Juneth
15.7K posts

Juneth
@juneth_7
Man United Satellite fan || Imaginative || Large Coffee Latte with two sugar || Network Society for Beginner ||
Melbourne - Makassar - Poso Katılım Aralık 2010
400 Takip Edilen419 Takipçiler

Prabowo Ingatkan ASN Serius Kerja: Tak Ada yang Tak Bisa Diganti cnnindonesia.com/nasional/20260…
Indonesia

@Imade_kun @TirtoID Dana Lembaga-lrmbaga non pemerintah itu bisa dipertanggungjawabkan karena donornya pas menuntut.. Bukan kayak pengelolaan keuangan pemerintah
Indonesia

@TirtoID Coba Dandhy Laksono dkk transparansi soal duit buat film Pesta Babi. Pasti besar. Siapa pendananya? Itu yang harus di cari tau hehe.
Indonesia

KSAD soal Film Pesta Babi: Duitnya Dari Mana? Coba Pikir Aja
tirto.id/ksad-soal-film…
Indonesia
Juneth retweetledi

Jetnya disiram air kembang, rakyatnya disiram air keras
Kompas.com@kompascom
Siram Air Bunga ke Jet Rafale, Prabowo Resmikan Deretan Alutsista untuk TNI ~RS
Indonesia

@KapudS640 Pemborosan terbesar negara yang keberadaan yang begitu2 itu...
Indonesia

Negara kita tuh terlalu militeristik.... w aja baru tau klo koramil tuh dinegara negara lain gaada, tentara ke masyarakat itu gaada, tentara ya markasnya di pangkalan.
Lupa baca di buku apa, tapi pernah baca kalo koramil itu adalah peninggalan orba untuk memudahkan "pembersihan" masyarakat yang diduga terafiliasi sama pki
cc:threadddilasp
Indonesia
Juneth retweetledi

@LambeSahamjja Jembatan se-mungil itu??? #
Kukira jembatan 30-50 meter....
Indonesia

guys lu pada tau gk
ini berita paling lawak sih hari ini
ada cerita pembangunan jembatan di Karanganyar hasil gotong royong gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Harusnya kabar bagus dong.
Tapi yang bikin warga geleng-geleng justru pas momen peresmiannya.
Katanya warga sampai nyeletuk:
“ini biaya bangun jembatannya jangan-jangan lebih murah daripada biaya seremoni peresmiannya.”
Karena peresmiannya disebut ramai banget:
ada potong pita, acara formal, penyambutan, konsumsi, perlengkapan acara, sampai urusan akomodasi tamu.
Belum lagi kalau yang datang banyak pejabat atau rombongan:
transportasi, pengamanan, dokumentasi, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya.
Dan ini yang sering bikin rakyat sensitif.
Bukan karena gak mau ada apresiasi.
Tapi kadang yang dibutuhkan warga itu jembatannya berfungsi dengan baik… selesai.
Bukan seremoni berlebihan yang kesannya lebih mahal dari manfaat simboliknya.
Rakyat tuh simpel:
jalannya bagus → senang
jembatan jadi → senang
akses lancar → senang
Yang bikin kesel itu kalau substansi kecil, pencitraan besar.
Kalau memang proyeknya untuk rakyat, fokusnya harus di hasil yang benar-benar dipakai warga tiap hari.
Bukan bikin acara megah cuma buat foto lalu upload caption “demi masyarakat.”
Warga sekarang makin kritis.
Mereka bisa bedain mana pembangunan beneran, mana yang terlalu sibuk sama seremoni.



Indonesia
Juneth retweetledi

Film Pesta Babi saat ini hanya bisa diakses melalui pemutaran dan diskusi publik bersama komunitas, kampus, maupun kelompok warga.
Untuk melengkapi cerita dan konteks di balik Pesta Babi, beberapa film Watchdoc lain tentang Papua juga dapat ditonton:
#PapuaBukanTanahKosong
Indonesia

@LambeSahamjja Awalnya dia agak ragu dan sempat bertanya dalam hati..
"ini Tas Aman Nda'?
Indonesia

jadi ceritanya amanda manopo
kehilangan tas dia beberapa waktu lalu
dimana dalam tas itu banyak
barang berharga amanda:
- Hp
- kartu kredit kartu atm
- identitas
- sejumlah uang
- printilan mewah lah
tapi tiba tiba di hubungin
sama abang ojol ini
dinemuin tas yang sama persis
waktu di story in sama amanda
di tengah hirik pikuk indonesia begini
masih banyak orang jujur dan baik
ini anggota nadime aja begini loh
mungkin gk nadiem kek nya di tuduh??


