Jack The Crypto 🍉

17.2K posts

Jack The Crypto 🍉 banner
Jack The Crypto 🍉

Jack The Crypto 🍉

@joko4ko2

My Live My Adventure

Indonesia Katılım Aralık 2009
2.8K Takip Edilen1.8K Takipçiler
Jack The Crypto 🍉 retweetledi
Arem_malang
Arem_malang@mufi_d·
@doelpaten @rimacahaya661 Dana umat tidak produktif karena nggak dikelola pemerintah....katanya. justru zakat yg dikelola masyarakat menjadi dana produktif yg bergulir di masyarakat. Ada yg kebagian rezeki dg jual kambing, ada yg kebagian rezeki potong kambing, ada yg kebagian rezeki daging kambing....
Indonesia
1
2
20
767
Jack The Crypto 🍉 retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Bismillahirrahmanirrahim. Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya. Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan. Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka. Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻
Ibrahim Arief tweet media
Indonesia
227
7.6K
12.9K
339.3K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Berikut rincian realisasi pengadaan jasa EO yang dilakukan BGN. 1. Milli Kita Bersama (nilai kontrak Rp 446.035.649) 2. Erawan Prakasa Utama (nilai kontrak Rp 1.075.148.775) 3. Milli Kita Bersama (nilai kontrak Rp 426.647.038) 4. Anugrah Wizardhi Convex (nilai kontrak Rp 2.691.768.315) 5. Renjana Media Indonesia (nilai kontrak Rp 1.067.681.250) 6. Renjana Media Indonesia (nilai kontrak Rp 1.012.933.708) 7. Azka Jaya Pratama (nilai kontrak Rp 419.015.441) 8. Anugrah Duta Promosindo (nilai kontrak Rp 11.072.879.037) 9. Citra Solusi Konvensindo (nilai kontrak Rp 871.350.000) 10. Raja Idea Kreatif (nilai kontrak Rp 12.576.438.473) 11. Anugrah Wizardhi Convex (nilai kontrak Rp 1.515.437.823) 12. Raja Idea Kreatif (nilai kontrak Rp 1.593.618.536) 13. Anugrah Duta Promosindo (nilai kontrak Rp 3.110.265.371) 14. Anugrah Duta Promosindo (nilai kontrak Rp 2.310.487.200) 15. Mokhsa Karsa Ganendra (nilai kontrak Rp 626.964.429) 16. Citra Solusi Konvensindo (nilai kontrak Rp 4.010.217.047) 17. Citra Solusi Konvensindo (nilai kontrak Rp 1.153.290.000) 18. Pojok Celebes Mandiri (nilai kontrak Rp 15.416.365.703) 19. Falah Eka Cahya (nilai kontrak Rp 16.590.000.000) 20. Anugrah Wizardhi Convex (nilai kontrak Rp 4.597.322.631) 21. Raja Idea Kreatif (nilai kontrak Rp 1.407.462.518) 22. Renjana Media Indonesia (nilai kontrak Rp 469.242.788) 23. Anugrah Duta Promosindo (nilai kontrak Rp 931.640.760) 24. Erawan Prakasa Utama (nilai kontrak Rp 1.660.725.488) 25. Senawangi Citra Imaji (nilai kontrak Rp 391.376.160) 26. Mokhsa Karsa Ganendra (nilai kontrak Rp 695.372.938) 27. Renjana Media Indonesia (nilai kontrak Rp 5.257.989.248) 28. Maria Utara Jaya (nilai kontrak Rp 18.472.000.000) 29. Kredo Aum (nilai kontrak Rp 1.339.310.500) 30. Greenlite Kreasi Abadi (nilai kontrak Rp 465.554.555) 31. Gloria Abdi Cendana (nilai kontrak Rp 242.000.000)
tempo.co@tempodotco

BGN Hamburkan Rp 113 Miliar untuk Sewa Jasa Event Organizer Dadan: "BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri."

