j u l s

1.2K posts

j u l s banner
j u l s

j u l s

@julynst

Katılım Aralık 2011
354 Takip Edilen75 Takipçiler
j u l s retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
JUST IN: Aktivis Perempuan Kalis Mardiasih dan Keluarganya Diintimidasi Usai Kritik MBG
Indonesia
376
14.2K
32.5K
610.7K
j u l s retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Semakin banyak gugatan MBG di MK.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
283
17.1K
43.7K
526K
j u l s retweetledi
Bivitri Susanti
Bivitri Susanti@BivitriS·
ASN=Aparatur Sipil NEGARA, mengabdi ke negara, bukan ke pemerintah, apalagi presiden. Stop berpikir negara = pemerintah. Stop feodalisme. Presiden bukan raja, tidak perlu disembah, sangat boleh dikritik, tmsk oleh ASN. Indonesia republik.
Indonesia
244
11.2K
21.6K
394.3K
j u l s retweetledi
satyaxbt
satyaxbt@satyaXBT·
bukti nyata 1 langkah kecil bisa berarti besar.. meet Arief Kamaruddin pemuda 34 tahun dari Ciliwung yang bikin gubernur Jakarta gelar rapat khusus soal ikan sapu-sapu kenapa dia mulai gerak > dari kecil hobi jala ikan > dulu dapetnya udang atau lele liar > sekarang isinya sapu-sapu semua > spesies asli ciliwung hancur sisa 20 spesies > sapu-sapu ini invasif dan nggak ada predator cara kerjanya hardcore > turun ke sungai 1-3 jam tiap hari > kadang nyari sampe jam 2 pagi > nyemplung ke air keruh beracun > ngeraba akar pohon pake tangan kosong > resiko: beling, paku, ulerdapet ikan, patahin lehernya, lalu kubur impactnya nggak main-main > viral sampe masuk podcast close the door > gubernur dki langsung instruksi walikota > dinas gelar operasi massal tiap jumat > di jaksel kemaren tembus hampir 7 ton > rilis warning bahaya makan sapu-sapu ciliwung strateginya pinter dia pake sapu-sapu cuma buat pintu masuk tujuan utamanya nyentil isu sampah dan limbah karena kalo bahas sampah doang publik gampang abai dari jaring seadanya, dia sukses maksa birokrasi buat turun tangan. di tempat kalian ada sosok seniat ini nggak?
satyaxbt tweet media
Indonesia
547
15.2K
65.9K
2.1M
j u l s retweetledi
Mac Karyo
Mac Karyo@Makaryo0·
Yang dicuri 28 Miliar, ditawarin balik cuma 7 miliar. Btw yang dicuri ini bukan uang gereja, tapi uang tabungan 1.900 umat yang backgroundnya macam2, ada yang buruh, petani, dll. Suster Natalia cerita kalau dia sampai utang kesana sini buat nalangin umat yang butuh dana mendesak karena berobat atau sekolah anak. Kita bantu viralin biar BNI ga ngeles mulu.
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Baca dan mengikuti berita mengenai Suster Natalia ini, terkesan BNI seperti ingin lepas tangan, padahal pelaku (Andi Hakim) merupakan salah satu pejabat di bank tersebut. Ini bisa jadi preseden buruk untuk BNI. Bukan tidak mungkin sentimen negatif ini berubah menjadi seruan memindahkan rekening dari BNI ke bank lain.

