Ivan Lanin

92.5K posts

Ivan Lanin banner
Ivan Lanin

Ivan Lanin

@ivanlanin

Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia dan pendiri @narabahasa

ivanlanin di gmail titik com Katılım Temmuz 2007
2.9K Takip Edilen777.3K Takipçiler
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Coba ucapkan agar terasa bedanya. - Saya <jeda> makan nasi. - Nasi <jeda> saya makan.
Indonesia
19
10
151
37.2K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Obat yang kita konsumsi untuk meredakan demam ternyata lahir dari kebutuhan mendesak mengobati luka tentara di medan perang. Dorongan paling destruktif manusia berulang kali justru menjadi pendorong kemajuan yang tidak sanggup dicapai masa damai bertahun-tahun. Berapa banyak lagi benda damai di sekitar kita yang diam-diam berutang pada perang? medium.com/mari-jelajah/m… #1293
Indonesia
1
7
26
7.1K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Susu yang dibiarkan mengasam dianggap rusak, tetapi susu yang diberi mikroba tertentu justru menjadi yogurt yang dicari orang. Keduanya sama-sama melibatkan mikroorganisme yang mengubah bahan makanan. Yang membedakan hanyalah mikroba mana yang bekerja serta bagaimana manusia mengendalikannya. Batas antara busuk dan berubah ternyata jauh lebih tipis daripada yang biasa kita bayangkan. medium.com/komunitas-blog… #1292
Indonesia
1
12
47
10.4K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Sepenggal rekaman telepon atau satu kalimat candaan bisa menjadi barang bukti di pengadilan. Linguistik forensik bekerja dengan membedah bukan hanya apa yang dikatakan secara harfiah, melainkan juga makna yang sebenarnya dimaksudkan penuturnya. Bahasa yang kita anggap sekadar alat bicara sehari-hari bisa menentukan nasib seseorang di ruang sidang. medium.com/bahas-bahasa/b… #1291
Indonesia
1
16
35
7.4K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Batu-batu di Taman Suropati membuat mobil melambat tanpa satu pun rambu memerintahkannya. Dari aspal, beton, sampai konblok, setiap permukaan jalan punya sejarah dan tujuannya sendiri. Yang selama ini saya anggap sekadar pilihan estetika, rupanya adalah keputusan yang sengaja dibuat. medium.com/berbagi-berdam… #1290
Indonesia
1
16
58
12.4K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Nilai proyek yang masuk ke Narabahasa makin besar dan saya sempat mengira itu tanda semuanya baik-baik saja. Ternyata, laba yang terlihat sehat di atas kertas bisa berjalan berlawanan arah dengan kas yang tersedia untuk menggaji bulan ini. Selain pertumbuhan, uang yang cair pun perlu dipikirkan sebelum tanggal gajian tiba. medium.com/cerita-uang-pe… #1289
Indonesia
2
3
18
7.2K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Seorang teman tiba-tiba marah kepada pasangannya hanya karena perkara sepele. Kemarahannya sebenarnya bukan karena perkara yang dipersoalkan, melainkan kabar tentang anaknya yang belum sanggup dia ucapkan. Duka yang belum menemukan alamat kerap mencari sasaran yang paling mudah dijangkau. medium.com/ruang-kontempl… #1288
Indonesia
0
5
19
10.1K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Seekor gurita raksasa dalam film yang saya tonton berkomentar tentang manusia dengan nada yang menohok: Manusia punya jutaan kata, tetapi entah kenapa nyaris tidak pernah benar-benar mengatakan apa yang mereka inginkan satu sama lain. Sindiran itu terasa lebih menusuk justru karena datang dari makhluk yang sama sekali tidak berbicara, seolah kefasihan bahasa manusia tidak menjamin kejujuran yang dibawanya. Film ini membuat saya bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang lebih pandai berkomunikasi, makhluk bercakap yang penuh kata atau makhluk diam yang justru terasa paling memahami? medium.com/maratonton/jut… #1287
Indonesia
3
12
34
7.1K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Hampir semua keputusan sejak bangun tidur sampai kembali ke kasur bersinggungan dengan uang, padahal kalau ditelusuri ke belakang, uang sama sekali bukan sesuatu yang alamiah seperti air atau udara. Yuval Noah Harari menyebutnya tatanan imajiner, sesuatu yang hidup karena kita semua sepakat memercayainya. Sejarah awalnya pun membalik anggapan umum karena yang lebih dulu ada bukan barter, melainkan sistem utang dan kepercayaan. Dari lempengan tanah liat sampai rupiah di dompet hari ini, bentuk uang terus berubah, tetapi yang membuatnya bekerja tetap sama. medium.com/mari-jelajah/u… #1286
Indonesia
2
7
27
15.4K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Di ruang rapat siang itu, dua mangkuk bubur ayam sudah tandas, tetapi sepotong kerupuk merah menyala justru tidak tersentuh. Warnanya yang terlalu mencolok memicu kecurigaan tentang rodamin, pewarna tekstil yang kerap disalahgunakan untuk makanan. Dari situ, kimia analitik bekerja membedakan warna yang jujur dari warna yang berbohong. Yang tersisa bukan lagi kerupuk yang tidak disentuh, melainkan pertanyaan kecil yang terus mengganjal setiap kali warna makanan terlihat terlalu percaya diri. medium.com/komunitas-blog… #1285
Indonesia
0
5
25
