win

10.9K posts

win banner
win

win

@itswinds_

🌹sedang mencari bentuk matahari siang

Malaysia Katılım Ekim 2012
512 Takip Edilen456 Takipçiler
win retweetledi
Priyono Bitles Combat
Priyono Bitles Combat@MbPriyono·
Buku Digital PDF. Dua buku yang menggambarkan pertarungan dua kubu politik yang bisa dibilang sebagai dua kekuatan besar di Indonesia pada 1950-an yaitu PKI melawan Masyumi. Keduanya bertarung dalam bentuk buku . Keduanay saking "menguliti" kelemahan dan kesalahan politik mereka.
Priyono Bitles Combat tweet mediaPriyono Bitles Combat tweet media
Indonesia
8
111
657
11.5K
win retweetledi
Arif Novianto
Arif Novianto@arifnovianto_id·
TAHUKAH kamu bahwa 9 dari 10 warga percaya bahwa program MBG cenderung menguntungkan elite, pejabat, dan pemilik dapur, serta rawan dikorupsi? Kami dng Policy Research Center baru saja merilis hasil riset berjudul "Siapa yang Diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?"
Arif Novianto tweet mediaArif Novianto tweet mediaArif Novianto tweet mediaArif Novianto tweet media
Indonesia
173
11.3K
23.1K
234.5K
T𝕏TDARIBUKU
T𝕏TDARIBUKU@txtfrombook·
SEBUTIN BUKU VIRAL YG GAK COCOK BUAT KAMU 🫵🏻
Indonesia
548
55
1.1K
106.5K
win retweetledi
Nello
Nello@kudanielbintik·
Sebenarnya, GAK SEMUA APA-APA HARUS KE PSIKOLOG. Idealnya, ke Psikolog itu untuk masalah yang sudah sangat berat dan butuh bantuan profesional. Untuk kasus-kasus yang sudah di spektrum gangguan, bukan lagi normal-bermasalah. Tapi, di sini semua jadi apa-apa harus ke Psikolog karena sistem layanan kesehatan mental kita masih bapuk. Piramida Psychological First Aid/pertolongan pertama kesehatan mentalnya gak berjalan. Konselor sebaya gak terlalu jalan, lingkungan yang menunjang kesehatan mental seperti tempat tinggal, layanan/fasilitas penitipan anak/daycare yang terstandar untuk orangtua bekerja, ruang publik ramah anak gak memadai, dll. Padahal ini semua penting biar apa-apa gak harus sampai ke Psikolog. Ini bikin bebannya semua di Psikolog sementara Psikolog sendiri masih kurang dibandingkan populasi penduduknya. Rasionya menurutku gak masuk akal. Padahal ketika nanganin klien, 1 sesi itu Psikolog harus FULL MINDFUL. Bukan cuma ngedengerin tapi di waktu bersamaan harus analisis, prediksi, merancang solusi alternatif, termasuk berempati, dll. Intinya, tugasnya ada di level kognitif yang tinggi (lihat taksonomi bloom). Di sisi lainnya lagi, layanan jasa seperti ini seringkali masih disamakan/diekspektasikan seperti pegawai kantoran yang perlu kerja 8 jam/hari. Padahal beban mental dan emosionalnya berbeda apalagi kalau menangani tanpa jeda. Coba bayangin aja sebagai orang biasa harus ngedengerin, nganalisis masalah orang lain 8 jam tanpa jeda. Gak bisa ngelamun sama sekali. Gak bisa pura-pura ke toilet buat rehat sebentar padahal nangis.
Nello tweet mediaNello tweet media
ARES@RestuAwalliddin

Unpopular opinion about Indonesian Healthcare System

Indonesia
32
1.5K
5.8K
231.7K
win retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Alasan kami menggugat MBG di MK, karena persoalan anggaran pendidikan yang ditransfer ke daerah menurun drastis, yang berakibat di rumahkannya para guru ASN PPPK. Fenomena ini bak domino, satu persatu kepala daerah merumahkan para guru PPPK ini. Ingat, kita sudah menyalakan tanda bahaya. Namun pemerintah abai dan sibuk menggaji pemilik SPPG biar lebih giat berjoget dengan gaji 6 juta perhari. Perang Iran dan krisis minyak hanya mempercepat malapetaka ini. Ulasan lengkap saya tulis di opini kompas, "Reset Pendidikan."
Iman Zanatul Haeri tweet media
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Breaking News !!! Banyak Pemda akan merumahkan PPPK & PPPK PW, akibat kondisi keuangan Daerah yang memilukan. here we go !! CPNS tidak dibuka PPPK di rumahkan bayangkan ini terjadi di pada guru di provinsi dan Kabupaten. Siapa tuh yang bakal ngajar anak-anak kita. ABRI kah?

