b

303 posts

b banner
b

b

@justyouandi__

u cant shut my mouth

Katılım Ağustos 2024
4 Takip Edilen3 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
b
b@justyouandi__·
hy, dis is mai laif with mai problem. cekidot:
Indonesia
0
0
0
65
b retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada satu wawancara budayawan senior yang menurut gue paling jujur soal apa yang sebenarnya terjadi di lingkaran kekuasaan sekarang. Dan ini bukan dari orang sembarangan ini Eros Jarot, yang sudah kenal Prabowo sejak masih jadi perwira, dan ngomongnya bukan dengan kebencian tapi justru sebagai sahabat lama. Intinya satu: Prabowo sedang dininabobokan. Dan 100 lebih menteri serta wakil menteri di sekelilingnya tidak ada satupun yang berani jujur kasih masukan ketika ada blunder. Yang pertama harus dipahami: kata Eros, kebenaran, kebenaran itu sendiri, dan pembenaran tiga hal yang seharusnya berdiri di tiga lembaga berbeda sesuai ajaran Montesquieu sekarang sudah berada di satu level dan dikooptasi oleh satu kekuatan yang sama. DPR yang seharusnya merumuskan kebenaran dari aspirasi rakyat sekarang yang menentukan "kata benar" cuma eksekutif. Yudikatif yang seharusnya melakukan pembenaran atas nama konstitusi malah ada lembaga tambahan bernama buzzer yang tugasnya memperkuat pembenaran apapun yang sudah diputuskan pemerintah. Begitu tiga hal ini sudah satu level dan dikooptasi kekuasaan ini bukan lagi negara hukum. Ini negara kekuasaan. Dan ini yang paling penting soal demo mahasiswa: Eros dengan tegas bilang dia bersimpati dan mendukung gerakan mahasiswa. Bukan karena ditunggangi asing seperti yang sering dituduhkan. Tapi dia juga kasih peringatan keras ke Prabowo: "Dia ngusir para mahasiswa demo itu bukan dengan menurunkan ribuan dan ratusan ribu tentara dan polisi. Enggak akan mereka enggak akan surut. Mereka akan bertambah besar." Caranya bukan represi. Kalau mau mahasiswa berhenti turun ke jalan benahi kabinetnya. Benahi cara bicara sebagai presiden supaya tidak gampang mengeluarkan janji yang tidak bisa dipegang. Dan inilah inti masalahnya: ada Super Menko di dalam kabinet. Orang paling dekat dengan Prabowo yang bisa di-reach langsung lewat satu pintu sementara menteri lain dan bahkan duta besar harus lewat dia dulu. Eros mempertanyakan ini dengan jujur: levelnya menteri apa? Kapasitasnya apa? Bandingkan dengan era Soeharto yang meskipun banyak kesalahannya, tapi dalam memilih pembantu ada proses seleksi yang berat. Sekarang? Orang dengan pangkat menengah tiba-tiba jadi menteri tanpa jenjang yang jelas. Bahkan ada yang baru menjabat beberapa bulan langsung dapat Bintang Mahaputra. "Ini kan satu pertanyaan. Bintang Mahaputra itu yang dicetak diren atau apa sudah serdadu sekarang?" Dan ini bagian yang paling menohok soal pola yang berulang: setiap kali Prabowo bikin blunder entah soal dolar, rupiah, saham, atau kebijakan yang merugikan rakyat selalu dibela habis-habisan oleh menterinya sendiri. Bukan dikoreksi. Dibela. "Katanya bensin enggak naik-naik. Kalau enggak naik jangan terlalu cepat-cepat bilang enggak naik dong. Lihat menteri-menteri Anda." Para menteri yang seharusnya berani bilang "Pak, ini salah, harus