Aditya

378 posts

Aditya banner
Aditya

Aditya

@jimbotama

7TUMRBA8

Yogyakarta Katılım Ekim 2013
109 Takip Edilen29 Takipçiler
Legacy (Fan)
Legacy (Fan)@LegacySiu·
Guess the player VERY HARD
Legacy (Fan) tweet media
English
9.6K
497
6.3K
1.5M
Aditya
Aditya@jimbotama·
@angga_fzn Siapin duit banyak menjelang 2030..tarik semua duit lu di bank jadiin emas ato aset lainnya.. Gausah te trlalu berharap dengan negara ini.. Pikirin diri sendiri dan keluarga lu cari duit yg banyak sebelum terlambat.. Wasalam Indonesia
Indonesia
0
0
0
9
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Gue ngebayangin ini seremnya adalah, - semua exportir kalau mau export musti share data & harga ke badan export tunggal ini, ke satu pintu - lalu si badan ini jadi punya data seluruh pembeli eksportir beserta harganya - kemudian somehow si pembeli ini mungkin bisa diambil sama orang lain ibarat kata, ga bantu nyari klien tp tiba2 dapet semua data. tlg kasih tau kl imajinasi gw salah. plis.
Angga Fauzan @angga_fzn

Wow,, export tunggal beneran?? Semua harus lewat BUMN?

