jim

8.3K posts

jim banner
jim

jim

@jimbrons

Fastabiqul Khairat

Sidoarjo Katılım Mayıs 2012
1K Takip Edilen712 Takipçiler
jim
jim@jimbrons·
@MuhammadiyinGL Dan selalu bisa satu routing meskipun beda server
jim tweet media
Indonesia
0
0
0
38
Muhammadiyin
Muhammadiyin@MuhammadiyinGL·
Muhammadiyin itu simpel: salat idul fitrinya hari ini, silaturahmi dan kumpul keluarga besarnya nungguin yang masih puasa. Takbiran secukupnya, masak opor sewajarnya. 🥰
Indonesia
170
1.1K
7.9K
181.2K
Muhammadiyin
Muhammadiyin@MuhammadiyinGL·
MUHAMMADIYAH TIDAK MEMPERBOLEHKAN ORANG ZIARAH DIKUBUR..
Indonesia
57
171
965
99.5K
Joel Picard
Joel Picard@sociotalker·
@Roastery_expert betul. warkop kyk gini, kalo kopinya pas dan enak, bisa jd ruang buat lepas dr tuntutan validasi.
Indonesia
5
5
416
236K
Joel Picard
Joel Picard@sociotalker·
dekat rumah ada satu kafe. yg punya bapak dan anak. tempatnya kozi dan fancy. pake mesin espresso. udah 2 tahun buka tapi msh sepi. tiba2 100 meter dr situ seorang anak muda buka warkop gerobak atas selokan. kopinya seduh manual. 2 bulan buka langsung rame.
Joel Picard tweet media
Indonesia
268
504
21.5K
2.6M
☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱
Ilmu Titen Jawa tentang Pohon Beringin Dalam titen Jawa, beringin bukan pohon sembarangan. Simbol pengayom & pusat kehidupan Beringin dianggap pangayoman, tempat berteduh, berkumpul, dan mencari perlindungan. Makanya dulu : Alun-alun selalu ada beringin Balai desa, pasar, persimpangan tua sering ada beringin Penanda tanah kuat dan stabil Orang Jawa percaya : Beringin bisa hidup subur di situ maka tanahnya kuat, airnya cukup, aman untuk pemukiman. Tempat yang sepi tapi rame. Sepi secara manusia, rame secara energi alam. Ini bukan soal mistis doang, tapi pengamatan lama bahwa : Banyak hewan kecil hidup di sana Suhu lebih adem Tanah lembab stabil Dikeramatkan bukan karena setannya, tapi karena umurnya Pohon beringin tua sering dianggap keramat karena : Umurnya ratusan tahun Sudah menyaksikan banyak peristiwa Dalam titen yang tua itu dihormati, bukan ditakuti. Sains tentang Pohon Beringin Nah, ini bagian ilmiahnya : Akar gantung = sistem penyangga alami Akar gantung beringin itu : Menyerap uap air Menstabilkan batang Mengikat tanah dan mencegah longsor Pengatur mikroklimat Kanopi lebar beringin : Menurunkan suhu sekitar 3–5°C Menjaga kelembaban udara Itu sebabnya tempat beringin selalu adem. Penjaga air tanah Sistem akar dalam & menyebar : Membantu infiltrasi air hujan Menjaga cadangan air tanah Cocok ditanam dekat sumber air (tapi tidak terlalu dekat bangunan). Pusat biodiversitas Secara ekologi, beringin disebut keystone species : Buahnya dimakan burung, kelelawar, serangga Jadi pusat rantai makanan Kalau beringin hilang maka ekosistem sekitar ikut terganggu. Titik Temu Ilmu Titen & Sains Ini yang indah, Yang orang Jawa sebut : Beringin itu pusat kehidupan. Dalam sains artinya : Beringin adalah penyangga ekosistem dan keseimbangan lingkungan. Jadi bukan mistis kosong, tapi kearifan yang lahir dari pengamatan ratusan tahun. Kenapa tidak disarankan dekat rumah ? Bukan karena “angker”, tapi karena : Akar bisa merusak pondasi Kanopi terlalu lebar Menyerap banyak air Ilmu titen bilang : Beringin iku becik kanggo umum, ora becik kanggo pager omah. Dan sains ? Sepakat. Semoga Bermanfaat...🙏 #TitenJawa #IlmuTiten #Beringin
☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱 tweet media
Indonesia
21
135
472
14.9K
jim
jim@jimbrons·
@Excel_Dee Aq ya ada pohon asam di rumah Tp nek kecil saya, asam di tanam disepanjang jalan raya. Fungsi nya untuk memasak aspal. Jadi kalau ada perbaikan jalan, pohon asam lah korbannya. Tapi kalau buat aku, batang paling kuat dan presisi buat setep (ketapel) dan tak cangkok u bonsai
Indonesia
0