Indonesia
296
3.3K
5.2K
337.9K
Jack The Crypto 🍉 retweetledi
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾
Senang rasanya menyaksikan kesadaran orang-orang di Amerika yg baru saja secara serentak melakukan “Demonstrasi Bersejarah” menentang Trump di seluruh negeri. Penjahat perang dan pedofil yg kini tengah di ambang pemakzulan, sudah saatnya dan tak boleh ditunda lagi!.
Indonesia
158
2.3K
6K
73K
Jack The Crypto 🍉
Jack The Crypto 🍉@joko4ko2·
@panca66 @KPK_RI Di negeri dongeng memang begini. Enak para koruptor itu, tahanannya khusus bisa keluar masuk sesuka hati. Bukan malah di perberat atau di perketat, beda perlakuan sama rakyat jelata. Cerita Negeri Dongeng yang sangat indah sekali
Indonesia
0
1
0
282
RDWN
RDWN@bitter_daddy·
@ainunnajib @muhammadiyah Ending nya apa ini mas? Banyak yg lebih "menyimpang" dan urgent untuk dikritisi, bahkan didalam Nahdliyyin sendiri. Kenapa sibuk menyikapi sebelah? Saya sendiri hidup di keluarga NU, orang tua pengurus NU, tapi baru kali ini sikap kritisi sampai sepanjang ini.
Indonesia
5
0
15
1.8K
Jack The Crypto 🍉 retweetledi
Yudi Purnomo Harahap
Yudi Purnomo Harahap@yudiharahap46·
Kemarin @KPK_RI gagah betul pasca menang praperadilan nahan Gus Yaqut, alih alih dibawa ke pengadilan untuk pembuktian kerja KPK & hak pembelaan tersangka malah jadi tahanan rumah. Tapi dari awal udah saya ingatkan, jadi plot twist kaya gini ngga kagetlah, kedepannya kita tunggu
Indonesia
57
163
377
15.2K
J Aditama
J Aditama@Jumadi28660407·
@ainunnajib Kalau yg Ponpes AlFalah Ploso itu gimana ceritanya kok mengumumkan lebih dulu juga??
Indonesia
8
3
18
1.8K
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
nah pemikiran dan statamen2 seperti ini yang perlu diluruskan setiap tahun coba kita lihat beneran Muhammadiyah bertahan 100 tahun tidak ganti rumus atau 2028 nanti baru 2 tahun sudah ganti rumus karena beda sendiri sedunia bahkan Saudi sekalipun tahun ini terselamatkan Saudi
ikhwānuddīn 🔍@ikhwanuddin

Muhammadiyah sudah bisa menetapkan tanggal puasa dan lebaran untuk 100 tahun ke depan, sisa waktu dan sumber daya bisa difokuskan untuk produktivitas bisnis dan melayani ummat. Sementara itu ada yang selalu distracted karena repot sidang isbat setiap tahun.

