kr
37K posts

kr retweetledi

Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
kr retweetledi

@VisionerUmkm Sejak lama saya berkomunikasi melalui media sosial, karena saya ingin meninggalkan jejak digital setiap komitmen, janji agar bisa digunakan sebagai bukti untuk menagih.
Indonesia
kr retweetledi
kr retweetledi

Gambaran suhu di Jawa besok siang

Lilywhites Indonesia@TheLilywhitesID
@zakiberkata di jawa 2 harian ini panas bgt nggak sih, mint? sampe pusing
Indonesia
kr retweetledi
kr retweetledi
kr retweetledi
kr retweetledi

🚨🚨🎙️| Bruno Fernandes: "I stayed [at United] because I thought I still had something to contribute to the club.
Obviously, the Saudi offer, with all that money… it was huge. My wife has her feet on the ground, just like me.
We don't want to be the richest people in the world. We just want to be the ones who have achieved their dreams, who lead a beautiful life with their children and who try to achieve as much success as possible.
My wife said to me: 'Have you achieved your dreams? Have you accomplished everything you wanted?'
That little remark made me realize that she was on the same wavelength as me.
I didn't want to leave the club when we were in difficulty." [@BBCSport]

English
kr retweetledi

Bangke ada MBG ada Summitnya
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Asosiasi pengusaha dapur MBG gelar APPMBGI National Summit akhir pekan ini di Jakarta, Zulhas dijadwalkan hadir
Indonesia
kr retweetledi
kr retweetledi
kr retweetledi
kr retweetledi
kr retweetledi
kr retweetledi
kr retweetledi
kr retweetledi
kr retweetledi
kr retweetledi

Be aware and best mitigation should be prepared for Godzilla/Super El Niño!
Peter Dynes@PGDynes
Godzilla is coming. The tropical Pacific is warming at the fastest rate this century. A potential super El Niño is building — primed to disrupt global weather, intensify extremes, and push global temperatures to new highs.
English