Indonesia
Juneth retweetledi

Film Dokumenter “Pesta Babi “ membuka perjuangan warga Papua dalam mempertahankan tanah leluhur mereka, dari proyek besar yang di atas namakan “ ketahanan pangan” dan “transisi energi” , yg pelaksanaannya menjurus kepada eksploitasi alam dengan operasi militer yang mencekam .
liaa@liaasister
Baru baru ini nobar film dokumenter “Pesta Babi” garapan Dandhy Dwi Laksono dan Ekspedisi Indonesia Baru dibubarkan di beberapa lokasi . Film dokumenter “Pesta Babi” , menyoroti perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan (Merauke, Boven Digoel, Mappi) melawan proyek industri besar, seperti food estate, sawit, dan biodiesel. Kenapa di bubarkan ? Karena mereka TAKUT rakyat mulai faham , siapa penjahat sebenarnya 🤧
Indonesia
Juneth retweetledi
Juneth retweetledi
Juneth retweetledi

Lihat mata mereka yang berkaca-kaca setelah nonton 'Pesta Babi' ini sudah cukup jadi bukti. Film ini bukan sekadar data, tapi soal perasaan manusia yang ruang hidupnya dirampas. Sagu yang hilang itu bukan cuma soal perut, tapi soal martabat yang dicabut paksa.
Dokumenter ini beneran jadi cermin retak buat kita semua. Ternyata harga sebuah 'pembangunan' itu mahal sekali, dibayar pakai air mata masyarakat adat.
Apa yang harus ditakuti sampai nobar saja dibubarkan aparat? Pesan kemanusiaan di film ini jauh lebih kuat dari sekadar pelarangan. Semakin ditekan, suara mereka justru makin nyaring.
Sumber video ; tabloiddaerahtv
Indonesia
Juneth retweetledi
Juneth retweetledi

Dari meja-meja tongkrongan, lorong-lorong kampus, lapangan desa, hingga auditorium di dalam dan luar negeri, film Pesta Babi terus diputar dan dibicarakan.
Setiap pembubaran melahirkan ruang baru. Setiap pelarangan membuat semakin banyak orang ingin tahu.
#PapuaBukanTanahKosong

Indonesia

Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate Letkol Inf Jani Setiadi membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” di Pendopo Benteng Oranje, Ternate, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026) malam.
"Pesta Babi" di film sepertinya lebih menakutkan bagi pak Letkol daripada "Pesta Babi" yang sebenarnya
Indonesia

@Hidupsebagai62 Kementerian Sarang Penyamun...
Kelakuan sampe level bawah, rata2 begini.....
Indonesia

KEMENAG SEWA 10 LAPTOP SETAHUN: RP349,8 JUTA.
PADAHAL BELI BISA DAPET
12 UNIT LAPTOP MACBOOK PRO M4
LOGIKANYA GIMANA?
Dokumen pengadaan pemerintah memang jarang viral.
Tapi ketika yang viral adalah sewa 10 laptop selama 10 bulan seharga Rp349.800.000 dari APBN 2026, wajar kalau orang-orang mulai menghitung-hitung.
APA YANG TERCATAT DI SIRUP OJK?
Berdasarkan dokumen yang beredar dari sistem SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan):
Kode RUP: 63727235
Nama Paket: Sewa Laptop
Satuan Kerja: UPT Unit Percetakan Al-Quran, Kementerian Agama
Lokasi: Jl. Raya Puncak Km.65, Ciawi, Bogor, Jawa Barat
Spesifikasi: Sewa Laptop, 10 unit x 10 bulan
Sumber Dana: APBN Rupiah Murni 2026
Total Pagu: Rp349.800.000
Artinya: satu unit laptop disewa selama 10 bulan dengan biaya total Rp34.980.000 per unit.
Atau Rp3.498.000 per unit per bulan.
KOK BISA SEMAHAL ITU?
Harga sewa laptop di pasaran untuk kebutuhan korporat dan perusahaan berkisar antara
Rp275.000 hingga Rp1.500.000 per unit per bulan, tergantung spesifikasi. Untuk laptop bisnis kelas menengah seperti Lenovo ThinkPad atau Dell Latitude, harga sewa normal di platform seperti Asani, Arental, atau Bhinneka DaaS ada di kisaran
Rp400.000 hingga Rp800.000 per bulan per unit.
Dengan harga Rp3.498.000 per unit per bulan yang tercatat di dokumen Kemenag,
angka ini 4 sampai 8 kali lipat di atas harga sewa pasar normal untuk laptop bisnis standar.
Beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan selisih ini:
Pertama, mungkin spesifikasi laptop yang disewa memang premium sekali, misalnya MacBook Pro M3 atau workstation kelas berat.
Tapi tidak ada keterangan merek atau spesifikasi laptop di dokumen yang tersebar.
Kedua, dalam pengadaan pemerintah, biaya sewa sering sudah mencakup layanan teknis, garansi penggantian unit, asuransi, IT support on-call, dan administrasi kontrak yang menambah harga jauh di atas harga sewa ritel biasa.
Ketiga, dan ini yang sering terjadi:
markup dalam proses pengadaan.
Ini bukan tuduhan, tapi sudah menjadi catatan BPK berulang kali dalam berbagai audit pengadaan IT pemerintah.
Yang jelas, tanpa rincian spesifikasi dan klausul layanan dalam kontrak, angka Rp3,4 juta per laptop per bulan sulit untuk dipertanggungjawabkan kepada publik.
KALAU LANGSUNG DIBELI, DAPAT APA?
Total anggaran: Rp349.800.000
Jumlah unit yang dibutuhkan: 10 laptop
Artinya per unit tersedia: Rp34.980.000
BISA BELI LAPTOP APA AJA?
Pilihan 1: MacBook Pro M4 14 inci
Spesifikasi: Chip Apple M4 Pro, layar Liquid Retina XDR 14,2 inci, RAM 24GB, SSD 512GB, baterai 18 jam
Harga: sekitar Rp28.000.000 hingga Rp30.000.000 per unit
Pilihan 2: Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 12
Spesifikasi: Intel Core Ultra 7, RAM 32GB, layar 2,8K OLED 14 inci, carbon fiber, standar militer MIL-STD-810H, bobot 1,12 kg
Harga: sekitar Rp24.000.000 hingga Rp28.000.000 per unit
Pilihan 3: Dell XPS 15 (Intel Core Ultra 9 + RTX 40-series)
Spesifikasi: Intel Core Ultra 9, GPU NVIDIA RTX 4060, layar OLED 3,5K 15,6 inci, RAM 32GB, SSD 1TB
Harga: sekitar Rp28.000.000 hingga Rp33.000.000 per unit
PERBANDINGAN SEWA VS BELI
Dengan sewa 10 laptop selama 10 bulan seharga Rp349,8 juta, negara tidak mendapatkan aset apapun setelah kontrak berakhir.
Setelah 10 bulan, laptop dikembalikan. Kemenag kembali dari nol.
Dengan membeli 10 unit ThinkPad X1 Carbon seharga total maksimal Rp280 juta,
negara mendapatkan 10 laptop premium kelas dunia yang menjadi aset negara, bisa digunakan 5 tahun ke depan, bisa diaudit fisiknya, dan
masih sisa Rp69 juta untuk pemeliharaan dan aksesori.
Ini bukan soal benar atau salah secara hukum.
Sewa perangkat IT untuk instansi pemerintah memang dimungkinkan dalam regulasi pengadaan.
Tapi secara efisiensi anggaran dan logika keuangan publik, angka ini layak dipertanyakan.