0
0
159
☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱
Pohon Asam Jawa Titen Leluhur, Sains, dan Makna “Keramat” yang Sebenarnya. Dulu, leluhur dan orang tua kita sering menanam pohon asam jawa hingga besar, bahkan membiarkannya hidup puluhan tahun di pekarangan, pinggir sawah, balai desa, atau tepi jalan. Bagi generasi sekarang, kebiasaan ini kadang dipertanyakan, apa maknanya? aman gak buat bangunan? dan kenapa sering dianggap keramat? Kalau ditelusuri dengan ilmu titen dan sains, jawabannya justru sangat logis dan penuh kebijaksanaan. Makna Pohon Asam Jawa dalam Ilmu Titen Leluhur Dalam titen Jawa, pohon asam bukan sekadar tanaman buah. Simbol kesabaran dan keberlanjutan hidup. Asam tumbuh pelan, lama berbuah, tapi kuat dan berumur panjang. Leluhur menanamnya bukan untuk kepentingan hari ini, melainkan untuk anak cucu. Ini simbol rumah yang diniatkan untuk ditempati lama, bukan sekadar singgah. Penyeimbang panas dan energi lingkungan. Asam dipercaya membawa suasana adem dan ayem. Pekarangan yang ditanami asam biasanya lebih sejuk, teduh, dan tenang. Penanda rumah mapan dan titik sosial Dulu, asam sering menjadi tempat berteduh, musyawarah, atau penanda wilayah. Karena fungsinya penting, ia dijaga lintas generasi. Penjelasan Ilmiah (Sains Modern) Apa yang diamati leluhur ternyata sejalan dengan sains. Sistem Akar Asam jawa memiliki akar tunggang yang dalam, bukan tipe akar agresif menyamping. Relatif aman bagi pondasi bangunan, selama jarak tanam diperhitungkan. Tajuk dan Iklim Mikro Daunnya kecil dan majemuk maka cahaya tetap tembus. Menurunkan suhu lingkungan sekitar beberapa derajat. Tidak menyebabkan kelembaban berlebih di rumah. Tanah dan Ekologi Daun gugurnya cepat terurai dan menyuburkan tanah. Mendukung mikroorganisme tanah. Menjadi habitat burung dan serangga penyeimbang ekosistem. Aman atau Tidak Ditanam di Pekarangan? Aman, dengan syarat Dianjurkan jika : Jarak minimal 5–7 meter dari bangunan utama Tidak tepat di atas septic tank atau saluran air Pekarangan cukup luas Dilakukan pemangkasan cabang secara berkala Perlu dihindari jika : Pekarangan sempit Rumah rapat dengan pondasi dangkal Masalah yang sering terjadi bukan karena akar, melainkan cabang besar yang tidak pernah dirawat. Lalu, Kenapa Pohon Asam Jawa Sering Dianggap “Keramat”? Di sinilah sering terjadi salah paham. Dalam pandangan leluhur, yang dihormati bukan pohonnya, tapi perannya. 1. Umurnya Panjang dan Dijaga Lintas Generasi Apa pun yang hidup lebih tua dari manusia akan diperlakukan dengan tata krama. Maka muncul istilah keramat, yang sebenarnya bermakna : jangan sembrono. 2. Pohon Penting Secara Sosial Karena menjadi titik kumpul, peneduh, atau penanda wilayah, pohon asam dijaga keberadaannya. Sesuatu yang dijaga bersama lama-kelamaan dianggap sakral. 3. Strategi Budaya Melindungi Alam Leluhur paham, melarang dengan bahasa ilmiah belum tentu dipatuhi. Maka digunakan bahasa budaya : “Iki keramat.” Hasilnya: pohon tidak ditebang sembarangan, lingkungan tetap seimbang. Meluruskan Salah Kaprah Pohon asam adalah tempat makhluk halus Ditebang pasti mendatangkan celaka Harus disembah atau diberi sesajen Yang benar : Jangan menebang sembarangan Hormati fungsi ekologinya Rawat dan ganti bila harus ditebang Leluhur tidak menyembah pohon, mereka hidup berdampingan dengan alam. Pohon asam jawa adalah : Simbol kesabaran dan keberlanjutan hidup Penyeimbang lingkungan secara ekologis Bukti bahwa leluhur kita sudah menerapkan etika lingkungan jauh sebelum sains modern berbicara Yang disebut “keramat” bukan karena mistis, tapi karena nilai dan fungsinya bagi kehidupan. Alam dijaga dengan rasa hormat, bukan rasa takut. Itulah titen leluhur yang hari ini mulai kita lupakan. Aku juga nanam pohon Asam Jawa di rumah 😊 Semoga Bermanfaat...🙏 #TitenJawa #IlmuTiten #AsamJawa
☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱 tweet media☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱 tweet media☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱 tweet media
Indonesia
39
241
894
34K
jim
jim@jimbrons·
@zakiberkata Gini mas zak
Tulangan, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
583
jim
jim@jimbrons·
@Excel_Dee Bahas dong bekecot, atau dah lewat.. Lahan ku taman depan ada beberapa bekecot n uler gaga.. Saran tambah &/ edit dg hastag #titenjawa baik yg sudah &/ akan diposting Sbb info dari sampean bagus dengan komparasi #titenjawa dengan keilmuan &/ teknologi, apalagi dibuat series
Indonesia
1
0
2
1K
☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱
Selamat pagi.... Dulu, saat masih kecil dan sering main di sawah, aku akrab dengan Yuyu (kepiting sawah). Di kampung ku, Yuyu sering dipercaya bisa “nangkap tuyul”. Kepercayaan ini hidup turun-temurun sebagai bagian dari ilmu titen, cara orang Jawa membaca alam lewat tanda dan kebiasaan makhluk hidup. Secara titen, yuyu dianggap penjaga sawah. Ia hidup di tanah lembab, gelap, dan berlubang, wilayah yang dalam imajinasi orang dulu kerap dikaitkan dengan makhluk halus. Sifatnya yang aktif di malam hari, berani mencapit, dan tidak mudah terusik membuat yuyu dipercaya mampu mengusir gangguan tak kasat mata, termasuk tuyul. Maka tak heran, kehadirannya dimaknai sebagai pertanda sawah yang aman dan terjaga. Namun jika dilihat secara ilmiah, yuyu sama sekali tidak berkaitan dengan makhluk gaib. Yuyu adalah bagian penting dari ekosistem sawah. Kehadirannya menandakan tanah yang masih lembab, struktur tanah yang baik, dan ketersediaan bahan organik. Lubang-lubang yuyu membantu aerasi tanah, sementara kebiasaannya memakan sisa organik dan hewan kecil berperan menjaga keseimbangan ekosistem. Sawah yang stabil, subur, dan hidup seperti inilah yang oleh orang-orang dulu kemudian dimaknai sebagai tempat yang terlindungi. Bahasa sains menyebutnya keseimbangan ekologi, sementara bahasa titen menyebutnya sawah sing aman. Di sisi lain, Yuyu juga bisa menjadi hama padi bila populasinya berlebih. Yuyu dapat : Memotong bibit padi muda Merusak perakaran tanaman Membuat lubang yang menyebabkan tanaman roboh Kondisi ini biasanya terjadi saat ekosistem sawah tidak seimbang atau predator alaminya berkurang. Cara mengendalikan yuyu yang lebih ramah lingkungan antara lain : Menjaga keseimbangan ekosistem, misalnya dengan keberadaan ikan sawah atau burung pemakan kepiting Pengelolaan air yang baik, tidak membiarkan genangan terlalu lama Penangkapan manual atau perangkap sederhana pada fase awal tanam Menghindari penggunaan racun berlebihan yang justru merusak organisme lain Dari sini kita belajar bahwa Yuyu bukan sepenuhnya “penjaga” atau “pengganggu”. Dalam bahasa titen, sawah yang terlalu banyak yuyu pertanda alam sedang tidak seimbang. Dalam bahasa sains, itu berarti populasi melampaui daya dukung lingkungan. Yuyu bukan penangkap tuyul, melainkan penjaga keseimbangan alam. Kepercayaan lama dan sains modern bertemu pada satu titik alam yang sehat akan terasa aman, tenteram, dan memberi kehidupan. Semoga Bermanfaat....🙏
☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱 tweet media☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱 tweet media☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱 tweet media☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱 tweet media
Indonesia
12
65
336
23.6K
jim retweetledi
☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱
