َ

10.8K posts

َ banner
َ

َ

@jenuab

She carries stardust in her veins, the moon in her eyes, and comets dance across her cheeks. She's made of everything that you dreamed of, 𝑱𝒆𝒏𝒏𝒊𝒆 𝑲𝒊𝒎.

1996 Katılım Haziran 2020
292 Takip Edilen205 Takipçiler
َ retweetledi
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Problemnya, masyarakat kita gak benar-benar paham sama metode ilmiah. Even orang kaya. Ini PR besar pendidikan. Dokter itu bukan cenayang. Dokter TIDAK TAHU 100% kita sakit apa. Dokter cuma bisa diagnosa, analisa, kemudian berhipotesa kita sakit apa. Resep yang dibuat juga untuk mengurangi gejala, bukan untuk menjamin kita sembuh. Ini pentingnya SECOND OPINION. Dokter juga manusia dan analisanya terbatas. Tapi bukan berarti salah total. Misal kamu ke dokter Abi trus dia bilang A, pas ke dokter Budi dia bilang B, artinya BUKAN si dokter Budi itu salah. Pada prosesnya, bisa jadi si dokter Budi dapet temuan baru, bisa jadi juga penyakit itu berkembang dan baru bisa diidentifikasi lebih setelah beberapa waktu. Ada banyak variabel. Setiap sarjana bikin skripsi, pake metode ilmiah, tapi hal kayak gini aja bisa gak mudeng. Apalagi masyarakat pada umumnya.
Indonesia
5
177
938
60.3K
َ retweetledi
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Hot takes: Narasi berobat di luar vs domestik ini mirip sama narasi obat alternatif vs dokter. Kalau berobat alternatif cuma diceritain pas sembuh aja. Kalau makin parah, pergi ke dokter. Kalau tambah parah yang diramein dokternya. Berobat di luar juga sama. Kalau sembuh diceritain, kalau misal ga sembuh periksanya di Indo, tapi diem aja. Narasi gak berimbang gini soalnya aku temukan langsung di keluarga sendiri wakowaokwa.
jo 𓇼 ⋆.˚ 𓆉 𓆝 𓆡⋆.˚ 𓇼@shitttherewego

yha kaya alm. vidi aja.. cek di indo dibilangnya aman, pas cek di singapore, kata dokternya ini kemungkinan ada cancer, pas dicek bener aku tau dr vlog almarhum:

Indonesia
114
909
5.7K
775.1K
َ retweetledi
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Raja terakhirnya dikeluarin bjirr. Sejjil missil paling canggihnya Iran. Tidak bisa dihalau pertahanan apapun, akurasi tinggi, jarak jauh. Ini ditembakin kemana coba
Indonesia
313
5.3K
43K
1.9M
َ retweetledi
vani 🕷️
vani 🕷️@shittyshiv·
fuck everyone who voted for him btw
English
666
42.5K
177.5K
2.1M
َ retweetledi
Jæŷ;)
Jæŷ;)@j4jayjay_·
When you realize you survived the covid pandemic just to face WW3
Jæŷ;) tweet media
English
45
5.7K
26.6K
341.1K
َ retweetledi
Tiffany Fong
Tiffany Fong@TiffanyFong·
Tiffany Fong tweet media
ZXX
44
3.3K
42K
285.5K
َ retweetledi
n x d
n x d@nxd1979·
what every day feels like now
English
171
18.2K
105.7K
3.3M
َ retweetledi
Pamphlets
Pamphlets@PamphletsY·
🚨🇰🇵 BREAKING — North Korea Demanded Israel Immediately Stop "Terrorist" Actions Against Iran.
Pamphlets tweet mediaPamphlets tweet media
English
1.4K
9.1K
67.8K
4.6M
َ retweetledi
tamrintomagola
tamrintomagola@tamrintomagola·
Beijing mengumumkan: “Jika Amerika Serikat atau Israel menyerang Iran, China akan segera menghentikan semua ekspor logam ke AS, sebuah langkah yang dapat melumpuhkan industri militer AS dalam waktu 48 jam.” Pernyataan seperti ini mustahil keluar dari Presiden Indonesia.
Indonesia
560
16K
75.8K
1M
َ retweetledi
ntang
ntang@prkdlx·
Aku merindukan presiden yg bisa nulis kaya gini sendiri tanpa bantuan admin. *SBY*
S. B. Yudhoyono@SBYudhoyono

