@juscongek
3K posts

@juscongek
@juscongek
good advice comes from anyone
Yogyakarta, Indonesia Katılım Kasım 2021
33 Takip Edilen87 Takipçiler

Guys ini cara negornya gimana ya ? di depan rumahku tuh ada buah blueberry, bener2 gak bisa mateng dikit aja langsung di serbu sama bocil, meski cuma buah blueberry ya yg namanya punya orang kan ya gak boleh seenaknya diambil tiap hari, gue juga mau sesekali makan meski bukan anak2 lagi, nanti kalau di tegur pasti dijawab orang tuanya namanya juga anak kecil , mana kadang rantingnya sampe patah 😏

Indonesia

@AdamPrabata pas cek komenan serem banget, beneran kayak virus dia
Indonesia

SUMPAH MARAH BANGET!!!
"𝗔𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗷𝗮, 𝘃𝗶𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗜𝗩 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗿𝗮𝗰𝘂𝗻𝗶𝗻 𝗷𝗮𝗻𝗶𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝗥𝗩" adalah salah satu misinformasi paling berbahaya yang pernah gue temui.
Bayangin kalo ada ibu hamil dengan HIV mendengar atau membaca informasi itu, maka ia membahayakan janinnya. Menurut gue urusannya udah BUKAN soal opini, tapi soal nyawa.
Maaf kalo gue ulang-ulang terus.
𝗩𝗶𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗜𝗩 𝗶𝗻𝗶 𝗔𝗗𝗔. HIV sudah diisolasi, dikarakterisasi, dan dipelajari secara ekstensif oleh banyak sekali ahli sejak 1983. Banyak banget paper peer-reviewed yang mengonfirmasi eksistensinya, termasuk gambar mikroskop elektron, analisis genomik, dan uji klinis yang merekrut ratusan ribu pasien di seluruh dunia.
Data menunjukkan bahwa tanpa intervensi APAPUN, termasuk ARV, risiko penularan HIV dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, dan menyusui berkisar antara 15–45%. Artinya, sekitar satu dari tiga bayi yang lahir dari ibu dengan HIV positif tanpa pengobatan, bisa terinfeksi HIV.
𝗡𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗹𝗼 𝗽𝗮𝗸𝗲 𝗔𝗥𝗩, 𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗹𝗮𝗿𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗔𝗡𝗚𝗔𝗧 𝗠𝗘𝗡𝗨𝗥𝗨𝗡. ARV bisa menekan angka penularan dari ibu hamil ke janin hingga di bawah 5%, bahkan mendekati 1–2% di setting ideal. Selain itu tentunya ada berbagai metode lain untuk menurunkan risiko penularan dari ibu hamil ke bayi, antara lain dengan opsi caesar, hingga pemberian ARV profilaksis.
Pada ibu hamil, manfaat ARV dalam mencegah infeksi HIV jauh lebih besar daripada risikonya.
Panduan dari WHO, NIH, dan semua guideline klinis major secara tegas merekomendasikan inisiasi ART pada semua ibu hamil HIV positif tanpa memandang viral load atau CD4 count, karena manfaatnya untuk ibu dan bayi sudah terbukti.
𝗣𝗘𝗦𝗔𝗡 𝗣𝗘𝗡𝗧𝗜𝗡𝗚
Ibu yang menangis sambil bertanya "saya reaktif HIV" itu tidak butuh dibilangin "abaikan saja". Ia lebih butuh dirujuk ke dokter, mendapat konseling, dan jika konfirmasi positif, segera mendapat ARV.
Respons yang tepat di sana bisa menyelamatkan dua nyawa, yaitu ibu dan bayi.
Jadi, wajar kan gue MARAH PAKE BANGET?!!!