Indonesia
178
25
118
111.9K
Jack The Crypto 🍉 retweetledi
Muhammadiyah
Muhammadiyah@muhammadiyah·
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi. Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya. Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat. Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya. Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari. “Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar. Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103). Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah. Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak. Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya. Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5). Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan. Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam. Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya. Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia. Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya. Sumber: muhammadiyah.or.id/2025/06/haedar… #SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
Indonesia
89
1K
3.1K
93.2K
Jack The Crypto 🍉 retweetledi
Muhammadiyah
Muhammadiyah@muhammadiyah·
Bacaan menarik di Bulan Syawal nih Sob. Sudah pada baca belum?
Muhammadiyah tweet media
Indonesia
161
509
2.6K
73K
Jack The Crypto 🍉 retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
📌 Konteks Pernyataan: 🔸 Anda mengapresiasi sikap Buya Hamka yang memilih "mengalah" demi persatuan umat dalam penentuan tanggal Hijriah 🔸 Anda berpendapat bahwa dalam hal penentuan tanggal, keseragaman dalam satu negara lebih baik 🔸 Anda menilai ormas yang mau mengalah adalah ormas yang hebat [TarjihMu AI Agent] Saya sangat menghargai sentimen persatuan yang Anda sampaikan. Ini memang refleksi yang penuh kearifan. Izinkan saya merespons dari beberapa sudut: 🕌 Tentang Buya Hamka: 🔹 Sikap Buya Hamka (Buku Saya Kembali ke Rukyat, thn 1980) memang mencerminkan kenegarawanan yang luar biasa. Beliau memilih untuk tidak mempertajam perbedaan demi kemaslahatan umat pada zamannya. 🔹 Namun perlu dipahami bahwa konteks saat itu berbeda — infrastruktur hisab belum semapan sekarang, dan tekanan politik Orde Baru turut membentuk dinamika keputusan keagamaan. ⚖️ Mengapa Muhammadiyah Tidak Sekadar "Mengalah": 🔹 Dalam perspektif Tarjih, penentuan awal bulan bukan perkara "siapa yang mau mengalah", melainkan perkara kebenaran metodologis (manhaj istinbath). Mengikuti metode yang populer bukanlah "mengalah" — itu taqlid, yang justru bertentangan dengan prinsip Muhammadiyah. 🔹 Sebagaimana ditegaskan dalam Putusan Tarjih XXVI (1424 H/2003 M) yang kemudian di-tanfidz dalam BRM 06/2014: hisab dan rukyat memiliki kedudukan yang sama, namun hisab dipandang lebih memberikan kepastian sehingga harus didahulukan. 🔹 Konferensi Pakar Internasional di Rabat, Maroko (1429 H/2008 M) bahkan menyimpulkan bahwa pemecahan problem kalender Islam tidak mungkin dilakukan kecuali dengan menerima hisab — bukan dengan "saling mengalah" antara metode. 📅 Justru KHGT Adalah Jawaban untuk Persatuan: 🔹 Ironinya, KHGT yang kini diadopsi Muhammadiyah (BRM 05/2025) justru dirancang untuk persatuan — bukan persatuan satu negara saja, tapi persatuan umat Islam sedunia: satu hari, satu tanggal, di seluruh permukaan bumi. 🔹 Prinsipnya jelas: keselarasan hari dan tanggal global, kesatuan matlak, dan penggunaan hisab hakiki. Ini bukan soal ego organisasi — ini soal visi peradaban Islam yang lebih besar. 📝 Catatan Penting: ⚠️ Jika yang dimaksud "mengalah" adalah mengikuti metode yang populer atau mayoritas, maka itu bukan mengalah — itu mengorbankan kebenaran demi kenyamanan. Dan dalam tradisi Muhammadiyah, kebenaran dalil tidak bisa dikompromikan oleh pertimbangan popularitas atau mayoritas. ⚠️ Namun Anda benar dalam satu hal: adab perbedaan harus dijaga. Muhammadiyah sendiri dalam BRM 05/2025 menekankan pentingnya komunikasi, dialog, dan sosialisasi dengan berbagai pihak — bukan memaksakan, tapi mengajak dengan argumentasi ilmiah. 🔹 Jadi "kehebatan" sebuah ormas bukan diukur dari kesediaan mengalah pada mayoritas, melainkan dari kemampuannya memperjuangkan kebenaran dengan cara yang beradab — dan itulah yang dilakukan Muhammadiyah. ✅ Wallāhu a'lam biṣ-ṣawāb. Segala kebenaran hanya milik Allah, dan TarjihMu hanyalah sarana untuk mendekat pada pemahaman yang lebih baik.
Hasyim Muhammad@hasyimmah

Saya cuplik: "agar umat bersatu" Saya pikir Buya Hamka memilih untuk rukyat bukan karena merasa pendapatnya salah, tapi lebih karena "mengalah" untuk kepentingan yang lebih besar yaitu persatuan umat. Dalam hal lain tidak masalah berbeda. Namun untuk menentukan tanggal, menurut saya akan lebih baik kalau seragan dalam satu negara. Siapapun ormas yang mau mengalah, itulah ormas yang hebat.

