Jang Sinulingga retweetledi
Jang Sinulingga
11.7K posts

Jang Sinulingga
@jangiss
Perspective
North Sumatra, Indonesia Katılım Mayıs 2013
141 Takip Edilen246 Takipçiler
Jang Sinulingga retweetledi

Indonesia rame soal cewek umur 30 ke atas susah punya anak. Tapi nggak rame soal jutaan anak tumbuh tanpa bapak (emotionally and physically). Fertilitas cewek lo pusingin, tapi diri sendiri belum tentu layak jadi bapak. Y’all obsessed with creating kids, not raising them.
Saske@saskeXYZ
@tanyarlfes cwe2 banyak yg ga paham usia fertile cwe cuma sampe 35an, ga ky cwo, lebih dr itu lo bakal susah punya anak = ga diminati cwo lagi = ortu lo ga bisa gendong cucu kalau lo oke dgn itu ya ga apa, tp jangan nyesal nanti usia 30an kelabakan nyari suami, sudah banyak bgt contohnya
Indonesia
Jang Sinulingga retweetledi
Jang Sinulingga retweetledi
Jang Sinulingga retweetledi

"Program Vasektomi BKKBN"
Awalnya saya tidak tahu ada program vasektomi BKKBN yang gratis. Makanya di awal saya mendatangi sebuah RS di Mojokerto namanya RS Sakinah. Saya dan istri sudah siap jika vasektomi harus berbayar.
Beruntung, ternyata RS Sakinah selama ini menjadi rekanan BKKBN Kabupaten Mojokerto untuk pelaksanaan vasektomi dan tubektomi.
Saya diberi info bahwa operasi vasektomi mandiri biayanya Rp 4,5juta. Namun RS Sakinah berbaik hati memberi info ke saya bahwa ada program gratis dari BKKBN dan saya langsung dihubungkan dengan petugas BKKBN.
Hanya selisih 2 hari, petugas BKKBN sudah ke rumah saya. Tujuannya adalah memberi kesempatan kepada saya dan istri untuk bertanya jawab. Hasil dari konsultasi itu, saya dan istri memutuskan untuk "lanjut".
Sepanjang yang saya ingat, syarat menjalani vasektomi adalah:
-> Usia di atas 35 tahun
-> Minimal sudah punya 2 anak dan anak kedua sudah berusia minimal 5 tahun.
-> Jika jumlah anak lebih dari 2, maka syarat usia anak minimal 5 tahun itu tidak lagi diperlukan.
-> Mendapat persetujuan tertulis dari istri.
Yang saya tidak sangka, BKKBN Kabupaten Mojokerto setiap hari Sabtu selalu ada operasi MOP dan MOW. Jadi, saya pun bisa langsung didaftarkan dalam MOP di minggu tersebut.
Saat hari H di RS, saya bertemu banyak sekali ibu-ibu peserta MOW. Dan di hari itu, ternyata peserta MOP cuma saya. Sedangkan peserta MOW ada 21 orang dari seluruh Kabupaten Mojokerto.
Menurut petugas BKKBN, setiap hari Sabtu, rata-rata peserta MOW ada sekitar 25 orang. Jadi bisa dibilang, BKKBN Kabupaten Mojokerto berhasil mengajak 25 ibu-ibu setiap minggunya untuk ikut MOW.
Peserta MOP memang relatif lebih sedikit. Makanya perhatian petugas BKKBN ke saya terasa lebih istimewa karena saat itu cuma saya yang melakukan MOP.
Bukan hanya gratis, pasien MOP melalui BKKBN malah mendapatkan uang "pengganti tidak kerja" sebanyak Rp 150.000 per hari dikalikan 3 hari. Jadi totalnya kita mendapatkan Rp 450.000 jika mengikuti program MOP di BKKBN. Eh, tapi riilnya yang ditransfer adalah Rp 443.500, terpotong biaya transfer antar-rekening.
Saat pulang, saya diberi obat rawat jalan dan makan siang (nasi kotak). Selain itu, saya juga diberi 3 boks kondom Andalan. Per boks berisi 12 buah kondom.
Peserta MOP diberi kondom karena pasutri dianggap tidak sedang memakai kontrasepsi lain dan dikhawatirkan masih ada sel sperma yang masih "tersisa" di saluran sperma. Menurut petugas, sperma benar-benar bersih di saluran itu sekitar 3 minggu setelah MOP.
Konon ada kejadian peserta MOP yang setelah operasi ternyata masih bisa membuat istrinya hamil karena tak memakai kontrasepsi lain dalam waktu sekian minggu setelah MOP.
Jadi, mohon hati-hati untuk berhubungan suami istri setelah MOP karena sperma Anda mungkin masih ada yang "aktif".
Jika Anda ingin mengikuti program MOP dari BKKBN, Anda bisa hubungi Kantor BKKBN Bagian KB yang umumnya ada di Kantor Kecamatan. Setelah Anda berkunjung ke sana, harusnya sih mereka akan berkunjung balik ke rumah Anda untuk sesi konsultasi bersama pasangan.
Semoga cukup jelas.