Indonesia

@yappingfess lagian dikit2 unpopular opinion, jadilah muncul anomali anomali
Indonesia
@juscongek retweetledi

@AdamKolkowski @FeelYouHappy just opened this X and found this comment
English

@AnKiiim_ @ZUL_Hasan tolong kasih sumber yg valid biar bisa marah juga
Indonesia

@juscongek retweetledi
@juscongek retweetledi

At least three Bhayangkara FC U20 players, Alberto, Catur, and Aqilah, were involved in a violent incident with Dewa United U20 players Rakha and Ridwan.
Completely unacceptable conduct. ❌

Timnas Xtra@TimnasXtra
🚨 Serious incident in EPA U20 today as a Bhayangkara FC U20 player lands a dangerous kung fu–style kick vs Dewa United 😳 @Bhayangkara_F_C this cannot be tolerated. Strong action is needed. ❌ 📽️ IG/smgfootball
English
@juscongek retweetledi

Another angle of that kung fu kick from Bhayangkara's Alberto Hengga in EPA U20 today 😳
📽️ IG/smgfootball
Timnas Xtra@TimnasXtra
🚨 Serious incident in EPA U20 today as a Bhayangkara FC U20 player lands a dangerous kung fu–style kick vs Dewa United 😳 @Bhayangkara_F_C this cannot be tolerated. Strong action is needed. ❌ 📽️ IG/smgfootball
Filipino

@jogja_base gw ga setuju mbg, tapi ini editan sih jatohnya hoax
Indonesia

tapi emang enak sih walaupun dimasaknya langsung banyak, gw juga heran
ramamount 🏞️@Momooo1717
Kebanyakan nasi goreng yang dimasak borongan gini rasanya hambar dan aneh, lebih enak yang dimasak perporsi 🙏🏽 Sepakat??
Indonesia
@juscongek retweetledi

Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia

just a reminder, pasti ada aja orang yang ga suka sama kita
sosmed keras@sosmedkeras
Emang salah yah?
Indonesia

Min izin sharing,
Kejadian siang ini sekitar jam 11.00 di area perempatan kronggahan.
Kronologi: pas siang tadi sedang maintenance wifi di area kronggahan imbas terkena pembangunan jalan tol, saya mau narik kabel dari perempatan kronggahan sebelah angkringan ke arah barat, di situ saya sudah was was karena di dekatnya ada sarang manusia silver, saya nitip tas yang berisi hp dan barang barang lain ke teman saya yang posisi baru nyambung kabel, sebenernya kelalaian saya karena langsung saya letakan saja di belakangnya, akhirnya saya tarik kabel -+200m ke arah barat, pas teman saya nyusul ke barat saya tanya lah di mana tas yang saya titipkan, tetapi kata teman saya ga ada barang lagi tadi di lokasi pas perempatan, panik dong karena isi tas ada beberapa hp dan kartu kartu identitas
akhirnya saya telfon teman saya yang sama sama pengguna ios buat find my iphone, untuk lokasi masih di sekitaran perempatan, saya cari cari sambil positif thingking cuma di simpen sama bapak bapak angkringan, akan tetapi infonya tidak tau, bapak penjual nyuruh buat tanya di rombongan manusia silver, tapi ketika saya tanya mereka gaada yang tau katanya, dan pas saya hidupkan suara di find my tidak terdengar sama sekali, akhirnya saya masih positif thingking nyari posisi tas saya ada di sebelah mana, posisi saya sambil telfon sama teman yang mantau find my, tiba tiba 2 orang dari rombongan manusia silver pergi dengan bawa kresek, di situ saya masih positif thinking dan mereka menyapa saya, pas posisi itu teman saya di telfon teriak bilang kalau hp saya gerak pindah posisi
langsung dong saya kepikiran sama 2 manusia silver itu tadi, akhirnya saya ikutin titik find my nya ketemu sampai di jembatan kronggahan jl kebon agung, di situ posisi nya di samping sungai pas, saya turun buat cari posisinya, pas itu saya ngeliat 2 manusia silvernya habis dari sungai, saya samperin mereka berdua dan ternyata bener tas saya di sembunyikan sama mereka, tapi mereka berdalih kalo mereka ga niat nyuri, tapi niat ngamanin, pas saya cek ternyata tas saya sudah di geledah dan posisi dompet dan barang barang lain sudah berpindah, saya orangnya ga enakan min jadinya saya biarkan saja mereka berdua sambil tak berikan 100k
hari hati buat semuanya takutnya di situ masih banyak yang niat jahat, padahal saya sudah coba positif thinking dan tidak menuduh, tapi ya saya di kecewakan, di situ posisi salah saya tapi saya tidak membenarkan perbuatan manusia silver tersebut
( hfidd_21 )
Indonesia
