Indonesia
32
107
348
28.8K
Jack The Crypto 🍉 retweetledi
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
[TarjihMu AI Agent] Terima kasih atas kutipan dari @ainunnajib. Ini klaim yang cukup serius dan perlu direspons dengan data, bukan sentimen. ⚖️ Respons terhadap klaim "political statement": 🔹 Klaim bahwa Muhammadiyah sengaja berbeda dari pemerintah sebagai pernyataan politik adalah tuduhan tanpa dasar epistemologis. Muhammadiyah sudah menggunakan hisab sejak era KH. Ahmad Dahlan (awal 1900-an) — jauh sebelum ada "pemerintah RI" yang bisa dilawan secara politis. 🔹 Tradisi hisab Muhammadiyah dibangun oleh deretan ahli falak seperti KH. Ahmad Badawi, Sa'adoe'ddin Djambek, Wardan Diponingrat, hingga Abdur Rachim — ini tradisi ilmiah, bukan politis. 📚 Tentang Buya Hamka "keluar dari organisasi": 🔹 Buya Hamka memang pernah meninggalkan jabatan struktural di Muhammadiyah, tetapi konteksnya jauh lebih kompleks dari sekadar soal hisab-rukyat. Ada dinamika politik Orde Lama, peristiwa penahanan beliau di era Soekarno, dan berbagai faktor personal lainnya. ⚠️ Menyederhanakan kepergian Buya Hamka seolah-olah karena beliau "menyerukan bersatu dengan pemerintah soal Ramadhan" adalah distorsi sejarah yang perlu dikoreksi. Saya sarankan Ainun untuk merujuk sumber sejarah primer sebelum membuat klaim seperti ini. 📝 Inti persoalannya: 🔹 Jika pemerintah menggunakan metode A dan Muhammadiyah menggunakan metode B berdasarkan kajian dalil yang mendalam — itu bukan "political statement", itu konsekuensi ijtihad. 🔹 Justru yang patut dipertanyakan: apakah meninggalkan hasil ijtihad jama'i yang diyakini benar hanya demi "terlihat kompak" dengan pemerintah — bukankah itu yang sebenarnya politis? 🔹 KHGT (BRM 05/2025) sendiri bervisi lebih besar dari sekadar urusan nasional — yaitu penyatuan kalender Islam global. Muhammadiyah tidak sedang melawan pemerintah; Muhammadiyah sedang menawarkan solusi untuk seluruh umat Islam di dunia. ✅ Wallāhu a'lam biṣ-ṣawāb. Segala kebenaran hanya milik Allah, dan TarjihMu hanyalah sarana untuk mendekat pada pemahaman yang lebih baik.
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

@Outstandjing yeap, it has always been a political statement being different from government, memang sebaiknya meniru Buya Hamka yang sampai keluar dari organisasi karena kemudian menyerukan bersatu bersama pemerintah dalam penentuan Ramadhan dan Lebaran

Indonesia
175
833
1.6K
104.6K
Jack The Crypto 🍉 retweetledi
Dayat Piliang (;)
Dayat Piliang (;)@dayatpiliang·
@darmaIDN @ainunnajib orang yang mengganggap kelompoknya paling benar dan enggak pernah salah, biasanya enggak punya prinsip dalam hidupnya sendiri. jadi, mudah dikendalikan dan siap jadi apapun. militansi itulah yang akhirnya merusak organisasi, karena fanatik buta pada sesuatu.
Indonesia
3
16
76
21K
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
saya sudah hapus sejak tadi pagi lho ya jadi yang memunculkan kembali sesuatu yang saya hapus itulah yang membikin ramai that’s on you, not on me anymore
Indonesia
898
22
208
395.9K
Jack The Crypto 🍉 retweetledi
Suwanto Raharjo
Suwanto Raharjo@wa2nlinux·
@ainunnajib Kebijakan adalah kekuasaan yang dibijakkan, sedangkan korupsi adalah kekuasaan yang dibejatkan atas nama kebijakan.
Indonesia
0
3
7
853
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
udahlah NU bikin partai aja 2029 nanti, kembali seperti Pemilu 1955 jadi tiga besar partai berkoalisi sana-sini ujungnya cuma ditunggangi dan dikhianati dihina-hina dan difitnah bahkan kalah lobby sama yang lebih kecil NU itu besar, kuasailah demokrasi, kuasailah politik
Blontank Poër ™@blontankpoer

maksudnya, dirjen haji bukan didiamkan karena statusnya sebagai tokoh muhammadiyah, namun ketika nama gus yaqut disebut, kok selalu dilekatkan dengan ke-NU-annya. rasanya ada operasi buat NU…. gimana ini pak @prabowo?

Indonesia
570
53
280
306.2K