Indonesia

@AdamPrabata Penyakit yang merenggut nyawa Ibu saya 2007 silam.... ☹️☹️
Indonesia

Kalian tahu gak kalau kanker usus besar itu sekarang mulai banyak ditemukan pada usia muda?
Dulu kanker usus besar itu dianggap penyakit orang tua, karena mayoritas muncul di atas usia 50 tahun. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa kejadian kanker usus besar itu mulai meningkat trendnya di orang-orang berusia di bawah 50 tahun.
Bahkan proyeksinya pada tahun 2030, diperkirakan 11% 𝗸𝗮𝗻𝗸𝗲𝗿 𝗸𝗼𝗹𝗼𝗻 𝗱𝗮𝗻 23% 𝗸𝗮𝗻𝗸𝗲𝗿 𝗿𝗲𝗸𝘁𝘂𝗺 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗯𝗮𝘄𝗮𝗵 𝘂𝘀𝗶𝗮 50 𝘁𝗮𝗵𝘂𝗻.
Sekitar 30% kasus kanker usus besar di usia muda memang berasosiasi dengan adanya mutasi genetik, dan 20% punya riwayat keluarga dengan kanker usus besar.
Tapi yang mengkhawatirkan adalah 50% sisanya tidak punya faktor genetik maupun riwayat keluarga sama sekali. Ini artinya ada faktor lain yang kita belum sepenuhnya pahami, dan faktor itu kemungkinan besar adalah gaya hidup.
Obesitas, sindrom metabolik, serta kurang aktivitas fisik semuanya disebut sebagai kontributor yang mungkin berperan pada terjadinya kanker usus besar.
Kanker usus besar seringkali dianggap enteng dan tidak diperiksakan. Kebanyakan gejalanya dianggap sepele oleh orang-orang misalnya diare, sembelit, nyeri perut, atau BAB berdarah. Seringkali gejalanya dikira ambeien, dikira stres, atau bahkan hanya sekadar dikira salah makan.
Kalau lo atau orang-orang sekitar lo, berapa pun usianya, punya gejala-gejala di atas yang berlangsung lebih dari beberapa minggu, 𝗧𝗢𝗟𝗢𝗡𝗚 𝗕𝗔𝗡𝗚𝗘𝗧 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗮𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻.
Segera berobat dan dievaluasi ke dokter. Karena awal kanker kolon itu didiagnosis, maka semakin besar juga peluangnya untuk sembuh.
Semoga bermanfaat 🙏
Sumber:
The rise in early-onset colorectal cancer: now a global issue.

Indonesia
Juneth retweetledi







