Virienne

1.9K posts

Virienne banner
Virienne

Virienne

@justvirienne

「 ARJUNA ☀️,¨̮ 🗝️✧*: ʏᴏᴜ’ʀᴇ ᴛʜᴇ ᴏɴᴇ ɪ'ᴠᴇ ᴀʟᴡᴀʏs ᴡɪsʜᴇᴅ ғᴏʀ」૮ ོ .• ༝ •. ོ𑁬 ໒ɴᴏᴛᴇꜱᴜɴ 𝓐𝓻𝓴𝓪𝓷𝓲𝓽𝓮𝓼 x 𝓨𝓾𝓷𝓲𝓽𝓮𝓼 ‼️ᴅᴏɴ'ᴛ ꜰᴏʟʟᴏᴡ ᴍᴇ‼️@viriri2seven

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ Katılım Mayıs 2026
41 Takip Edilen9 Takipçiler
Virienne
Virienne@justvirienne·
Jadi.. ☀️ pas malem tu ngomong Minang apa Palembang si 🧍🏻‍♀️
Indonesia
0
0
0
5
Virienne
Virienne@justvirienne·
Tiap denger nakula karaoke tu selalu ngerasa ada nyinden nyindennya gitu. Reflek pake kebaya.
Indonesia
0
0
0
12
Virienne retweetledi
Renren
Renren@0707hz·
☀️ chibigurumi #artjuna
Renren tweet media
Español
7
99
438
3.1K
Virienne retweetledi
moon 🍧
moon 🍧@petalsotm·
padahal sendirinya belum tidur
moon 🍧 tweet media
Indonesia
6
102
1K
8.2K
Virienne retweetledi
Nyta 🫧 【JMKRS】
Nyta 🫧 【JMKRS】@nanonycss·
🔍: tidak fantasst... ☀️: SADEWAAA!!! TEMEEE!!! 🔍: Growlnya bagus kak, latian berapa lama kak? 🥃: Asik... asik... hahahaha (menang dia) (suaranya lucu banget pas bilang asik😇) Hyungline lucu banget 😭😭😭 Bonus Yuyo nyanyi 😊🤏🏻 #ArjunaClip #SadewaSpilled #NakuLogs #JUMAVVA
Indonesia
0
218
1.2K
7.3K
Virienne
Virienne@justvirienne·
Juna... 🥹
Arjuna Arkana ☀️【PANDAVVA】@ArjunaArkana

Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip. Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain. Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan. Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah. Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat. Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural. Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri. Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu. Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan. Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja. Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima. Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan. Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana. Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka. Suara kita adalah suara mereka. Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan. Bareng-bareng yok. ---------- Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.

Español
0
0
0
54
Virienne retweetledi
Arjuna Arkana ☀️【PANDAVVA】
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip. Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain. Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan. Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah. Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat. Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural. Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri. Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu. Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan. Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja. Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima. Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan. Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana. Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka. Suara kita adalah suara mereka. Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan. Bareng-bareng yok. ---------- Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.
Indonesia
147
8.4K
17.9K
184.9K
Virienne
Virienne@justvirienne·
Nostalgia beneran anjir😭 Mana masih inget banget tu di dalemnya ada hadiah tato tatoan gitu. Zaman sekarang apakah msh ada tato nya atau nggak ya.. msh produksi gk si minuman ini.. Serasa tua banget dah gua.
Virienne@justvirienne

Lagi tiduran sambil main hp, tiba tiba kecium mulu sekilas bau mirip" teh sisri gula batu.. Jd nostalgia, tapi ni baunya dr mana ege. Sekolas" gitu si.. Parno woyy, tapi ngerasa pengen minum sisri lagi 😭😭 antara takut dan nostalgia.

Indonesia
0
0
0
17
Virienne
Virienne@justvirienne·
Lagi tiduran sambil main hp, tiba tiba kecium mulu sekilas bau mirip" teh sisri gula batu.. Jd nostalgia, tapi ni baunya dr mana ege. Sekolas" gitu si.. Parno woyy, tapi ngerasa pengen minum sisri lagi 😭😭 antara takut dan nostalgia.
Indonesia
0
0
0
35
Virienne retweetledi
snowy senora❀˖°
snowy senora❀˖°@wintersnowyn·
hyungline ngomong pake bahasa daerah ☀️palembang: “menyerah sajo lah” 🥃medan: “suka suka kau lah wak atur aja lah” 🔍jawa: “yowis aku tak ngomong boso jowo wis” nunggu maknae line si yudis bahasa banjar dan bima bahasa betawi🙂‍↕️ #PANDAVVACLIP #JUMAVVA
Indonesia
8
420
1.9K
15.9K