The observer
5.4K posts

The observer
@justoningendes
Mencoba survive di dunia post-truth

YAP! STOP!!! GW UDAH MUAK!! STOP! STOP! STOP!


Ternyata bener laki laki itu bukan marah sama kebijakan. Mereka marah karena ditempatin di posisi perempuan.




kalau ada laki laki pekerja keras, stay private dan santai dalam menghadapi dunia percintaan… itu biasanya kenalannya lc semua

Zuzur bgt, sebelum ada kejadian kecelakaan, udh rahasia umum kbnyakan cwek malah ngehindarin di gerbong cwek Krn maaf rasanya disana empathie lebih rendah, kalo empet2an, nyikut, nginjek gak maen2 😭 Kalo di gerbong campur, masih byk cwok yg waras kdang mreka liat kanan kiri kalo liat cwek mreka lebih manusiawi buat gak trlalu neken atau nyikut sepenuh apapun ✌️ Pengalamanku 4 tahun Wira Wiri JKT Bekasi as budak korporat 😭✌️




gimana udah dengerin lagu baru qwer?? mana yang paling kalian suka??

💚 Buat kalian semua voters 01 dan 03 yang masih vokal mengkritik kebijakan rezim yang lawak, kalian G.O.A.T sejati! Jangan takut dibully dengan kalimat 'anak abah', 'kaum 16%', 'antek soros' bahkan 'anak banteng' sekalipun! x.com/i/status/19672…

Ramainya kasus kekerasan di layanan pengasuhan anak (daycare) di Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari lemahnya peran negara dalam memenuhi hak-hak dasar buruh, khususnya terkait penyediaan fasilitas pengasuhan yang aman dan terjangkau. Keterbatasan akses terhadap daycare yang layak, ditambah dengan rata-rata upah pekerja di Indonesia yang masih berada di kisaran Rp3,3 juta per bulan, membuat banyak pekerja berada dalam posisi serba terpaksa—harus tetap bekerja, namun tanpa dukungan sistem pengasuhan yang memadai. Situasi ini semakin kompleks karena beban pengasuhan masih dilekatkan secara tidak proporsional kepada perempuan. Dalam kondisi minimnya layanan publik, perempuan kerap diposisikan sebagai penanggung jawab utama urusan domestik, sekaligus tetap dituntut untuk berpartisipasi dalam kerja produktif. Akibatnya, perempuan mengalami beban berlapis yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial dan emosional. Karena itu, pemerintah seharusnya tidak melihat kasus-kasus kekerasan di daycare sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Peristiwa ini perlu dibaca sebagai sinyal mendesak untuk melakukan pembenahan sistemik, terutama dalam penyediaan layanan pengasuhan anak yang aman, terjangkau, dan merata di berbagai daerah—tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Penyediaan fasilitas ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar buruh dan upaya menciptakan sistem kerja yang lebih adil dan inklusif. #MayDay #HariBuruh #DayCare
















