pamit. Kutegur dia,"Kok gak bilang terima kasih ke aku?"
Dia menjalankan motornya sambil njawab," Ini kan rezekiku, bukan rezeki sampeyan, Mprop. Hahahaha. Assalamu'alaikum."
Rezeki, rezeki ... sayup aku masih mendengar suara itu sepeninggalnya.
Aku senyum. Gembira.
Alhamdulillah