HARI-HARI YANG MENENTUKAN SEJARAH AMERIKA DAN IRAN: PERANG ATAU DAMAI? Jenewa kota yang indah, damai dan saat ini hawanya sejuk. Namun, jam-jam ini, hari-hari mendatang, kota yang penuh legenda ini bisa menjadi saksi sejarah. Bisa melahirkan sebuah “game change” yang berimplikasi besar pada perkembangan dunia. Di penghujung Februari 2026 ini, tengah berlangsung sebuah perundingan dan negosiasi yang sangat penting. Juru runding Amerika Serikat tengah melakukan pertemuan tidak langsung (melalui mediator) dengan juru runding Iran. Banyak kalangan yang tengah menunggu hasil negosiasi itu, utamanya bangsa-bangsa di kawasan Timur Tengah. Sukses atau gagal? Bawa kedamaian, atau sebaliknya menyulut terjadinya peperangan yang dahsyat? Semua tahu bahwa negosiasi, utamanya menyangkut masa depan proyek nuklir Iran itu sesuatu yang sangat rumit dan tidak mudah untuk membangun opsi yang bisa diterima kedua belah pihak. Kepentingan kedua negara sangat berbeda. Ketika perundingan tengah berlangsung, di kawasan Timur Tengah sedang berhadap-hadapan dua negara yang siap berperang. Para juru runding juga harus cerdas membaca pikiran kedua pemimpin yang memberikan mandat pada mereka, Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei. Membangun “harmoni” antara juru runding dengan para bosnya mungkin juga sesuatu yang tidak mudah. Sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam resolusi konflik, baik pada tingkat nasional maupun internasional, saya mesti mengatakan bahwa sebuah negosiasi itu sangat melelahkan. Perlu kesabaran, kecerdasan, dan keuletan. Siap untuk berkompromi serta bersedia untuk sebuah “take and give”. Keinginan dan sasaran yang digariskan oleh kedua pemimpin negara juga harus sangat dimengerti. Khusus negosiasi Amerika-Iran ini, saya mengamati bahwa kedua pemimpin mereka, Donald Trump dan Ali Khamenei memiliki “uniqueness”. Keduanya memiliki ego, ambisi dan juga “personal interest”. Trump khawatir kalau sampai gagal, reputasi serta “legacy” indah yang ingin diraih bisa hancur berantakan. Ali Khamenei juga khawatir kalau sengketa sengit dengan Amerika ini, jika nasibnya naas, bisa berakhir dengan pergantian rezim dan “he must go”. Berarti, ini merupakan “survival interest” buat pemimpin Iran itu. Banyak pihak yang memprediksi atau menyimpulkan jika perundingan ini gagal, maka perang besar pun akan segera meletus. Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei. Pendapat saya, terjadinya perang yang seolah diniscayakan itu, bisa iya, bisa tidak. Apalagi kalau para jenderal di kedua belah pihak, terus mengawal pengambilan keputusan para pemimpinnya. Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan tentaranya untuk berperang. Terlalu tinggi risiko dan harga yang harus mereka bayar kalau keputusannya salah. Ada catatan penting bagi seorang “commander-in-chief” untuk mengambil jalan perang guna memenuhi kepentingan nasionalnya. Pertama, apakah perang itu harus dilaksanakan atau masih ada opsi yang lain? Inilah yang sering disebut “war of necessity” dan “war of choice”. Pada akhirnya, kedua belah pihak akan menentukan berperang atau menempuh jalan lain. Kedua, negara siap berperang kalau kalkulasi rasionalnya menjamin bahwa perang dapat dimenangkan. Baik Trump maupun Khamenei harus bisa meyakinkan dirinya sendiri, dengan menggunakan logika dan akal sehatnya, bahwa perang yang ia pilih memang akan bisa dimenangkan. Karena perang terkait dengan nasib dan masa depan rakyat yang dipimpinnya, yang memberikan mandat dan kepercayaan, suara mereka mesti didengar. Pertimbangan dan saran para jenderal dan petinggi militer juga mesti diindahkan, jangan terkubur dengan ego pemimpin yang kelewat tinggi. Bagi Amerika yang boleh dikatakan terus sesumbar untuk menghancurkan Iran (meskipun belakangan Iran juga mengobarkan dan menjanjikan ancaman), perlu dipikirkan dalam-dalam sebelum mengambil keputusan untuk berperang. Maksud saya, jangan-jangan bagi Amerika menang perangnya sulit dicapai, kemudian “exit” atau mengakhiri peperangan juga tidak mudah dilakukan. Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan. Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan. Terakhir, ada pesan dari seorang warga Indonesia dan juga warga dunia melalui media ini. Bukan hanya untuk Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei, tetapi juga untuk seluruh pemimpin politik di dunia yang di tangannya ada sebuah tombol untuk memulai peperangan. Begini pesan saya. Para perwira dan para prajurit itu juga punya jiwa, punya keyakinan, punya akal sehat, dan tentunya punya harapan. Kalau soal berkorban untuk nusa dan bangsa, tentara selalu siap mengorbankan jiwa dan raganya. Hal itu tidak perlu diragukan. Selama 30 tahun saya mengabdi di dunia militer, lima tahun saya pernah bertempur untuk Sang Merah Putih. Namun, sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh apa yang ada dalam hati dan pikiran para prajurit. Ada kalimat indah yang mesti diingat oleh para pemimpin politik – presiden atau perdana menteri – “Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for” (Prajurit tidak bertempur dan siap untuk mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati) *SBY*