Indonesia
Jang Sinulingga retweetledi

"Bagaimana Hukumnya Secara Agama?"
Bagi yang muslim, masih banyak yang takut bahwa vasektomi itu haram. Memang ada 2 pendapat. Yang mengharamkan itu beralasan bahwa vasektomi adalah proses pemandulan permanen.
Kalau bagi saya, jelas saja itu halal. Vasektomi bukan pemandulan permanen karena secara kedokteran, vasektomi bisa dipulihkan kembali dengan sebutan vasovasostomi. Terlepas dari sangat jarangnya orang yang melakukan vasovasostomi, namun itu setidaknya menunjukkan bahwa vasektomi bukanlah pemandulan permanen.
Vasektomi bukan dengan mengambil buah zakar (testis) lalu membuangnya. Vasektomi hanya memutus saluran dari testis ke saluran sperma. Jadi, setelah vasektomi, pabrik sperma kita masih ada di sana. Hanya "kabelnya" diputus dan diikat, jadi tidak keluar.
Demikian jika kita berdiskusi dari sisi permanen atau tidak permanen. Vasektomi tidak sepenuhnya permanen.
Namun selain itu, syarat vasektomi di negara kita juga sudah cukup masuk akal. Peserta sudah berusia di atas 35 tahun dan sudah punya 2 anak. Jadi, kan tidak semua orang boleh melakukan vasektomi.
Dan yang lebih penting lagi bagi saya adalah: umat Islam harus mulai untuk memikirkan keturunan dari sisi kualitas, bukan lagi kuantitas.
Zaman dulu, sangat mungkin ada kondisi di mana "jumlah" itu sangat penting. Terutama ketika kondisi perang dan tidak aman. Namun di kondisi sekarang, pandangan itu jelas harus diubah.
#islammasadepan #islamdenganlogika
Adalah zalim jika kita mempunyai banyak anak namun tidak mempunyai perencanaan yang bagus terhadap anak-anak kita.
Kita berserah diri ke Allah? Iya. Tapi bukan berarti kita tak wajib ber-ikhtiar. Dan salah satu ikhtiar menghasilkan generasi muslim yang lebih baik adalah dengan menyiapkan rencana yang baik untuk anak-anak kita.
Biaya hidup mahal, biaya kesehatan makin mahal, biaya pendidikan juga apalagi. Jika kita seenak sendiri menuruti nafsu dengan mempunyai banyak anak tanpa rencana yang baik, itu namanya kita orang tua yang durhaka.
Dan jika kita sudah sadar akan pentingnya Keluarga Berencana dan kontrasepsi, maka seharusnya kita tidak membebankan semua itu ke istri. Pada titik tertentu, suami juga harus peduli dan menjalani vasektomi.
Diniatkan untuk membahagiakan istri. Diniatkan untuk memaksimalkan potensi anak yang sudah kita miliki. Maka vasektomi bukan hanya "tidak haram", namun juga jadi jalan ibadah kita.
Sekian.
(Hasyim Muhammad)
Indonesia
Jang Sinulingga retweetledi
Jang Sinulingga retweetledi
Jang Sinulingga retweetledi
Jang Sinulingga retweetledi
Jang Sinulingga retweetledi