Ulat Gagak (Orthomorpha coarctata) Bukan Sekadar Bau Wengur, tapi Bahasa Alam dari Tanah. Di banyak daerah Jawa, hewan ini dikenal dengan nama “ulat gagak”. Tubuhnya hitam mengkilap, beruas-ruas dengan garis kuning cerah, jalannya pelan tapi konsisten, dan satu ciri yang paling khas: baunya wengur, menyengat, dan bikin eneg kalau terganggu. Secara ilmiah, hewan ini bukan ulat kupu-kupu, tapi termasuk kaki seribu (Diplopoda), dengan salah satu spesies yang sering ditemukan yaitu Orthomorpha coarctata. Titen Petani Jawa Petani Jawa membaca kemunculan “ulat gagak” sebagai tanda : tanah sedang lembab kebun teduh banyak bahan organik kehidupan tanah lagi ramai Ada yang bilang : “Yen uler gagak betah, berarti lemah lagi subur lan sugih pangan.” Artinya : tanah lagi hidup. Penjelasan Ilmiahnya Orthomorpha coarctata suka hidup di : tanah lembab serasah daun kayu lapuk tempat teduh Perannya penting : membantu menghancurkan daun & bahan organik mempercepat pembentukan humus memperbaiki struktur tanah mendukung ekosistem mikro tanah Jadi kehadirannya adalah tanda : kelembaban tercukupi bahan organik melimpah ekosistem tanah sehat Kenapa Baunya Wengur Menyengat? Bau itu bukan kebetulan. Kaki seribu mengeluarkan cairan pertahanan (sering mengandung senyawa benzoquinone) yang: aromanya kuat dan tidak enak bikin predator enggan memakannya jadi “tameng hidup” mereka Makanya kalau diganggu, bau langsung keluar. Bahasa lucunya “Aku kecil tapi aku bau… jangan ganggu aku yaaa” 😂 Kalau Populasinya Terlalu Banyak? Itu tanda : tanah terlalu lembab serasah menumpuk drainase kurang baik Biasanya mereka tidak merusak tanaman sehat, tapi kalau jumlahnya sangat besar bisa mengganggu tunas muda. Pengelolaannya cukup : perbaiki drainase kurangi genangan bersihkan serasah berlebih tanpa perlu langsung racun karena mereka juga “pekerja tanah”. Ulat gagak / Orthomorpha coarctata mungkin bau, tapi kehadirannya adalah bahasa alam yang memberi tanda bahwa tanah sedang hidup, kaya bahan organik, dan ekosistem bawah tanah berjalan baik. Kearifan lokal & sains sepakat alam selalu memberi tanda, tugas kita membacanya dengan bijak. Semoga Bermanfaat...🙏
☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱 tweet media
Indonesia
126
578
2.4K
164.4K
jim retweetledi
Vala Afshar
Vala Afshar@ValaAfshar·
The total history of human migration on earth
English
426
1.1K
6.2K
706.2K
jim retweetledi
☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱
Pakis Banyak Tumbuh di Tembok & Kebun Liar… Pertanda Apa? Di banyak tempat, kita sering melihat pakis tumbuh subur di tembok, pinggir kebun, atau tempat-tempat yang dibiarkan liar. Buat sebagian orang Jawa dulu, ini bukan sekadar tanaman liar, tapi “titen alam” yang memberi tanda tentang kondisi lingkungan. Dalam kearifan lokal / ilmu titen : Menandakan tempat itu adem, teduh, dan hidup. Biasanya lokasi seperti ini jarang terganggu manusia, jarang dicangkul, jarang dibersihkan ekstrem. Dipandang sebagai tanda lingkungan yang tenang dan stabil. Dalam sudut pandang ilmiah : Kemunculan pakis bukan kebetulan. Ia tumbuh subur karena : 1. Lingkungan lembab & teduh Pakis menyukai tempat dengan kelembaban tinggi dan sinar matahari tidak langsung. 2. Ada media tumbuh meski tipis Di tembok, pakis bisa hidup karena ada lumut, retakan kecil, lapisan tanah tipis, atau sisa bahan organik. 3. Tempat relatif stabil Kalau pakis sampai besar dan banyak, artinya lokasi itu tidak sering diganggu atau dibersihkan total. 4. Sering terkait tanah agak asam & kaya bahan organik Banyak jenis pakis menyukai kondisi seperti ini. Pakis yang tumbuh liar tanda indikator lingkungan yang lembab, teduh, stabil, dan cukup sehat. Alam sebenarnya selalu berbicara, dan pakis adalah salah satu bahasanya. Semoga Bermanfaat...🙏
☀️☯️ Ĕxčèĺ Ďèé🌏🌱 tweet media
Indonesia
12
81
329
18.7K
Dominus Lapidis
Dominus Lapidis@DomiLapi_1220·
@RioRichocho jadi simpelnya mereka ngga korupsi karena ngga ada yang dikorupsi?