Indonesia
171
1.1K
4.5K
260.1K
Masud
Masud@Txmasud·
Drop Binance UID Fast.
English
209
38
148
11.4K
Borg
Borg@Borg_Cryptos·
I give you $500 what are you buying ? Best answer win price. Let you 2 hours.
English
197
23
106
10.1K
shiran
shiran@shiranzouu·
@TalonXBT Namanya aja jembutama bang 🤣
Indonesia
1
0
0
341
talon
talon@TalonXBT·
Keep searching hidden gem on base
English
14
0
71
5.8K
Aditya
Aditya@jimbotama·
@LambeSahamjja Halal dibunuh ini.. Tolong para napi dipenjara disiksa pelan2..
Indonesia
0
0
1
2.9K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kasus yang menurut gue adalah salah satu yang paling menggemparkan dan paling penting untuk dibahas dengan kepala dingin karena ini menyangkut keselamatan anak-anak di institusi yang paling dipercaya oleh orang tua di Indonesia. Kasus pelecehan seksual oleh oknum pengasuh pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah. Kasusnya seperti apa: Seorang pendiri dan pengasuh pondok pesantren di Dipati, Pati berinisial AS kini sudah berstatus tersangka per tanggal 28 April 2026 setelah dilaporkan sejak 2024. Korban yang berani melapor adalah santriwati yang masuk pesantren sejak 2016-2017 pada usia sekitar 14 tahun. Modusnya bertahap dan sangat terstruktur dimulai dari disuruh memijat, lalu diajak ziarah dan selawatan, kemudian diarahkan ke praktik yang lebih jauh dengan dalil "terapi batin" dan "perintah guru tarekat." Yang paling mengerikan adalah justifikasi yang digunakan: korban diberitahu bahwa mereka memiliki "penyakit batin" seperti iri dan dengki, dan "obatnya" adalah menemani oknum tersebut tidur. Ketika korban menolak atau mencoba cerita ke orang lain diancam sanadnya diputus, artinya jalur keilmuannya terputus dari guru. Skala dugaan kejahatan ini: Dari keterangan yang disampaikan, dugaan jumlah korban mencapai sekitar 50 santriwati dari berbagai daerah termasuk Jakarta dan Kalimantan. Kasus ini dilaporkan sejak 2024 tapi sempat stagnan tanpa perkembangan yang jelas. Baru setelah ada pendampingan hukum dari kuasa hukum baru dan dukungan ormas lokal perkara ini naik ke penyidikan dan tersangka ditetapkan. Penyidikan sudah didukung oleh bukti yang cukup kuat: visum, keterangan korban, rekaman percakapan di WhatsApp yang memuat pesan seperti "temani Bapak tidur kalau tidak mau saya ganti yang lain," serta dua HP yang disita sebagai barang bukti. Modus yang perlu dipahami agar tidak terulang: Ada pola yang sangat sistematis di sini yang perlu dikenali oleh semua orang tua. Pertama grooming bertahap. Tidak ada pelecehan yang terjadi di hari pertama. Selama 3 tahun pertama semua berjalan normal. Kepercayaan dibangun pelan-pelan sebelum penyimpangan dimulai. Kedua doktrin ketaatan digunakan sebagai senjata. Di lingkungan pesantren, tawadu atau kepatuhan kepada guru adalah nilai yang sangat dihormati. Oknum ini mengeksploitasi nilai tersebut untuk membuat korban tidak berani menolak atau melapor. Ketiga ancaman spiritual. Ancaman "sanad diputus" atau "berkah ilmu hilang" adalah ancaman yang secara psikologis sangat berat bagi santri yang menghargai jalur keilmuannya. Ini membuat korban terdiam bahkan ketika ingin bercerita. Keempat isolasi korban. Korban yang mencoba bercerita kepada kakaknya justru dipanggil dan dimarahi. Orang-orang di sekitar yang mengetahui pun diam karena takut atau percaya oknum tersebut "sakti." Yang membuat kasus ini akhirnya terbongkar: Ayah korban yang tidak menyerah. Sudah dua kali ditawari uang pertama Rp300 juta, kedua Rp400 juta dan dua kali menolak. Diancam, diintimidasi, disuruh cabut laporan tetap tidak mundur. Kuncinya juga ada pada pergantian tim penyidik. Dengan Kapolres, Kasatnya, dan penyidik yang baru dalam 3 bulan berkas sudah bergerak dan tersangka ditetapkan. Sesuatu yang tidak terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya. Yang perlu dikawal ke depan: Pertama — ancaman hukuman harus maksimal. Pasal perlindungan anak dengan lebih dari satu korban seharusnya memberikan tuntutan minimum yang jauh lebih berat. Kuasa hukum mendorong minimal 15 tahun, bukan 3 tahun. Kedua — ketua yayasan yang diarak dalam demonstrasi 2 Mei statusnya belum jelas dan masih akan dikembangkan penyidikannya. Apakah dia mengetahui dan membiarkan praktik ini berlangsung bertahun-tahun itu adalah pertanyaan yang harus dijawab. Ketiga — tujuh dari delapan pelapor masih bekerja di pondok pesantren tersebut. Mereka perlu perlindungan nyata agar tidak diintimidasi lebih lanjut. Satu hal yang sangat penting untuk digarisbawahi: Kasus ini bukan tentang pesantren sebagai institusi. Pesantren adalah tempat yang baik dan dipercaya jutaan keluarga Indonesia untuk mendidik anak-anak mereka. Yang bermasalah adalah satu oknum yang menggunakan jubah keilmuan untuk menyembunyikan predasi. Justru karena pesantren adalah institusi yang begitu dipercaya hukum harus sangat tegas terhadap siapapun yang mengeksploitasi kepercayaan itu. Bukan untuk menghancurkan nama pesantren, tapi untuk membersihkan sistem dari orang-orang yang mencemarkannya. Dan cara satu-satunya agar hal ini tidak terus terjadi adalah transparansi, keberanian melapor, dan penegakan hukum yang tidak bisa dibeli dengan Rp300 juta atau Rp400 juta.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
71
521
2.2K
335.9K
SeyVibezS
SeyVibezS@mslaggert·
3 WINNERS The 3 people that has 0 likes in the comments wins the phones Will pick tmr 😇🔁
SeyVibezS tweet media
English
4.9K
519
3.9K
337.5K
Aditya retweetledi
Fan Mazi Tuunde
Fan Mazi Tuunde@KingTunde_SZN·
TILL NOW NOBODY IS YET TO GET IT THE ANSWER IS NOT 95 What number do you see? RT LEVEL- VERY HARD Nobody is yet to find the number 👀 Correct answer wins $10,000 Ends 295hrs
Fan Mazi Tuunde tweet media
English
3.5K
68
538
120.9K
KNIGHT
KNIGHT@cryptoknight890·
I HAVE FOUND THE NEXT $LAB ? NAME STRTS WITH ' S " ANY GUESS ?
English
31
2
51
17.7K
Jewel 🌗
Jewel 🌗@OfficialJoel4_·
What number is missing? RT 🔄 Correct answer wins $350 Ends 48 hrs
Jewel 🌗 tweet media
English
34.3K
1.4K
7.5K
2.7M
MrBeast
MrBeast@MrBeast·
If this tweet has exactly 1 like in 24 hours I’ll give that person $1,000,000
English
259.1K
30.3K
1.1M
71.1M