Indonesia
54
2.2K
15.7K
397.5K
َ retweetledi
TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA@txtdrjkt·
Perang rudal di langit Qatar dunia diambang perang, dampaknya untuk Indonesia: 1. Harga minyak & emas melambung. 3. Rupiah melemah. 4. IHSG anjlok. 😢😢
Indonesia
108
1.6K
8.1K
362.3K
َ retweetledi
Amock_
Amock_@Amockx2022·
Putin : 73 years old Trump : 79 years old Netanyahu : 76 years old Narendra Modi : 75 years old Xi Jinping : 72 years old Khamenei : 86 years old All of them have lived their lives and witnessed their peaks already. The next generation wants peace and growth, not World War 3 The world needs young leaders now
English
3.2K
37.5K
204.4K
10.5M
َ retweetledi
Andi Envio
Andi Envio@AndiEnvio·
@sociotalker Dalam hal ini, Istana secara tidak langsung membenarkan teror terhadap aktivis yg mengkritik MBG.
Indonesia
6
169
1.9K
12.9K
َ retweetledi
🌻
🌻@choitcherryy·
@faithreverie Woy ini woy liat. Ngetawain ini dari tadi
🌻 tweet media
Indonesia
257
2K
20.1K
276.7K
َ retweetledi
シエラ! ࣪𖤐
シエラ! ࣪𖤐@faithreverie·
padahal knetz ini terkenal lumayan pedes sampe banyak artis kipop yang kena mental kalo di roasting netizennya sendiri. tapi ngadepin netindo ini kayak kebalikannya deh. bayangin aja udah effort ngatain sana sini cuma dibales “cilor mau cilor?” unbothered level: GOD. 😭😭😭
Indonesia
1.2K
25.3K
173.1K
2.4M