Indonesia
183
10.5K
17.7K
350.6K
✨OMBB | 🚫NO LINK
✨OMBB | 🚫NO LINK@ohmy_beautybank·
[bb] Ayo guyss tunjukin totebag cemplang cemplung yg cocok dipake daily kerja dan kuliahh!
Indonesia
45
0
74
9.3K
win
win@itswinds_·
Cape gw tiap malem nangis mulu
Indonesia
0
0
0
43
win
win@itswinds_·
Hari ini menerima berita baik dan buruk dari dua teman dekatku.
Indonesia
0
0
0
44
win retweetledi
Logos ID
Logos ID@logos_id·
Website Ensiklopedia Gerwani sudah rampung, atas rekomendasi teman-teman, kami menambahkan referensi buku, artikel, dan juga galeri foto/lukisan. Kira-kira, kalau kita publish dengan 20 digitalisasi terlebih dulu apakah oke? Atau mau sampai 50-100 teks agar lebih lengkap?
Logos ID tweet media
Indonesia
15
227
630
11.1K
win retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Supaya lebih objektif, yuk kita coba cek hasil penelitian tentang kuliah di Top Univ. 1. Gaji lulus Top Univ cenderung lebih besar Penelitian di Chile tahun 2020 menunjukkan bahwa lulusan dari universitas paling bergengsi terima gaji yang lebih besar 13% di tahun pertama kerja dibanding kandidat dengan kemampuan setara dari kampus kurang bergengsi. NAMUN, selisih penghasilan tersebut akan turun pada periode pengalaman kerja lebih dari 6 tahun. 2. Akses bekerja lulusan Top Univ cenderung lebih baik Studi tahun 2023 menunjukkan kuliah di Ivy League meningkatkan peluang 3 kali lebih besar untuk bekerja di perusahaan yang lebih baugs dan 50% lebih tinggi peluang masuk 1% orang-orang berpenghasilan tinggi. 3. Potensi promosi lebih cepat Studi di Jepang tahun 2016 menunjukkan bahwa karyawan dari universitas bergengsi dipromosikan lebih cepat karena cenderung mendapat evaluasi performa lebih tinggi. Namun yang perlu diperhatikan adalah mereka yang duduk di posisi lebih tinggi tidak selalu berasal dari kampus yang lebih bergengsi. Pandangan gue: Jadi dari penelitian-penelitian di atas, kuliah di Top Univ itu merupakan keuntungan tersendiri, terutama di fase awal karir. Namun, tetap di akhirnya yang berperan adalah performa dan kemampuan kita, terutama pada kondisi sudah ada pengalaman kerja. Semoga bermanfaat!
Imelda@mechnclgrl

Yess!! Yang bilang kuliah dimana aja sama tuh bohong guys. Di Indo bisa kuliah di top univ udah jadi privilege krn dari sisi alumni, dosen, relasi, jenjang karir, fasilitas itu udah timpang banget semua. Misal yah - Karir = Ada jalur MT/FGDP yang rekrutmennya di kampus (karena emang jalur masuknya utk khusus kampus itu) - Relasi = Magang ke luar negeri paling banyak ditemuin dari top uni. Sisanya ada tapi sedikit. - Beasiswa = Saat kuliah di top univ, banyak bgt pilihan beasiswanya. Tapi selain di top uni ya ga sebanyak itu dan seleksinya sama ratusan ribu mahasiswa lain. - Lanjut Studi (Beasiswa) = Bahkan ada beberapa beasiswa luar negeri (co: MEXT, & masi bnyk lg) yang seleksinya di univ itu doang ada kuotanya. - Fasilitas = Buat riset fasilitasnya oke, lu tinggal dateng ke kampus riset. Sedangkan univ lain kadang harus pinjem/sewa dari univ lain, kadang hrs penelitian di univ lain dan bayarnya jga lumayan... mentok2 risetnya itu itu lagi karena pake yg ada di kampus aja. - Lingkungan = ini beda banget sih coyy, tapi no komen deh hehe. Sedangkan kalau di selain di top univ, lu harus hardwork bgt buat dapetin hal yang sama.

Indonesia
2
81
650
57.6K
Imelda
Imelda@mechnclgrl·
Lagi nyari anak magang TEEP~ ✨ ⬇️⬇️
Filipino
6
0
1
2K
Imelda
Imelda@mechnclgrl·
Kumpulan Thread Beasiswa Studi Lanjut DN/LN, Internship Luar Negeri, Kursus Bahasa LN di bawah ini yah ⬇️⬇️
Indonesia
2
74
280
108.3K
win
win@itswinds_·
@lemcn Ngekos
Indonesia
0
0
0
6
bica
bica@lemcn·
kalian yang pernah ngekos, enakan ngekos atau tinggal dirumah?
Indonesia
1.1K
31
1.6K
209.3K
Mary York
Mary York@Mary_ork·
If you’re a writer, an Author , or someone who loves books, feel free to say hi! 📚
English
255
32
521
16.3K