Indonesia
6
0
214
10.6K
Rio
Rio@RioRichocho·
Jogja itu lucu, kombinasi antara unelected official (ga ada kebutuhan untuk rebutan kursi) dan minim SDA (ga ada izin tambang/kebun yang bisa diperdagangkan) bikin pemda-nya somehow works
☀️🌲breadunderscore 🇳🇫@breadunderscore

Indonesia
16
72
610
59K
jim retweetledi
Georitmus 🇮🇩
Georitmus 🇮🇩@zakiberkata·
Ketika hulu sudah dirusak, hilir tinggal menunggu bencana. Ini rumus mitigasi banjir bandang. Silakan cek di wilayahmu masing-masing
Indonesia
48
2.5K
6.2K
244.7K
jim retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
Pengangguran Massal 😥 Yoshua Bengio, salah satu bapak pendiri kecerdasan buatan (AI) modern dan penerima penghargaan Turing, mengeluarkan peringatan keras. Bahwa hampir semua pekerjaan manusia akan lenyap karena AI. Bukan lagi soal “mungkin” atau “jauh di masa depan”, tapi hanya tinggal menunggu waktu. Menurutnya, pekerjaan kantoran seperti administrasi, penulisan laporan, analisis data, hingga coding akan menjadi yang pertama hilang karena AI sudah mampu melakukannya lebih cepat dan murah. Bahkan anak muda Generasi Z yang baru lulus kuliah saat ini sedang kesulitan mencari pekerjaan entry-level karena banyak perusahaan sudah menggantinya dengan software AI. Banyak orang berpikir pekerjaan manual atau fisik seperti tukang ledeng, tukang listrik, atau montir akan aman lebih lama. Namun Bengio menegaskan bahwa itu hanya penundaan sementara. Robot-robot di pabrik dan gudang semakin canggih, mengumpulkan data besar-besaran yang membuat AI belajar melakukan tugas fisik dengan sangat presisi. Pada akhirnya, bahkan pekerjaan yang butuh tangan manusia pun bisa digantikan sepenuhnya. Ini berbeda dari revolusi industri sebelumnya, di mana mesin menghapus pekerjaan lama tapi menciptakan pekerjaan baru, kali ini, AI bisa melakukan hampir segala yang manusia lakukan, bahkan lebih baik. Peringatan Bengio ini seperti alarm darurat bagi kita semua. Dia sendiri menyesal tidak menyadari risiko ini lebih awal dan kini aktif mendorong pengembangan AI yang aman. Masyarakat dan pemerintah perlu segera mempersiapkan solusi, seperti pelatihan ulang tenaga kerja, pendapatan dasar universal, atau aturan ketat terhadap perusahaan teknologi. Jika tidak, kita bisa menghadapi pengangguran massal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Intinya, masa depan di mana manusia tidak lagi perlu bekerja sudah di depan mata. Pertanyaannya, apakah kita siap menyambutnya dengan bijak? fortune.com/2025/12/19/yos…
Indonesia
35
174
423
37.5K
bisadiam
bisadiam@tidackkkkkkkkkk·
@GNFI Ini cara join nya gimana ya?
Indonesia
1
0
0
122
Mey
Mey@m0uivv·
@tempodotco Skema nya gimana? Berarti muhamadiyah beli kah??? Link nya manaa mau bacaaa
Indonesia
4
0
1
10.8K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
tempo.co tweet media
ZXX
350
4K
24.5K
642.6K