dikoreksi" malah dengan mudahnya bicara "nanti rupiah akan menguat" padahal tidak terjadi. Dan ketika itu tidak terjadi yang jadi sasaran tetap kepala. Bukan menterinya. Kasus Dadan dan BGN jadi contoh paling nyata. Seorang profesor, intelektual, yang harusnya punya integritas moral lebih baik justru terbukti korupsi besar-besaran. Tapi Eros melihat ini lebih dalam dari sekadar karakter satu orang: "Dia nyemplung ke laut, ya pasti basah. Tapi begitu laut besar penuh tantangan dicemplungin tanpa persiapan seharusnya bikin dermaga-dermaga dulu, pilot project dulu, baru perlahan diperbesar." Yang terjadi malah sebaliknya dari nol langsung digelontorkan ribuan dapur SPPG sekaligus, tanpa infrastruktur yang matang, tanpa pengawasan yang ketat. Dan ketika hasilnya berantakan yang disalahkan cuma satu kepala BGN, sementara desain sistem yang cacat dari awal tidak pernah benar-benar diperbaiki. Dan ini analisis paling tajam dari Eros: dia menduga ini bukan kebetulan. Mungkin memang ada yang sengaja tidak menerjemahkan niat baik Prabowo dengan benar supaya semua kebusukan jatuh ke tangan dia, padahal sistemnya sendiri sudah bobrok dari sebelumnya. "Tonggak-tonggaknya memang sudah didesain bahwa itu akan runtuh. Cuma karena orang baik ini saking baiknya sampai tidak melihat itu dan memang sengaja ditutup matanya." Orang-orang baik di sekitar Prabowo termasuk yang disebut Eros sebagai kenalan dekatnya justru lebih mudah dimanfaatkan karena terlalu baik dan tidak punya pikiran buruk. Dan itu yang membuat tikus-tikus di sekitarnya bisa menggerogoti tanpa terdeteksi. Soal geopolitik dan ketergantungan asing juga disinggung tajam. Eros membandingkan: Prabowo sering menuduh demo mahasiswa ditunggangi asing. Tapi bagaimana dengan kebijakan investasi asing yang membuka pintu dapur, lalu pintu tengah, lalu pintu depan, sampai semua jendela dan atap dibuka untuk modal asing? "Negara kita dijadikan negara subordinat dari negara lain. Ini bukan lebih ngeri daripada orang per orang? Kalau orang per orang bisa kita tangkap. Kalau negara gimana?" Dan soal reformasi 98 Eros yang waktu itu ada di lingkaran dekat sendiri mengakui dengan jujur: reformasi waktu itu cuma pergantian, bukan perubahan. Pijakan dasarnya tidak pernah benar-benar diubah. Itulah kenapa pola yang sama terus berulang sampai sekarang ganti orang, tapi sistem yang busuk di bawahnya tetap sama. Eros tidak sedang menyerang Prabowo secara personal. Dia justru bilang niatnya bagus, masih kenal dia sebagai sosok yang ingin baik. Tapi niat baik saja tidak cukup kalau orang-orang di sekelilingnya para menteri, super menko, sampai aparat penegak hukum tidak berani jujur mengkritik, dan malah terus membela setiap blunder yang terjadi. Dan kalau pola "dininabobokan" ini terus berlanjut di mana tidak ada satupun dari ratusan menteri dan wakil menteri yang berani kasih masukan jujur, sementara aparat keamanan terus dipakai untuk membungkam suara kritik bukan mendengarkannya maka demo mahasiswa bukan akan surut. Justru akan terus bertambah besar. Karena yang membuat rakyat marah bukan mahasiswanya yang turun ke jalan. Yang membuat rakyat marah adalah cara kekuasaan ini dikelola.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