Indonesia
385
17.5K
36.8K
1.8M
j u l s retweetledi
Mgs M Rizqi Fadhlurrahman
Mgs M Rizqi Fadhlurrahman@rizqirizqi·
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK. Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
Mgs M Rizqi Fadhlurrahman tweet media
Indonesia
393
17.7K
71.1K
3.1M
j u l s retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu” Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang. Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.” TIDAK. Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan: Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan) Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi. Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki. “Namanya juga laki-laki.” “Cuma bercanda.” “Nanti juga ngerti sendiri.” "Boys will be boys" Tidak. Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan. Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun. Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh. Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam. Dan akan mereka ulang. Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban. Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat. Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.” Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras" Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
34
6.7K
11K
211.5K
j u l s retweetledi
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Lagi rame kasus grup wa mahasiswa UI mau berpendapat dari sisi medis khususnya psikologi, karena saya bukan polisi moral 😆 Kenapa banyak cowok bisa nyaman ngomongin perempuan secara objektifikasi di grup privat? Karena ada yang namanya “disinhibisi online”. Saat merasa aman, anonim, dan “cuma di grup”, otak kita jadi lebih berani ngeluarin sisi yang biasanya ditahan. Ditambah lagi efek peer pressure. Di otak, ini berkaitan dengan sistem reward: • Dapet respon “haha”, “anjir”, “setuju” • Dianggap lucu, dianggap bagian dari circle • Dopamin naik. Lama-lama, perilaku itu “dipelajari” sebagai sesuatu yang menyenangkan dan normal. Masalahnya? Kalau terus diulang, ini bisa mengarah ke desensitisasi. Empati ke perempuan turun. Perempuan gak lagi dilihat sebagai manusia utuh… tapi jadi objek. Ini bukan hal sepele. Dalam banyak studi psikologi, objektifikasi yang terus-menerus bisa jadi pintu awal ke: • Pelecehan verbal • Pelecehan seksual • Bahkan kekerasan seksual Jadi ini bukan cuma “becandaan cowok”. Ini soal pola pikir yang dibentuk pelan-pelan… sampai batasnya jadi kabur. Makanya penting banget buat sadar: Kalau kalian cuma bisa bonding dengan cara merendahkan orang lain, itu bukan bonding. Itu conditioning. Dan kalau dibiarkan, dampaknya bukan cuma ke orang lain… Tapi ke cara otak memandang manusia..
Indonesia
46
4.4K
10.2K
289.4K
j u l s retweetledi
j u l s retweetledi
Daniel
Daniel@daniellsinaga_·
Sosok yang harusnya dapet motor trail Gak harus nebeng truk lagi Yang udah kerja 23 tahun Yang gajinya cuma 200ribu/bulan
Daniel tweet media
Indonesia
47
6.1K
14.4K
107.5K
j u l s retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Kita disuruh WFA/WFH. Ada juga yang bikin kebijakan dalam rangka efisiensi anggaran: - Jalan kaki - Naik Sepeda Tapi kita dipertontokan puluhan ribu motor di jalan untuk MBG yg menghabiskan biaya triliunan. ©jogjastudent
Indonesia
198
10.7K
19.8K
378.1K
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Bangsaaaaatt!!! 😭😭 Level koordinasi antar lembaga dan kementerian di jajarannya si tua bangka delusional itu kok bisa sebobrok ini sihh?? Kirain jumlah kementerian yang gendut secara kuantitas tuh bikin koordinasinya makin ciamik. Gak taunya malah 😭😭😭 Bangsatlah, celeng!
Indonesia
1.4K
14.6K
41.4K
2.2M
j u l s retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Total ada 4 gugatan: 1. Yayasan, guru, mahasiswa 2. Dosen 3. Guru Honorer & P2G 4. MBG Watch, lembaga, individu Seinget saya masih ada lagi tapi lupa. Yang merasa dirugikan oleh program Makan Bergizi dalam UU APBN 2026, bukan sekedar gugatan pada APBN-nya, tapi mempersoalkan MBGnya. Ingat, ini bukan soal menang dan kalah, ini soal mendidik negara untuk taat konstitusi.
🅱🅰🅶🅾🅽🅶@RagilSemar