7.7K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Di sebuah kafe, saya tanpa sengaja mendengar percakapan di meja sebelah. "Eh, si itu begitu lagi kemarin," kata satu orang. Temannya langsung menyahut heboh, padahal saya sama sekali tidak tahu siapa, apa, dan kapan yang dimaksud. Bahasa punya sistem hemat bernama deiksis dan pengacuan. Kata-kata seperti “itu”, “begitu”, dan “kemarin” hanya bisa dipahami kalau dua orang berbagi konteks yang sama, sesuatu yang membuat percakapan pribadi terasa seperti kode rahasia bagi orang luar. Ungkapan Jawa “ngono yo ngono, ning ojo ngono” jadi contoh ekstremnya. Tanpa konteks, ia hanya pintu tertutup, padahal di baliknya tersimpan nasihat yang tidak bisa diringkas oleh kata. medium.com/bahas-bahasa/k… #1284
Indonesia
7
15
84
12.4K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Juni 2026 bukan sekadar bulan menulis tiga puluh tulisan seperti biasa. Di baliknya ada pekerjaan rumah yang lebih besar sedang dirampungkan. Taksonomi rubrik Manajemen, Teknologi, Sejarah, dan Sains (Kimia, Biologi, Fisika, dan Matematika) akhirnya tersusun sebagai peta yang akan menuntun tulisan-tulisan berikutnya, sedangkan satu ruang baru bernama Recehan juga dibuka di Substack untuk menampung yang lebih ringan. Rekap bulan ini jadi semacam peta jalan, bukan cuma daftar tulisan yang sudah lewat. medium.com/aksaranara/tak… #1283
Indonesia
0
2
7
5K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Saat membuka sesi pembekalan bagi pemagang baru di Narabahasa, satu kalimat kecil terlontar begitu saja: Dimulai dari nol, ya. Kalimat itu sebenarnya berlaku dua arah. Magang tidak hanya menguji pemagang yang baru belajar bekerja, tetapi juga menguji organisasi yang harus belajar membimbing, menyesuaikan diri, dan kadang membenahi caranya sendiri. Di ujung program, siklus itu selalu terasa belum benar-benar tertutup. Pertanyaannya bukan siapa yang lulus, melainkan siapa yang berubah lebih banyak. medium.com/cerita-uang-pe… #1282
Indonesia
0
2
15
6.3K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Tepat sesudah webinar tentang kebiasaan menggulir di media sosial usai, sebuah pesan masuk untuk mengajak mengobrol buku malam itu. Pekan yang saya kira sudah penuh urusan literasi ternyata belum usai. Sepekan itu saya berpindah dari taman baca di Magelang, perpustakaan kampus, perpustakaan lembaga, sampai webinar dan obrolan buku malam hari. Nama taman baca Melek Huruf terasa aneh karena kini hampir semua orang sudah bisa membaca. Persoalannya bergeser dari mengeja huruf menjadi memberi perhatian, memilih bacaan, dan memahami konteks. Sesudah bisa membaca, ternyata masih ada pertanyaan yang lebih mengganggu. Melek apa lagi yang sebenarnya paling kita butuhkan sekarang? medium.com/ruang-kontempl… #1281
Indonesia
0
2
14
5.1K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Dalam Voicemails for Isabelle, seorang perempuan terus mengirim pesan suara kepada adiknya yang sudah tiada. Nomor itu lalu dialihkan ke orang asing, yang diam-diam ikut jatuh cinta pada suara yang didengarnya tiap malam. Sudah berapa banyak suara orang terdekat yang sebenarnya belum sempat kita simpan? medium.com/maratonton/sua… #1280
Indonesia
1
4
25
7K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Seorang penulis keturunan Tionghoa mengaku baru belajar Mandarin belakangan. "Bahasa Tionghoa" sebenarnya bukan satu bahasa, melainkan kelompok varietas yang terpisah berabad-abad. Lalu, kenapa yang sampai ke Nusantara justru bukan Mandarin, melainkan Kanton, Hokkian, Hakka, dan Tiociu? medium.com/mari-jelajah/s… #1279
Indonesia
1
19
71
10K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Ada buku kuliah 1992 yang masih saya ingat bukan karena isinya, melainkan beratnya: fotokopian Fisika Dasar Halliday. Bertahun-tahun kemudian, saya memetakan tulisan-tulisan sains saya ke lima kamar fisika dalam buku itu. Satu kamar ternyata masih kosong. Kamar mana yang akhirnya akan terisi lebih dulu? medium.com/komunitas-blog… #1278
Indonesia
0
5
33
6K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Bahasa Indonesia bilang patah hati, bahasa Inggris bilang patah jantung. Selama ini saya kira itu cuma gaya bahasa, padahal linguistik kognitif menunjukkan metafora adalah cara pikiran kita bekerja lewat tubuh. Berapa banyak metafora harian kita yang diam-diam membentuk cara kita berpikir, bukan sebaliknya? medium.com/bahas-bahasa/b… #1277
Indonesia
0
24
120
8.9K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Ponsel hadiah ulang tahun awal 2024 saya kini selalu mode hemat daya sebelum hari selesai. Saya tidak pernah merasakan kapan persisnya itu terjadi. Setiap siklus pengisian daya diam-diam mengunci sedikit kapasitas baterai, untuk selamanya. Sudah berapa persen kapasitas asli ponsel di tangan kita yang sebenarnya sudah hilang? medium.com/berbagi-berdam… #1276
Indonesia
0
3
16
9.5K
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
Pernah sedih melihat tumpukan buku yang belum disentuh, bahkan belum dibuka dari bungkus plastiknya? Jangan khawatir. Banyak orang yang seperti itu, termasuk saya. Kurangi kesedihan dengan meluangkan waktu lima menit pagi ini. Keluarkan buku dari bungkus, lalu baca pengantar, daftar isi, dan halaman belakang. Saya baru melakukannya. Rasanya melegakan.
Indonesia
41
164
552
28.2K