16
70
237
22.7K
b retweetledi
A Professional Overthinker 🇩🇪
Kata-kata yg sanggup menggetarkan langit, namun belum cukup mampu menusuk nurani pemimpin lalim.
A Professional Overthinker 🇩🇪 tweet mediaA Professional Overthinker 🇩🇪 tweet media
Indonesia
1
73
125
1.4K
b retweetledi
mAii
mAii@tratungtung·
ORANG ORANG NGE USAHAIN BIAR MASUK UNIV JALUR SNBP & SNBT TUH BIAR GA BAYAR IPI, INI BALAS DENDAMNYA UKT NYA DI RATA KANAN IN KH😊😊
Indonesia
20
157
1.5K
20.6K
b retweetledi
Mr. Jarwo
Mr. Jarwo@MrJarwork·
Mr. Jarwo tweet media
ZXX
57
4.3K
10K
73.2K
b retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Siapa tuh mint? Spill dong
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
74
2.1K
14.6K
230.9K
b retweetledi
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 mulai pake strategi air mata guys mau sampe air mata dia habis sampe dia terpaksa operasi nambah air mata pake air sungai pun jgn kasihan sedikitpun ke org ini ya dia bkn setahun dua tahun jd pendukung 02
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
455
1.7K
9.5K
167.2K
b retweetledi
Farhan
Farhan@farhan_journal·
emg bener bener susah merangin kebodohan di negara ini, ada aja yg organik bodohnya
Indonesia
402
6.9K
21K
250.1K
b retweetledi
willow ✮⋆˙
willow ✮⋆˙@cinnamoanrol·
beberapa hari lalu gue selesai baca buku dan doi langsung nanya “did you finish it? tell me everything about it.” sambil tepuk-tepuk kasur. akhirnya gue yapping 20 menit tentang buku itu sampe ketiduran. he doesn’t like reading books, but he listens :3
Indonesia
411
4.6K
33.6K
435.7K
b retweetledi
snaz
snaz@kiittsch·
3 hari mahasiswa demo, 3 kali rupiah menguat. Lebih berguna demo mahasiswa daripada ratusan menteri dan satu presiden goblok.
Indonesia
203
23.8K
76.7K
656.3K
b retweetledi
versace
versace@trunkszoldyck·
Itulah pemerintah kita
versace tweet media
Indonesia
48
3.7K
17K
113.4K
b retweetledi
Theo Knight
Theo Knight@SocietyKnight·
yang WNI sekarang rasain.
Theo Knight tweet media
Indonesia
390
9.5K
27.1K
223.6K
b retweetledi
Perangkat Desa Konoha
Perangkat Desa Konoha@PramestiHilya·
Bangun woi. Presiden kita beneran tone deaf.
Perangkat Desa Konoha tweet media
Indonesia
157
5K
18.7K
207.5K
b retweetledi
kim 🍵
kim 🍵@matcha_creamyy·
ingat mati ingat sakit ingatlah saat kau nge-tweet
kim 🍵 tweet media
Indonesia
66
3.8K
9.6K
70.6K
b retweetledi
lantip
lantip@lantip·
ketriger juga aku, ada yang nulis: "jadi ragu mau nguliahin anak ke UI atau UGM, takut jadi bego" tenang pak, bu. anakmu juga belum tentu mampu masuk situ. fokus jual sawah saja, siapa tahu kebagian pestol atau topi baja.
Indonesia
104
4.9K
21.8K
206.4K
b retweetledi
al ୨୧
al ୨୧@akuhanyaaku24·
gila. di pemerintahan kali ini bener-bener indonesia udh bukan lagi negara demokrasi 🥀
Indonesia
63
7.8K
22.3K
157.3K
b retweetledi
dapᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ
dapᶻ 𝗓 𐰁 .ᐟ@moonlightfoxs·
"polos bgt keknya bisa dibego begoin" kamu ngira aku polos aja kamu udah bego🫰🏻
Indonesia
74
101
426
14.4K
b retweetledi
Ann
Ann@ytsyulxia·
@mukaikhlas Dia udh bener. Kalian aja yg gatau
Ann tweet media
Indonesia
17
472
7.1K
74.3K