MBG resmi digugat di MK !! #Berharap

Indonesia
72
5.2K
10.1K
345.2K
j u l s retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Ada orang naik motor di daerah 3T (terpencil), membandingkan bangunan dapur MBG (SPPG) dengan bangunan sekolah yang menerima MBG. lebih bagus bangunan SPPG daripada sekolahnya 🥲
Indonesia
647
16.7K
44.2K
849.2K
j u l s retweetledi
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Pemerintah Perancis mendesak DK PBB mengegelar rapat darurat usai tiga personel UNIFIL asal Indonesia gugur di Lebanon. ~RS
Indonesia
756
4.1K
14K
1.7M
j u l s retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Gue punya tetangga yang bikin gue mikir lama. Lulusan S2 Teknik UI. Pernah kerja 5 tahun di salah satu power plant terbesar di Asia Tenggara. Perempuan yang dari luar keliatan punya segalanya pendidikan, karir, penghasilan. Terus dia resign. Bukan karena dipecat. Bukan karena nggak mampu. Tapi karena suaminya harus pindah-pindah kota karena kerjaan, dan mereka udah LDR 2 tahun. Dia yang milih ikut. Waktu dia cerita ini ke gue, gue nggak langsung ngerti kenapa. "Lo nggak sayang karir lo?" gue tanya. Dia senyum. Sayang Banget sih Tapi ada yang lebih gue sayangin yaitu anak gw Dan ternyata keputusan itu nggak semudah kelihatannya. Masa transisi dari perempuan yang tiap hari rapat, ngitung data, dan punya kontribusi yang keliatan nyata ke perempuan yang tiap hari di rumah, ngurusin anak, dan nggak punya penghasilan sendiri itu berat banget. Dia cerita ke gue soal itu dengan jujur. Kehilangan teman-teman kerja. Kehilangan ruang diskusi yang dulu bikin otaknya terus jalan. Kehilangan kebebasan finansial yang selama ini bikin dia ngerasa punya kendali atas hidupnya sendiri. Dan yang paling nyesek komentar orang-orang sekitar yang nggak diminta tapi terus dateng. Sayang banget S2-nya. Kok mau sih jadi IRT doang? Buang-buang pendidikan. Tapi kemudian sesuatu berubah. Dia nemuin hal-hal baru yang ternyata dia suka dunia literasi, ecoprinting, komunitas-komunitas yang nggak pernah dia sempet eksplor waktu sibuk kerja. Dia baca lebih banyak buku. Dia punya waktu buat beneran mikirin cara mendidik anaknya bukan sekadar nitip ke orang lain. Dan dari rumah, dia masih bisa freelance bantu project penelitian dan keperluan akademik. Yang bikin gue respek bukan keputusannya karena itu hak dia sepenuhnya. Yang bikin gue respek adalah cara dia ngejalaninnya. Dia nggak berhenti tumbuh cuma karena berhenti kerja kantoran. Dia buktiin bahwa perempuan berpendidikan tinggi yang milih jadi ibu rumah tangga bukan berarti menyia-nyiakan pendidikannya justru dia pakai semua ilmunya buat hal yang menurut dia paling penting. Sekarang dia mulai belajar affilate di tiktok dan shoppe malah akun tiktok dia udah capai 50 rb followers dan mulai ada endoresan masuk Dan ini yang gue pikir sering salah kaprah di Indonesia Kita terlalu sering ngukur nilai seorang perempuan dari jabatannya, gajinya, atau seberapa sibuk dia keliatan dari luar. Padahal ibu yang cerdas, yang terus belajar, yang bisa jadi teman diskusi buat suami dan guru pertama buat anaknya itu kontribusi yang dampaknya jauh lebih panjang dari apapun yang bisa dilihat di CV. Balik ke pertanyaan awal kalau lo udah punya karir impian terus calon suami minta jadi IRT penuh? Jawabannya nggak hitam putih. Yang penting bukan pilihan mana yang lo ambil. Tapi apakah pilihan itu beneran lo yang mutusin bukan karena dipaksa, bukan karena takut, tapi karena lo sendiri yakin itu yang terbaik buat hidup lo. Karena pada akhirnya, yang harus nanggung konsekuensinya lo sendiri.
Lv. 💕@nelavirdiasr

in this economy kalian yg perempuan semisal udh punya kerjaan yg kalian impikan dari dulu, dan gajinya oke. terus ketemu sama calon suami yg maunya kalian jadi full IRT aja, kalian bakal mau atau engga?

Indonesia
95
2.9K
12.4K
596K
j u l s retweetledi
NutaniMan
NutaniMan@rouppme·
Siapa yang kemarin ziarah kubur, cabutin dulu rumput ini? Kadang rumput di tanah kuburan sering “itu-itu aja”. Banyak orang anggap ini kebetulan. Atau bahkan ada yang bilang ini rumput kuburan. Padahal ini kode.
NutaniMan tweet media
Indonesia
150
2.4K
17.2K
1.5M