Si Gadiiing Bola
221 posts

Si Gadiiing Bola
@justgadiiing
Football Talks | Indonesia 🇮🇩 Tactical breakdown, hot takes & drama harian Credit: DM | Mari ngobrol bola!

Review Babak Pertama Final Liga Champions 2025/26: PSG vs Arsenal (0-1) Babak pertama final UCL di Puskás Aréna, Budapest, berjalan sesuai skenario yang diinginkan Arsenal. The Gunners unggul 1-0 berkat gol cepat Kai Havertz di menit ke-6, dan berhasil menahan tekanan PSG yang mendominasi penguasaan bola Gol Pembuka Arsenal Arsenal langsung mengambil inisiatif. Leandro Trossard melakukan umpan silang atau aksi yang membuat bola memantul dari upaya clearance Marquinhos, lalu jatuh ke kaki Havertz. Striker Jerman itu tinggal mendorong bola ke gawang Matvei Safonov dari jarak dekat. Gol ini sangat krusial — Arsenal memimpin lebih awal di final, mirip skenario 2006 melawan Barcelona. Dominasi PSG vs Soliditas Pertahanan Arsenal PSG menguasai bola hingga 77%, tapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Mereka banyak mengandalkan tembakan jarak jauh (Desire Doué, Fabian Ruiz) yang tidak mengancam David Raya. Baru di injury time babak pertama Ruiz melepaskan tembakan yang ditangkap Raya (satu-satunya shot on target PSG). Pertahanan Arsenal tampil luar biasa: • Saliba dan Gabriel mendominasi duel udara dan menutup ruang bagi Kvaratskhelia, Dembélé, serta Doué. • Declan Rice dan midfield lainnya bekerja keras menekan, membuat PSG kesulitan menembus blok. • Full-back seperti Hincapié dan Mosquera cukup solid menghadapi Hakimi dan Mendes. Arsenal hanya punya sedikit peluang di babak pertama, tapi lebih efisien.Mereka bermain disiplin, kompak, dan siap counter-attack. Statistik Babak Pertama (Ringkasan) • Skor: PSG 0-1 Arsenal (Havertz 6’) • Penguasaan Bola: PSG ~77% | Arsenal ~23% • Tembakan: PSG 6 (1 on target) | Arsenal 2 (1 on target) • Big Chances: PSG 0 | Arsenal 1 • Corner: PSG 4 | Arsenal 1 Kesan dan Prediksi Babak Kedua Arsenal (Mikel Arteta) tampak sangat siap. Mereka memanfaatkan kekuatan pertahanan terbaik di kompetisi ini dan efisiensi serangan balik. Havertz jadi ancaman konstan di kotak penalti. PSG (Luis Enrique) harus lebih kreatif. Mereka terlalu statis dan kesulitan menembus pertahanan rapat Arsenal. Luis Enrique mungkin perlu menyesuaikan taktik, mungkin memasukkan pemain seperti Barcola atau Zaire-Emery untuk membuka ruang. Secara keseluruhan, babak pertama menguntungkan Arsenal. Mereka memimpin dan memaksa PSG bermain frustrasi. Tapi final masih panjang — PSG punya kualitas serangan mematikan, dan satu gol bisa mengubah segalanya. Arsenal harus tetap disiplin, sementara PSG butuh keajaiban di babak kedua. Siapa yang kamu unggulkan untuk juara? Arsenal pertahankan clean sheet atau PSG comeback? 🔥🏆

Yang masih aktiff. Ayoo jbjb mutualan. Masih pemula ni 😁😁








Daisuke Sato mengeluarkan pernyataan resminya terkait situasi yang terjadi. Intinya, tidak ada masalah dengan bobotoh dan orang-orang di Persib. FIFA Ban yang jatuh pun bukan atas permintaannya, tetapi konsekuensi dari situasi yang terjadi. #BandungFootball #BFCOM #Persib #Bobotoh











